Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
Bab 9


__ADS_3

sarah dan mama wulan menoleh kebelakang melihat siapa orang yang tengah tertawa melihat kelakuan bella dan dua anak kembar yang tengah asik dengan dunianya sendiri, sarah yang tau siapa yang berdiri dibelakangnya itu langsung menghampiri dan menyapa nya


"udah dari tadi" tanya nya pada maya yang tengah melihat bella, den membawanya duduk bersama sang mama


"mah kenalin ini maya temen sarah dan ini riki pacarnya" ucap sarah yang kini memperkenalkan keduanya pada sang mama


"siang tante" saut maya dan riki bersamaan dengan mencium tangan mama wulan


" iya siang" jawab mama ulan pada keduanya


" bi buatin minuman ya" ucap mama wulan yang melihat Bi inah yang tengah asik melihat cucunya itu, dan Bi inah pun mengangguk


mata maya tidak lepas dari bella yang belum menyadari keberadaan nya, dan seketika matanya berhenti melihat perban dikaki kiri milik bella dan menoleh ke arah sarah yang ternyata sarah pun menoleh pada maya, dan maya juga melihat ada luka diujung bibir sarah ia pun langsung menghela nafasnya, dia kira itu masalah kecil tapi ternyata tidak sekecil yang maya kira apa lagi melihat luka yang ada pada bella dan sarah


bella pun menoleh kesekumpulan orang yang tengah berbincang matanya tertuju pada wanita yang membuatnya berteriak


"bebyyyyy"teriak bella yang mengaget kan semuanya termasuk rena dan reno yang tengah kelelahan habis berjoget


mama wulan yang mendengar teriakan bella hanya mengelus dadanya pelan, mama wulan tau gimana tingkah ajaib bella karena semalam ia mendengarkan cerita sarah yang membicarakan bella dan pertemuan nya dengan bella


dan ya kini bella berlari dengan kaki pincangnya menuju tempat duduk maya dan diikuti dua anak kembar yang sejak tadi mengikutinya itu


"astaga bell kamu tuh bisa ngga sih kalo dirumah orang itu harus sopan" ucap maya yang geram Dengan tingkah bella dan membantu bella berjalan ke kursi


"utuk. . utuk .. utuk aduh marah aja bu haji" kekeh bella pada maya yang tengah sebal dengannya itu


"cepat tua loh buuuu" ucap bella yang menggoda maya


"eh anak cantik dan ganteng udah ngantuk ya" saut bella yang kini memperhatikan anak kembar itu, karena sejak tadi keduanya selalu menyentuh mata dan selalu menguap


"mayang, mira bawa Rena Sama reno kekamar, mandiin dulu lalu langsung tiduruin" ucap mama wulan yang menyerahkan keduanya pada pengasuhnya


" nda au (ngga mau) " ucap rena dan reno menggeleng dan memegangi tangan bella yang sudah duduk dikursi


" eh kenapa" tanya bella yang kini mengangkat keduanya ke atas kursi

__ADS_1


"au ini (mau disini) " ucap keduanya sambil menatap bella dengan mata berkaca-kaca,


bella yang mengerti pun menjawab


"tidur dulu oke nanti kita main lagi ya, tuh liat matanya udah merah pasti udah ngantuk kan" ucapnya pada kedua anak itu sambil mengusap kedua sudut mata mereka


"tante ngga akan pulang ko" ucap bella meyakinkan keduanya


lalu dengan ajaibnya rena dan reno mau pergi tidur siang Dengan sang mba nya ketika sudah mendengar apa yang mereka ingin dengar dari bella, bahkan kedua pengasuh keduanya pun ikut takjub ketika anak majikannya itu langgung luluh dengan orang yang baru beberapa kali mereka temui


perlakuan bella pada kedua anak itu di anggap aneh oleh kedua sahabatnya karena sangat jarang melihat seorang bella yang mereka kenal menjadi lembut seperti itu, tapi lain lagi dengan sarah dan mama wulan yang entah apa yang baru saja mereka lihat, kedua cucunya yang sangat aktif dan susah diatur itu malah menurut Dengan bella yang notaben nya orang luar


tapi seketika hati wanita parubaya itu menghangat dan menatap bella dengan rasa kagum, ia bisa meluluh kan kelakuan nakal cucunya "apa adam juga bisa ia luluh kan" batinnya berbicara saat melihat bella, yang kini sedang berbicara pada teman-teman nya


