
" Mas, tunggu." ucap olive bersusah payah menghentikan langkah reyhan
" Ada apa sayang ? ucap reyhan yang menghentikan langkahnya saat mendengar suara teriakan olive.
" Mas, bisa gak jangan pergi hari ini?" ucap olive yang sudah merangkul tangan kekar suaminya.dengan mimik wajah yang sedikit khawatir.
" Ada apa?" Reyhan melihat wajah olive yang seperti gelisah.
" Gak apa mas, hanya saja perasaan olive gak enak aja." suara olive terlihat sendu.
tanpa olive sadari,senyum manis yang terukir di wajah pria tampan itu dengan telapak tangan yang mengelus lembut rambutnya.
" Sudah, itu hanya perasaan mu aja. mas harus pergi kerja ada yang mas urus, kamu jangan kemana-mana jika gak begitu penting." Reyhan mebelai rambut panjang olive sambil meninggalkan pesan.
" Kak ayo" ucap Daffa
" Mas pergi dulu, kamu hati-hati di rumah sama mami ia.titip Zidan" Reyhan mengecup kening olive seperti biasa.dan berlalu pergi menuju mobilnya untuk meninggalkan rumah besar itu.
Olive masih berdiri di tempatnya, sedangkan Reyhan dan Daffa sudah pergi bersama 2 mobil hitam lainya.
Setelah Reyhan pergi, olive masuk kedalam rumah.fikiran olive mulai tak tenang sedari tadi, rasa gelisah itu pun menghampiri hati dan fikiranya.
Malam hari olive yang masih tak tenang itu, begitu gelisah hati dan fikiranya berkecambuk. namun percuma untuk melarang Reyhan pergi. olive merasakan kegelisahan itu sejak Reyhan memutuskan untuk pergi beralasan karena pekerjaan penting,
Namun tidak dengan Reyhan yang tidak merasakan apa-apa ketika ia pergi meninggalkan istrinya dengan wajah khawatir, dan disini lah bencana Reyhan dan 2 mobil yang mengawalnya ketika sampai di kota yang menjadi tujuan Reyhan dan Daffa.
Di sisi lain anak buah Marlina tiba-tiba memberi informasi baru kepada Marlina tentang aktifitas reyhan yang keluar rumah dengan pengawalan 2 mobil sekaligus, marlina sangat terkejut dan langsung memerintahkan anak buahnya yang sudah ia wanti - wanti saat itu tiba, ia menepatkan 3 orang yang sengaja ia bayar untuk mengikuti kemana arah tujuannya.
__ADS_1
Marlina yang sudah menyusun rencana ternyata tak sesuai dengan keinginannya.marlina berusaha cari cara agar bisa membalaskan dendamnya terhadap Reyhan.
Di bandara kota J pesawat Reyhan sudah siap dan beberapa pengawal Reyhan yang di bawa pun sudah stay di lokasi, namun tanpa di sadari oleh Reyhan dan Daffa ada beberapa anak buah mereka yang di tukar oleh anak buah Marlina yang saat ini menyamar menjadi bawahan mereka berdua.
Semua pengawal itu menunggu kedatangan tuanya setelah melihat tuanya telah memasuki lobi bandara, mereka pun, langsung mengikuti langkah kaki Reyhan dan Daffa menuju pesawat pribadinya.
Salah satu pengawal gadungan itu memberanikan diri bertanya dengan salah satu pengawal asli Reyhan, tanpa memperhatikan dan rasa ragu, pengawal itu pun memberi tahu tujuan Reyhan dan daffa , namun tidak semua pengawal itu tau tujuan intinya.
Setelah mengobrol dengan beberapa pengawal itu, pengawal gadungan itu pergi tuk bersembunyi sesaat hanya untuk memberi tau arah tujuan Reyhan dan Daffa ke Marliana.
"brengsek,,,." teriak marliana keras dan membanting semua benda yang tertata rapi di atas meja riasnya.
" Mereka menuju kota ini, apa jangan-jangan Reyhan sudah mengetahui keberadaan ku. apa mereka mencari ku sampai ke kota ini marliana?" marliana berbicara dengan dirinya sendiri
" Ada apa mi..malam-malam mami bete begitu?,
" Apa jangan - jangan mami membayar orang yang gak becus lagi?" timpal jeni lagi ia berjalan mendekati kursi di kamar itu membawa cemilan keripik kentang.
" Reyhan dan Daffa menuju ke kota ini, sekarang rencana kita tak bisa berjalan jika mereka sudah mengetahui persembunyian kita." ucapan marliana sedikit khawatir tentang kabar dari anak buahnya.
" Jadi, gimana dong mi?" Jeny yang tak bisa berfikir itu hanya sibuk dengan cemilan nya.
" Anak buah mami ada yang menyamar Jeny?" ucap marliana,dengan masih mondar - mandirnya
" Iya sudah, suruh aja, mereka bikin ulah hentikan mereka sebelum mereka sampai kesini. gitu aja koq repot" ucap Jeny asal lagi sambil memasukan cemilan itu ke dalam mulut nya.
Marlina pun berfikir keras untuk menghentikan langkah Reyhan dan daffa, sangking bingungnya Marlina tak mampu lagi memikirkan cara Selain mencari tau keberadaan Samuel dan jaki kepada beberapa orang kepercayaan Samuel.
__ADS_1
Otak Marlina sangat tak bisa berfikir saat ini, karena Reyhan saat ini menuju ke kota tempatnya bersembunyi, sebelum marliana melancarkan semua rencana jahatnya ke Reyhan dan keluarga abraham. keadaan marliana saat ini sangat kebingungan setelah mendengar apa yang di ketahui oleh anak buahnya.
" Kemana lagi ini Samuel sialan." dengan susah payah marliana menahan geram dan kesalnya saat menghubungi nomor Samuel berdering namun tak terangkat.
" Dasar tua Bangka sama sekali gak bisa di andalkan." kesal marliana.
"Kalau bukan Jeny anakmu gak mau aku berhubungan denganmu." omel marliana dengan sedikit menahan nada emosinya.
Tiba - tiba sesaat marlianan terdiam berfikir hingga beberapa detik terakhir kemudian, ia terfikir mencoba chat pesan anak buahnya dan mencoba mencari cara menghentikan Reyhan agar gagal memasuki kota ini.
Marliana sedang sibuk dengan fikiran nya sendiri, sedangkan Jeny tak tau harus bagai mana,sifat manjanya dan angkuh itu membuatnya tak bisa berfikir apapun.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
mohon maaf ia jika masih banyak typo yang belum rapi.dan jika jalan ceritanya gak kesambung bisa komentar koq.author maklumin aja karena banyak kesalahan
author hanya manusia biasa gak sempurna masih memperbaiki terus tulisannya dan mohon comentar dukungannya ia guys ๐
tanpa kalian author gak bisa memperbaikinya nanti๐
__ADS_1