Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
perasaan daffa


__ADS_3

Daffa yang kini sudah di suatu tempat.membuat seorang gadis itu sangat kesal dengan Daffa membawanya ke rumah.selama di perjalanan menuju rumah daffa.tidak ada sepata kata pun dari kedua manusia di dalam mobil itu.


hingga waktu terasa sunyi buat seorang gadis yang di bawa Daffa.


Ratih yang kesal akan daffa.namun Daffa hanya diam namun perhatian dengan Ratih.


sifat Daffa yang super dingin dan datar membuat Ratih tak mampu banyak berkata ketika di dekatnya.


" tumben kamu diam aja biasa kamu cerewet" ucap Daffa sambil melirik ke Ratih.


" lagi gak mood" ucap Ratih kesal


tak ada pembicaraan lagi dengan jawaban ratih.daffa yang tau bahwa gadis yang kini sudah menepati hatinya itu kini sedang kesal dengan ya.namun bukan Daffa namanya jika tak memancing suara Ratih agar mau berbicara dengannya.karena kecerewetan Ratih lah yang membuat Daffa menyukai Ratih.


" pak daffaaaaaaa.....bisa bawa mobil gak sih ingin membunuh aku apa??? ucap Ratih


" bisa buktinya ini" ucap Daffa yang langsung menambah kecepatan ya


" pak Daffa aku masih ingin hidup pak" ucap Ratih yang sudah berpegangan..sedangkan Daffa yang melihat Ratih mulai cerewet seperti biasanya langsung mengurangi kecepatan ya.


Daffa sengaja memutar jalan sedikit jauh dari jalan yang biasa dia lewati dengan Reyhan.


" kamu kenapa tidak banyak bicara seperti biasanya? ucap Daffa yang langsung menepikan mobilnya


" apaan sih pak.bapak itu ya kenapa sih tiba-tiba kerumah pake ngancem segala" ucap Ratih


*FLASHON*


" halo kamu di mana rat? ucap Daffa dari sebrang


" di rumah lah pak masa di mall" ucap Ratih ketus


" kamu itu kalau ngomong sama aku gak bisa kah gak jutek gitu? ucap Daffa

__ADS_1


" lah saya harus gimana pak Daffa Abraham ? ucap Ratih


Ratih dan Daffa entah mengapa sejak awal bertemu sudah bagai kan kucing dan tikus


" aku jemput kamu 10 menit lagi dan ingat aku tidak menerima penolakan? ucap Daffa yang langsung mematikan sepihak


Daffa yang sengaja ngomong begitu karena tak bisa ngomong lembut dengan wanita.namun di hati Daffa dia meretuki kebodohannya yang langsung mematikan telpon sepihak.


" kenapa aku mematikannya langsung.bodoh kamu Daffa sangat bodoh.padahal ingin mengajak untuk mengungkapkan perasaan tapi kenapa ku matikan haduuuhhhh" ucap Daffa yang langsung memukul kepalanya sendiri merutuki kebodohannya


" kenapa sih pak Daffa gila apa ia 10 menit emang jalanan bisa di tempuh 10 menit apa? jalan kaya punya ya sendiri aja" ucap Ratih ngomel


lima menit kemudian sudah ada mobil yang memarkir di depan rumah orang tua Ratih.


Ratih yang tak tau itu siapa hanya diam saja.namun ayah Ratih yang kebetulan ada di teras langsung menyuruh Daffa masuk namun di tolak sopan oleh Daffa.


" tunggu di sini biar om panggilkan Ratih dulu" ucap ayah Ratih


" baik om.saya tunggu dia di sini saja" ucap Daffa


" aku sudah di bawah cepat ku kasih waktu 3 menit untuk kamu bersiap jika lewat tau sendiri resikonya? isi pesan dari Daffa


Ratih yang mendengar suara telponya berbunyi langsung menyambarnya dan melihat isi pesan itu.betapa terkejutnya Ratih membaca isi pesan dari Daffa.


" dasar bos sialan emangnya aku ini siapanya sih.udah pake nyuruh ngancem lagi" ucap Ratih mengomel.


bersamaan dengan terima pesan dari Daffa di situ juga ayah Ratih mengetuk pintu kamar Ratih dan meminta Ratih menemui tamunya.


Ratih yang sudah tau dia bergegas mengganti bajunya dan langsung turun ke bawah.


Daffa sebelumnya sudah minta izin untuk membawa Ratih malam ini kerumahnya


setelah di izinkan ayah Ratih pun memanggil Ratih.

__ADS_1


" bisa gak sih pak gak pake ngancem" ucap Ratih yang sudah di hadapan Daffa


" kamu terlambat 3 menit" ucap Daffa


" hah" ucap Ratih


" yah mah Ratih jalan dulu" ucap sopan Ratih tak lupa Salim kedua tangan orang tuanya


" om Tante saya pinjam Ratih sebentar ia" izin Daffa sopan.


" ia hati-hati kalian berdua di jalan.salam buat orang tuamu ya nak Daffa" ucap Tante Desi


" baik tante.saya dan Ratih jalan dulu.assalamyalaikum " ucap Daffa berpamitan.


*flashoff*


Daffa yang tau akan ancamannya tadi sebenarnya merutuki kebodohannya yang tak bisa berbicara lembut terhadap wanita.


*BERSAMBUNG*


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


lanjut update ya guys mumpung lagi gak ada kerjaan hari ini...semangat jaga kesehatan ikutin protokol kesehatan

__ADS_1


jangan lupa like.komen dan masuk ke keranjang favorit...


mohon komentar dukungannya ya guys agar author bisa update terus..🙏


__ADS_2