
di bandara kota S sekitar 12 orang pria berseragam yang berjalan seperti melingakari seseorang di dalam lingkaran itu..grombolan 12 pria itu menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung bandara...
" Daffa ku serahkan Samuel dan jaki..biar ku urus ular betina itu" ucap Reyhan sambil melangkah ke parkiran..
" tidak usah khawatir kak..aku juga punya dendam sama jaki karena dia sudah bisa membuat ku sibuk beberapa tahun ini dengan merusak sistem prusahan ayah dulu" ucap Daffa
Meraka pun tiba di mobil jemputan masing2 Daffa dan Reyhan berpisah karena beda jalur jadi bawahannya pun terbagi 2..
" nyonya saya ikut tuan Daffa....Edi dan Iko pergi dengan tuan reyhan.saya tidak bisa banyak bersuara nyonya karena tuan Daffa bisa curiga .saya sudah memberi nomor nyonya dengan Eko dan Edi" isi pesan pria suruhan marliana.
mata Mariana membulat dan disitulah marliana memikirkan rencana hingga pesan singkat masuk di ponsel marliana.
marliana pun tersenyum puas ketika membaca. isi pesan itu dan berharap semua berjalan dengan rencananya...
" mi...suara Jeny memanggil mami hingga membuat penghuni lainya merasa terusik..
" ada apa Jen? ucap marliana.
" mami sedang apa? ucap Jeny bingung melihat gerak gerik maminya
" menyiapkan sesuatu untukmu" ucap Marlina
" maksud mami? ucap Jeny bingung.
Jeny pun lupa tunjuanya mencari mami marlian.
" nanti juga kamu lihat" ucap Marlina
" mami...tadi aku dapat ide mi tuk menyikirkan istri Reyhan" ucap Jeny
__ADS_1
" kamu ngapai sibuk menyingkirkan gadis bodoh itu" ucap marliana
" malu siapkan semua keperluan yang mama suruh.dan kita temui anak buah suruhan mami nanti" ucap marliana..
"mba saya mau keluar sebentar boleh kan.saya ingin jalan-jalan bosen dirumah terus" ucap mariliana minta izin dari kepala pembantunya
" silahkan nyonya karena kami tidak bisa melarang nyonya dan nona tapi.saya minta nyonya dan nona jangan pulang larut.sebelum tuan datang nyonya dan nona harus sudah di rumah" ucap kepala pelayan itu.
" pergi saja kalian kalau perlu tak usah kembali" dalam hati pembantu yang melihat percakapan marlianan dan kepala pelayan.
" baik pak Lin..saya keluar dulu" ucap Marlina..
Marlina pun pergi meninggalkan rumah itu dengan supir yang ada di rumah itu.di sebuah pusat belanja yang sangat megah.marliana tak terpesona beda dengan Jeny yang sudah kalap sama suasana mall tersebut..
"dasar ini anak...kita kesini bukan untuk shopping tapi kita menemui seseorang" ucap Marlina saat sudah masuk ke dalam mall tersebut.
marliana berusaha membujuk supir itu agar tak mengikutinya.hingga marliana bisa bebas.dan kini sudah mencari sesorang yang sudah janjian.
" hai jaki" ucap marliana.
" nyonya marliana" ucap jaki sopan tak lupa jabatan tangannya
" bagai mana kabar bapak tua itu? ucap marliana ke jaki
" ia seperti itu nyonya...ini pasti nona Jeny ia" ucap jaki tersenyum ke Jeny
" dia siapa mi? ucap Jeny membisik
" dia orang kepercayaan Dedy bodoh mu" ucap marliana kesal
__ADS_1
" hah...Jeny masih ada Dedy mi? ucap marliana
" ia kamu kan sudah mami ceritakan kamu punya ayah yang sangat mami benci" ucap marliana.
Jeny pun terdiam sesaat hingga sebuah suara mengejutkannya.
" nona Jeny...non...nona Jeny..." ucap jaki
" maaf saya melamun" ucap Jeny
" jaki....kamu bersin pria ini..kalau bisa buat dia lupa ingatan.jangan kamu bunuh.saat ini dia menuju kesini sebelum apa yang dia cari ketemu .aku ingin kamu memberi kabar untukku" ucap Marlina
" Reyhan???? ucap jaki..
" ia pria itu adalah anak Kris Abraham....aku ingin kamu membuat dia lupa ingatan dengan kelurganya.dan beresin semua anak buah yang mengikutinya dan temukan anak buah ku yang sengaja ku suruh tuk jadi mata-mata di samping Reyhan...bawa anak buahku kembali..dan nanti kita bertemu lagi jika kerjaanmu beres" ucap Marliana
" baik nyonya...jaki pun tak lupa melirik Jeny..jaki yang masih membujang di usianya kepala 3 jaki dan Daffa hanya beda 3 tahun..
Marlina pun pergi meninggalkan jaki dan menemui supir nya itu..tak lupa untuk alasan Marlina masuk mall itu dan yang jelas sebuah makanan yang di beli Marlina dan Jeny untuk menutupi alasannya saja.
...****************...
...----------------...
...----------------...
maaf kan author ia jika jalan ceritanya tak bisa sejalan dan di bayangkan oleh renders semua...
novel ini masih awal dan author masih banyak belajar lagi...mohon dukungannya saja dan komentar dukungan agar author perbaikin walau tak bisa langsung🙏🙏
__ADS_1