
di suatu tempat yang sangat jauh dari pemukiman penduduk.di sebuah desa yang lumayan sepi dari penduduk.pemandangan yang masih di kelilingi oleh pepohonan.
Reyhan yang masih tak sadar diri itu.terbaring dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.reyhan dibawa oleh jaki ke tempat persembunyian Samuel dan jaki.
" bagaimana apa sudah sadarkan diri? ucap jaki kepada anak buahnya
" belum tuan masih seperti awal kita membawanya" ucap salah satu penjaga
"hemm......" desah jaki kasar
" hallo" ucap jaki melalui telpon yang ia sambungkan ke seseorang.
"bagaimana,apa dia sudah sadar? ucap suara wanita di sebrang sana
"belum.kapan anda ke sini nyonya? tanya jaki
" aku akan segera kesana secepatnya" ucap wanita itu
di sebuah rumah yang sangat besar itu wanita yang sedang menelpon itu tanpa dia sadari sudah ada beberapa mata yang mengawasinya.
2 orang yang sangat terkejut itu hanya terdiam dan merekam gerak gerik wanita itu tanpa di sadari oleh wanita itu.
kedua 2 orang itu pun pergi perlahan menjauhi wanita itu ketika mengetahui wanita itu sudah mengakhiri telponya dengan seseorang.
__ADS_1
tanpa jejak yang di tinggalkan oleh ke dua pelayan itu. wanita itu tidak menyadarinya
hingga sebuah suara mengejutkan wanita itu.
" maaf nyonya anda ingin di masakan apa hari ini? ucap pelayan wanita itu
" masak apa saja untuk anakku" ucap wanita itu
" baik nyonya akan saya siapkan" ucap pelayan itu lagi
"oh ia tuan kalian kapan pulang dari perjalanan bisnisny? ucap wanita itu
" saya tidak tau nyonya" ucap pelayan itu
" di rumah ini apa tidak ada yang tau kapan atasan kalian pulang? atau jadwalnya dia pulang begitu? ucap wanita itu kesal
" ia sudah sana.siapkan makanan" ucap wanita itu setengah mengusir
" saya permisi dulu nyonya" ucap pamit pelayan itu
di dapur sudah heboh para pelayan sibuk dengan aktifitasnya masing-masing tanpa perintah dari kepala pelayan.semua pelayan tau pekerjaannya masing-masing.
" dasar nenek sihir...andai tuan ada disini sifatnya tak seperti ini" ocehan pelayan itu sambil berjalan menuju meja dapur.dan semua mata pelayan itu melihat temannya yang mengomel dari masuk dapur tersebut.
__ADS_1
" ada apa kami Ning,koq ngomel-ngomel?tanya salah satu temanya.
" itu nenek sihir.sifatnya ketika ada tuan begitu anggun dan pemalu sekali.namun ketika gak ada tuan ampun sudah kalo ngomong udah pake urat mau putus begitu" ucap pelayan itu.
"ekh...bukanya kita semua sudah tau ia sifat nyonya kita dadakan itu" ucap pelayan yang lain
" ia...coba tuan Ilham cepat menyelidikinya pasti kita tidak akan hidup di bawah perintahnya dan sifatnya yang begitu kasar apa lagi kalo ngomong" ucap salah satu nya lagi
"kalian tidak usah sibuk mengurusi hidup saya ia.kalian mau saya adukan ke tuan kalian" ucap marliana dengan kasar
" nyonya...maafkan kami nyonya" ucap pelayan itu tak lupa tundukan wajah mereka sebagai tanda menghormati.
"aku akan keluar sebentar" ucap marliana.
" maaf nyonya..tapi tuan Ilham melarang anda keluar hari ini nyonya" ucap pelayan itu.
" aku bosen di rumah" ucap marliana.
" jika ada yang menghalangiku tau aja akibatnya" ucap calina.
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
mohon dukungan dan suport nya ia atas cerita author.jika ada kesalahan boleh tinggalkan komentarnya.dan jangan lupa like dan tanda cintanya ia kakak-kakak ku😊🙏