"tante ke dalam dulu ya" sela mama wulan pada keempat anak muda itu dan berlalu pergi meninggalkan mereka


Dan mereka pun melanjut kan perbincangannya


" lu beneran ngga apa-apa bell" ucap maya yang kini merasa kasian dengan Sang sahabat


" gimana bell tukang cilok nya udah dapet" sela riki yang mencairkan suasan anatara maya dan bella


"ngga ada yang genteng ki.. ada yang mendingan lah masa gua yang cantik ini mau di jadiin Bini ke empat nya" jawab bella menanggapi candaan riki dengan terkekeh


"wah gila lu mau dikasih makan apa tuh" ucap riki yang kini tertawa mendengar celotehan bella


"tau gua .. mending cari satu gratis satu lagi aja deh hahaha" ucap bella yang kini tertawa ternahak-bahak


sedangkan sarah yang dari tadi hanya diam tidak mengerti apa yang kedua orang yang ada didepan nya itu bicarakan, dan maya yang melihat raut wajah sarah yang bingung belihat tingkah laku pacar dan sahabatnya itu hanya menghela nafasnya


" jangan mulai deh bee" tegur maya pada sang kekasih dan sahabat gilanya itu


dan keduanya saling pandang dan tertawa


" apa tuh satu gratis satu?" tanya sarah penasaran

__ADS_1


" mba jangan ikutan deh" ujar maya yang kini menatap sarah


"lah kenapa mba juga mau tau may" kekeh sarah yang memaksa ingin tau inti pembicaraan mereka


"mba mau tau aja apa mau tau bangetttt" ucap bella yang kini menggoda sarah


"bellla ihhhh" teriak sarah geram dengan godaan bella


" itu duda mba" jawab maya menyela pembicaraan sarah dan bella


"duda apaan" tanya seseorang yang kini berjalan menghampiri mereka berempat


"papa udah pulang" tanya sarah yang melihat sang papa dadi halaman belakang


"iya ini baru sampe.. tadi kenapa dengan duda" tanya papa wijaya pada keempat orang itu


"ini om bella lagi nyari duda" jawab riki


sekarang semua mata melihat kearah bella kecuali maya dan riki yang sudah tau rencana gila bella, dan bella hanya tersenyum memperlihatkan giginya yang rapih


"seriusan bell?" tanya papa wijaya pada resepsionis kantornya itu


" yakin kamu bell?" kini sarah yang menimpal ucapan sang papanya, dan bella hanya mengangguk


"mau di kenalin ngga bell sama duda tapi anak nya dua" tanya papa wijaya pada bella


"papa" ucap Sarah yang tau maksud sang papanya itu


" boleh om.. jadi ganti deh"saut bella


"apanya bell?"tanya riki yang menyimak pembicaraan antara papa wijaya dan bella


"sekarang bukan satu gratis satu, tapi satu gratis dua hahaha" jawab bella tertawa dengan sangat kencang, dan papa wijaya pun ikut tertawa mendengar ucapan bella


sedang kan ketiga orang yang mendengarkan mereka berbicara dan tertawa itu hanya menggeleng kan kepalanya melihat sahabat dan pak wijaya, seolah sangat klop dan memiliki pemikiran yang sama menurut mereka, dan dari dapur mama wulan yang mendengar pembicaraan suami dan bella hanya ikut menggelengkan kepala dan tersenyum ketika bella mampu membuat suasna dirumah ini menjadi lebih berwarna dan hangat secara bersamaan

__ADS_1


__ADS_2