Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
ruang interogasi


__ADS_3

gelap dingin serta sunyi yang di rasakan marlianan dan Jeny.


tanpa ada suara yang terdengar hanya suara jangkrik yang berbunyi membelah sunyi dan dinginnya malam.


Jeny yang sedari tadi pingsan hingga tak menyadari kini dirinya berada di sebuah gedung terbengkalai tanpa Jeny melihat Jeny hanya mampu merasakan kesunyian,gelap dan dingin.


" buka ikatan mata mereka" ucap Nikolas memerintah anak buahnya


"baik bos" ucap serentak


" kalian mau apa? ucap Jeny takut


" di mana ini ? apa yang kalian lakukan? lepaskan aku " ucap Jeny meronta sedangkan marliana hanya terdiam takut


" my ....ucap Jeny memanggil sang mamynya


" diam kamu" ucap marliana takut campur marah


" ada hubungan apa kamu dengan Samuel? ucap dingin seseorang dari arah belakang tubuh anak buahnya!


" malam tuan " ucap serentak pria baju hitam sambil membungkukkan tubuh mereka


"Reyhan...apa-apaan ini kamu menangkap aku? ucap Jeny marah


" kamu tau kesalahanmu apa? ucap Reyhan ke Jeny


" aku salah apa hah...ucap Jeny


" kamu sudah melukai istriku...bisik Reyhan telinga Jeny, tampar wanita ini seperti dia memperlakukan istriku di keramaian.ucap Reyhan lagi yang memerintah anak buahnya


" plak...plak...plak....


" hentikan....ucap marliana yang sudah gak tega anaknya di tampar begitu...

__ADS_1


" oh Tante marliana..aku ingat sekarang pantas wajahmu terasa tak asing buat ku...


" mamy sakit....ucap Jeny melemah memohon pertolongan


" mamy??? ucap Reyhan dalam hati


" marliana Roger ...apa anda mengingat pria di dalam foto ini? ucap Reyhan dingin serta tatapan tajam...


marliana yang memperhatikan pria di foto itu sangat terkejut namun berusaha di tutupinya,


" saya tidak mengenalnya" ucap marliana mengelak


" oh ia...ucap Reyhan langsung berbalik dan menyuruh Nikolas melaksanakan tugasnya untuk interogasi


entah berapa lama menginterogasi kedua wanita beda usia itu hingga Jeny yang sudah pingsan,dan marliana masih kekeh untuk menutupi hubungannya dengan Samuel..


" Anda tau nyonya,jika anda terlibat dengan pembunuhan berencana? ucap Nikolas menggertak


" maksudmu apa? ucap marliana melemah karena sedari tadi siksaan demi siksaan udah di trimanya


" saya tidak mengerti.walau saya mati pun saya tidak akan mengakuinya" ucap marliana


"baik lah nyonya marliana Roger" ucap Nikolas sambil menyalakan sengatan hingga membuat marliana lemas dan tak berdaya lagi..


" bagai mana nik? ucap Reyhan


" masih belum mau mengakui tuan"


" kamu selidiki siapa orang tua Jeny sebenarnya? ucap Reyhan sambil bangkit menuju keluar pintu


" baik tuan...


" kalian awasi semua pintu jangan ada yang lengah ucap Nikolas ke pada anak buahnya

__ADS_1


" siap bos,,,serentak


" Niko "


" ia tuan?


" kamu awasi marliana...dia dan Samuel menargetkan istriku..


" siap tuan saya laksanakan"


Niko yang melihat tuanya keluar gedung itu menuju mobil langsung membukakan pintu mobil tuanya


Reyhan tidak pulang kerumah namun ke sebuah tempat di mana Daffa dan yang lain menyelidiki sesuatu...


tak butuh lama buat Reyhan sampai ke lokasi daffa.reyhan yang sudah tau ada Alfaro di lokasi membuat Reyhan harus mengunci mulut sahabatnya itu..


Daffa yang tau betul tentang Alfaro dan kakaknya yang selalu jadi bahan percobaan Alfaro..


" dia ngapain disini? bukanya tempatmu di rumah sakit? ucap Reyhan cuek dan dingin


" Abang koq gitu sih,kangen bang...ucap Alfaro menggoda sahabatnya itu


" saya masih normal kamu ini cari cewek sana biar gak cari terong" ucap Reyhan geli menghindar Alfaro


Alfaro tau Reyhan tak suka di godain begitu.namun buat Alfaro menggodain Reyhan adalah hiburan


" kenapa aku punya teman begini" ucap Reyhan menepuk jidatnya sambil menghindari Alfaro.


...----------------...


-------jangan lupa like dan komennya ia kak agar author lebih baik lagi..


...****************...

__ADS_1


jangan lupa jaga kesehatan kalian 😊


__ADS_2