
" kamu dapat dari mana ini tom? ucap Reyhan
" dari penyelidikannya tuan Daffa bos.saya di kasih oleh tuan Alex katanya untuk bos Reyhan"
" sepertinya benar Marlina ibu kandung jeny.pantas aja setiap masalah yang terlibat dengan Jeny selalu ada marliana" batin Reyhan setelah melihat isi benda kecil yang di berikan oleh asisten tomi
Reyhan pun terdiam dan memperhatikan hingga habis.reyhan pun mulai memahami mengapa Jeny sangat ingin menghancurkan keluarganya
"tom.sepertinya kamu harus kerja extra mulai hari ini" ucap Reyhan tanpa melihat wajah asisten Tomi yang terkejut.
" hah..sepertinya apa yang ku takutkan semalam terjadi juga" asisten Tomi yang hanya bisa terdiam dalam terkejutnya.
" baik bos" ucap asisten Tomi
"oh ia Zidan dan olive tadi mau kemana? ucap Reyhan
" tuan muda Zidan tadi hanya bilang ingin mengajak nona olive jalan-jalan saja sepertinya hanya di sekitar lingkungan rumah aja bos" ucap asisten Tomi
__ADS_1
" awasi tuan muda mu dan istriku" ucap Reyhan sambil menaruh sesuatu kedalam laci
" baik tuan" ucap asisten Tomi
Reyhan yang masih di dalam ruangan kerjanya sedangkan Tomi sudah pergi meninggalkan Reyhan sendiria.
Reyhan tiba-tiba teringat sesuatu langsung mengambil telpon genggamnya dan menghubungi seseorang yang ada di sebrang sana.
Reyhan yang amat kesal karena dari pria yang dia hubungi belum juga menemukan diama pria yang dia cari saat ini.
sedangkan pria yang di carinya sudah bersembunyi di suatu tempat yang sangat tak bisa di jangkau oleh siapa pun dan hanya dia dan orang-orang tertentu yang mampu melewati daerah itu.
anak buah Reyhan yang berusaha mencari dengan mengerahkan anak buahnya keseluruh penjuru yang jadi tempat incaran reyhan.dan hampir semua lokasi yang ada anak buah Reyhan dan Daffa tak menemukan keberadaan Samuel sedangkan salah satu anak buah Reyhan ada yang melihat keberadaan Jeny.
namun tak berani ambil resiko jadi anak buah Reyhan hanya bisa mengawasi saja dari kejauhan jika itu benar wanita yang di cari oleh tuanya.lanhsung akan memberi tahu jika mereka menemukan persembunyian Jeny dan marliana.
" kamu keluar lagi Jeny? ucap marliana
__ADS_1
" aku hanya bosan my di rumah terus sedangkan tuan Robert juga tidak melarang kan" ucap Jeny dengan santainya meletakan bokongnya di sofa
" kamu tau kan jika kita belum sepenuhnya aman Jeny" ucap marliana
" tapi my aku bosan dan hanya berjalan-jalan saja aku di lingkunga. sini masa gak boleh sih my.lagian gak mungkin juga kan anak buah Reyhan ada sampai sini" ucap Jeny cuek
" kamu tau kan anak buah mama ada di kota J bilang Reyhan sudah mengerahkan semua anak buahnya" ucap marliana.
" apa rencana mami sudah ada? ucap Jeny
" kamu tenang saja aku akan cari cara untuk membuat Reyhan lupa akan keluarganya.kamu harus menurut jangan keluar.mami masih mencari sesorang untuk menjebak Reyhan dan membuat dia celaka dulu.jika dia tidak mati baru kita harus membuat dia lupa akan keluarganya di kota J" ucap marliana yang sudah menyusun rencana untuk mencelakai Reyhan
" Mami ingin mencelakai Reyhan ? ucap Jeny
" ia harus kita buat Reyhan kecelakaan namun tidak mati jeny.kamu ini bodoh atau bagai mana sih" ucap marliana menahan kesal terhadap Jeny.
" bagaimana mi mami mau mencelakai Reyhan.mami tau sendiri Reyhan bukan tipe pria yang mudah di bodoh mi? ucap Jeny sukses membuat sang mami terdiam
__ADS_1
" Hem...benar juga kata mu.tapi ada cara.dengan menipulasi teman kerja nya" ucap marliana tersenyum licik
marliana sedang sibuk menyusun rencana untuk menjebak Reyhan agar mau meninggalkan kota J dan menjebaknya di kota lain.dengan memanfaatkan kekuatan Robert pria yang menolongnya.