Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
kembali ke kota musuh


__ADS_3

" beresin semua jangan ada yang tersisa" teriak Daffa sambil berlari menuju lantai atas,


" siap tuan" suara serentak anak buah Daffa


Daffa pun kini sudah berada di lantai atas Daffa melihat mobil yang keluar dari pintu belakang,Daffa merogoh kantong celananya dan menghubungi seseorang.


" kamu hentikan mobil yang keluar dari belakang gedung ini" suara dingin dan memerintah Daffa tak mampu di tolak oleh seseorang itu.


" ok" ucap singkat seseorang di sebrang sana.


" kalian beresin semua,jangan beri ampun pada siapa pun..yang hidup bawa kemarkas.,yang mati langsung di bakar aja" ucap Alex memberi perintah kesemua pengawalnya..


Daffa yang melihat dari lantai atas itu sangat marah ketika melihat siapa yang meloloskan diri dengan mobil itu.amarah di dalam jiwa Daffa membara..Hinga turun tangga pun tak segan2 sudah di hadapan nya anak buah musuh,yang sudah mulai tekapar karenanya,Daffa melewati perkelahian itu dan langsung menghantam dan mematahkan leher ank buah musuhnya itu tanpa rasa bersalah atau peduli,Daffa yang terbawa emosi itu langsung melampiaskan kesumua musuh yang ada di hadapannya..hingga tanpa sadar anak buah Daffa menghampiri Daffa yang sudah selesai membereskan musuh yang ada di dalam ruangan itu..anak buah Daffa yang terluka pun langsung di bawa oleh bebrapa anak buah yang masih sadar dan tak begitu terluka


"bakar semua seisi rumah ini dan bawa ank buah kita yang mati dan hidup.ingay jangan sampai meninggalkan bekas,negara ini sangat teliti" ucap Daffa sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.


" tuan..tangan dan bibir anda terluka biar saya obati dulu" tawar salah satu anak buahnya yang terluka sama seperti Daffa


Daffa hanya melambaikan tangan kanannya memberi kode bahwa dia tidak perlu obat,anak buah itu pun faham akan kode tangan atasannya,Daffa pun meninggalkan rumah besar itu dan anak buah Daffa yang sudah siap dengan beberapa mobil untuk membawa beberapa anak buah yang sudah tewas,


yang terluka ringan mereka mengikutin Daffa dari belakang..


Daffa yang yang tau akan menimbulkan perhatian warga.daffa meminta semua pengawalnya untuk berpencar mencari jalan yang berbeda untuk menuju lokasi yang Alex tuju,

__ADS_1


"sial...ku pastikan kalian tinggal nama" suara amarah Daffa,membuat 2 pengawal yang duduk di depan bergidik ngeri mendengar ucapan Daffa..


.


.


.


.


"tuan...mereka tidak ada di sini" ucap salah satu pria berseragam hitam


" Ilham..kata mu mereka di kota ini? tanya Robert


" apa kalian semua sudah mencari di semua tempat? ucap Ilham kepada anak buahnya


"cari sampai ketemu" ucap Robert yang sambil berbalik melangkah kan kakinya menuju mobil


" baik tuan.." suara serentak


.


.

__ADS_1


.


.


di tempat lain marliana yang berusaha menghindari,markas Samuel dan memilih jalan yang tak pernah ia lewati,sebuah kota di mana ia pernah kesana,untuk menemui Reyhan dulu,


" mi...kita kekota ini lagi? tanya Jeny sambil melihat keluar jendela,


"ia sementara kita disini" jawab marliana tanpa di sadari marliana dan jeny Reyhan sudah sadar apa yang terjadi padanya 1 Minggu yang lalu.


Reyhan memilih diam dan mencari tau permainan 2 wanita yang menjadi dalang semua kekacawan dulu,


" kita di mana ini? tanya Reyhan yang pura-pura masih seperti semula,


" dulu aku bertemu kamu disini" jawab Jeny sambil memegang telapak tangan Reyhan,


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya..


dan jangan lupa like..tinggalkan komentarnya ia agar author semangat untuk mengahalunya lagi...ia syukur2 jika ada pembaca yang mau ngasih vote untuk novel ini .kritik dan dukungan kalian sangat saya butuh kan..agar lebih baik lagi untuk berkarya😊🙏


__ADS_2