
Namun bella msih belum menyadari panggilan mereka padanya, karena Sekarang Ia hanya cemas ketika melihat dua bocah imut dan menggemaskan itu menangis, lalu bella langsung memeluk rena dan reno, namun bella tidak bisa menjaga keseimbangan nya ketika rena dan reno berlari ke arah nya dan bella pun terjengkang ke belakang namun Ia mengeratkan pelukan nya pada si kembar, agar mereka tidak jatuh he tanah
Adam yang melihat bella terjengkang pul langsung berlari menghampiri bella, namun rasa cemas nya hilang ketika bela dan ke dua anaknya malah tertawa bersama, semua orang yang tadi pusing melihat anak si duda menangis pun kini lega karena sang pawang sudah datang
" Kenapa menangis hemm!" tanya bella pada rena dan reno dengan posisi yang masih sama
" Oma ohong omy ( oma bohong mommy)" ucap rena pada bella, Bella lalu duduk dan mengusap ke dua mata bocah itu lalu ber alih ke reno yang juga duduk di depannya
" Bohong kenapa!" tanya bella lagi
" Ata oma .. omy au cini, tapi nda atang-atang ( kata oma .. mommy mau ke sini, tapi tidak datang- datang)" ucap rena lagi
Bella mulai menyadari panggilan dari rena dan reno untuk nya, Lalu Ia menatap ke dua bocah itu
" Kenapa kalian panggil tante dengan sebutan mommy!" Tanya Bella pada ke dua nya, Lalu ke dua anak itu saling pandang dan kembali menatap Bella
" Ata oma .. ita oyeh anggil omyy ko (Kata oma .. kita boleh panggil mommy ko)" ucap rena sambil menatap bella dengan mata bulat nya, Bella yang gemas pun memeluk keduanya lalu memberikan ciuman bertibi-tubi pada ke dua pipi si kembar
"boleh dong" saut bella disela kegiatannya menyiumi rena dan reno
Sedangkan Adam yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya tersenyum, Entah kenapa ketika Ia melihat ke tiganya itu membuat nya menjadi tenang, Lalu Ia pun menghampiri mereka dan mengangkat rena ke dalam gendongan nya
"Addyyyy" Teriak rena yang tidak terima ketika daddy nya memisah kan nya dari Bella
" Ya ampun kamu ngga mau sama daddy sayang!" Tanya Adam pada sang anak dan menunjukan raut kecewa nya
" Nda addy " gumah rena lalu melirik ke arah bella yang sedang menggendong reno
" api ena au omyy .. api nda apa-apa ena ama adyy aja ( tapi rena mau mommy .. tapi ngga kenapa-napa rena sama daddy saja)" lanjut rena sambil menatap sang daddy nya lalu tersenyum lebar dan memeluk leher Adam
Adam tersenyum lalu mengeratkan pelukan nya pada anak perempuan nya itu, Mereka ber empat pun berjalan beriringan layak nya keluarga, Dan kegiatan mereka itu tidak terlepas dari pandangan wulan, Wijaya, dan Sarah mereka menatap anak dan kakak nya dengan pandangan yang haru, Karena ini pertama kalinya seorang Adam membuka hati nya untuk wanita lain setelah penghianatan dari istri nya dulu
Sedangkan Devan hanya menatap penuh tanya pada sang kekasih dah kedua calon mertuanya, lalu ikut menatap Adam dengan wanita yang entah lah Ia tidak mengenal nya
__ADS_1
" Dasar, Seharusnya kamu langsung pulang bawa bella kesini dam .. Lihat kan cucu oma begitu tersiksa karena kamu" Gerutu wulan sambil mengusap pipi reno yang masih terdapat buliran air mata nya tadi
" Ia maaf mah" Ucap Adam lalu menyalimi mama dan papa nya, Dan di ikuti Bella yang melakukan hal yang sama
Lain halnya dengan rena dan reno yang entah menemukan kenyamanan mereka dan hanya diam seolah tidak terjadi sesuatu yang besar tadi
" Ya tante maaf ya .. tad" Ucap Bella tapi mulut nya langsung dibelap oleh Adam
" Kenapa ini dam!" Tanya wulan pada sang anak
"Addy angan akal (Daddy jangan nakal)" teriak Rena dan Rano bersamaan lalu melayangkan pukulan pada daddy mereka itu
" Iss .. Kamu kenapa sih" Saut Bella yang juga melayangkan tepukan kecil pada kekasihnya itu
" Jangan bilang kalau kita" Bisik Adam pada bella
" Iya " Teriak Bella dan mengaget kan semua orang yang ada disekitarnya, Sedangkan si pelaku hanya tersenyum lalu melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumah
" Itu bibir kenapa!" Tanya Sarah pada bella, dan semua mata menatap pada bella, dan beralih ke bibir bella, Lalu bella hanya tersenyum ke arah semuanya
" Tadi .. Eeh ngga jadi deh hehe" Ucap bella memotong ucapan nya sendiri, Lalu mengikuti wulan yang berjalan masuk
" Dia siap!" Tanya Devan pada sarah
" Calon kakak ipar aku" Jawab enteng sarah lalu meraih tangan Devan dan mengajak nya masuk ke dalam rumah
Semua orang berkumpul dihalaman belakang rumah, Ya disitu sangat asri dan sejuk karena banyak pepohonan besar, mereka sedang berbincang kecil membicarakan pekerjaan dan entah lah
---
Meninggal kan di kediaman Dimatra, Kini kedua pria dewasa itu tengah membahas pembicaraan mereka tadi dikantor, Dengan seksama arya mendengarkan semua penjelasan andre tentang siapa adam sebenarnya, Awalnya arya begitu kaget ketika mengetahui kebenarannya dan ada sedikit rasa takut
" Astaga jadi itu bukan hanya rumor" Tanya arya memastikan semua ucapan andre
__ADS_1
" Rumor apa!" Tanya andre pada arya yang sedang fokus menyetir mobilnya
" Sebenarnya banyak yang bilang kalau, Tuan Adam adalah bos nya gengster dan banyak lah, Awalnya saya berfikir itu hanya rumor palsu, Tapi ternyata" Jelas arya pada andre, Lalu andre hanya tertawa
" Haha .. Itu semua benar, Kalau difikir secara sadar gimana adam bisa mendapat kan semua informasi selama ini kan" Ucap andre
" Ya itu semua dari situ, Dari dunia yang ngga gampang dan mudah orang masuki, Bahkan saya sendiri pun masih tidak percaya kalau kami adalah salah satu dari kelompok gelap itu" Lanjut andre menjelaskan
" Tapi karena dari situ kan kalian bisa mendapatkan informasi dengan sangat mudah" Ucap arya, Dan diangguki oleh andre
" Tapi ingat kamu harus bisa menjaga rahasia ini, Karena kamu hanya seglintir orang yang tau siapa sebenarnya seorang Adam Aditia Dimatra itu" Tegas andre pada arya
" Ya karena sekarang saya juga sudah menjadi salah satu bawahan tuan Adam. Jadi saya pasti menjaga rahasia ini" Jawab arya dengan tegas, Lalu adam menepuk bahu arya
" Itu bagus .. Mungkin sebentar lagi kamu juga harus belajar, Menggunakan senjata" Ucap andre, Dan arya hanya diam mematung ketika mendengar andre mengucapkan kata senjata, Andre hanya tertawa melihat raut wajah rekan kerja nya iti
---
kembali ke rumah adam, sore sudah berganti malam, Dan mereka sudah berkumpul di ruang makan rena dan reno sudah rapi karena baru selesai mandi, Begitu pun adam dan Bella pun terpaksa harus menginap lagi karena tadi drama dimulai lagi oleh anak kembar sang duda, Yang menangis ketika bella akan pulang dan bujukan maut mereka pun melemahkan bella yang tadinya kekeh ingin pulang ke kosan nya
" Ena au itu ommy ( Rena mau itu mommy)" Ucap rena pada bella, " eno uga au ( Reno juga mau )" Ucap reno, Bella dengantelaten melayani rena dan reno
" Aku juga mau" Ucap adam dan itu berhasil menarik perhatian semua orang yang ada di meja makan
" Om juga mau!" Tanya Bella lalu di angguki oleh adam
Wijaya, Wulan, Sarah dan Devan tercengang melihat seorang Adam begitu manja wulan sang mama pun tidak tau kalau anak nya itu bisa bertingkah seperti itu
" Kenapa!" Tanya Bella melihat ke arah semua orang, " kalian!" Tunjuk sarah pada kakanya dan bella, " Ya, Kita sudah resmi" Ucap adam pada semua orang, Lalu adam mendapat pelototan dari sang mama yang masih belum mengerti ucapan anak nya itu
Lalu adam menghela nafas dan " Bella sudah resmi jadi calon mantu papa dan mama" Ucap adam, Wijaya dan Wulan saling pandang lalu
"Alhamdulillah" Ucap ke duanya sambil tersenyum bahagia begitu pun Sarah dan Devan
__ADS_1