
setelah selesai makan bella sudah kembali bekerja ditempatnya, begitu pula dengan adam ia kembali disibukan dengan berkas-berkas yang tadi ia tinggalkan
---
diruangan sarah, iya juga kembali dari ruangan kaka nya dan kembali berkerja
tok tok
"ya masuk" saut sarah dari dalam ruangan nya
"bu ada yang mau bertemu" ucap sang asisten
" ya suruh masuk aja lun" teriak sarah
" silakan masuk pak" ucap luna asisten sarah pada laki-laki yang mau bertemu dengan sarah
laki-laki itu masuk, dan tersenyum ketika melihat sarah yang masih sibuk dengn komputer didepannya sehingga mengabaikan tamu yang sudah berdiri sejak tadi
" permisi bu" ucap laki-laki itu sambil tersenyum
namun sarah hanya melirik dan kembali melihat laporan yang ada di komputer nya, tapi kedua matanya langsung terbuka lebar dan kembali menatap laki-laki yang sudah berduri didepan meja kerjanya,
"devannnn" teriak sarah lalu langilung berlari memeluk laki-laki yang bernama devan itu
devan hanya tersenyum dan membuka lebar kedua tangan nya ketika sarah memeluk nya, badan besarnya terhayung ke belakang karena ia kaget sarah tiba-tiba meloncat ke arahnya
"hahaha.. biasa aja kali" ucap devan pada wanita pujaan nya sambil mengusap bahu sarah
" ihh .. kan kangenn" saut sarah yang kembali merapatkan pelukannya
" iya iya " pasrah devan
" kenapa ngga bilang sih kalau kamu mau pulang" tanya sarah sambil melepas pelukan nya, dan menarik devan untuk duduk di sofa
" kan kejutan sayang" jawab devan sambil tersenyum manis pada sarah
Devan adijaya adalah putra dari sahabat papa nya sarah, namun devan dan sarah itu adalah pacaran mereka menjalin kasih semenjak sma hingga sekarang, karena hubungan mereka lah kini kerja sama antara dimatra dan adijaya selalu terjalin baik, walau pun diluar dari hubungan mereka berdua keluarga kedua nya masih akan selalu baik
Devan adalah seorang pengacara terkenal, iya baru pulang dari inggris setelah menyelesaikan kasus di sana, iya juga seorang putra tunggal dari keluarga adijaya
kini keduanya saling bercerita hingga melupakan waktu, ntah apa yang dibahas tapi itu cara mereka menuntaskan rasa kangen dengan saling berbicara dan tertawa bersama
" hahah masa sih?" tanya devan yang tidak berhenti tertawa ketika mendengar cerita sarah
__ADS_1
"iya .. ya ampun aku jadi ngga sabar deh pengen punya kakak ipar hehee" ucap sarah
" ya sabar dong kan mereka juga lagi proses pendekatan" saut devan
" iya .. eh kamu balik cuma lagi libur aja?" tanya sarah menatap wajah tampan devan
" ngga" jawab devan sambil tersenyum lalu
cup cup
ia mencium bibir sarah sekilas lalu kembali tersenyum
"aku suka wajah penasaran kamu ini" ucap devan sambil mencubit hidung sarah
" iss .. kamu ih kesel deh" ucap sarah cemberut
" hahaha. .. iya iya, ngga ko yang aku bakal menetap disini, lagian ayah juga mau aku buat nerusin perusahaan nya" jelas devan sambil memeluk sarah
" asikkkk" teriak sarah dan membalas pelukan devan pada nya
pembicaraan mereka tidak berhenti disitu, mereka masih membahas soal hubungan mau pun soal pekerjaan
---
keruangan adam, sekarang kedua asiatennya sudah duduk didepan meja kerja adam, mereka berbicara dengan serius
" baik pak" jawab keduanya
" maaf pak, tadi saya dapat kabar" ucap andre namun pembicaraan nya terpotong ketika andre melihat masih ada arya yng duduk disamping nya, namun adam hanya mengangguk, menyuruh andre terus berbicara
"semua nya memeng benar perbuatan orang itu, dan sekarang mereka juga sedang mengintai nona bella pak, karena beberapa hari yang lalu mereka melihat bella dengan sarah" ucap andre menjelaskan
" terus lanjut kan ndre, dan suruh orang biat ikutin bella kemana pun" geram adam dengan nada marah
sedang kan arya yang dari tadi mendengarkan pembicaraan kedua orang itu hanya diam, sambil menatap andre dan juga adam, namun adam menyadari kebingungan sang asisten ayah nya itu,
" andre kamu jelaskan semua nya pada arya" ucap adam pada andre
" yang mana" tanya andre
" semuanya" jelas adam, lalu ia masuk kedalam kamar istirahatnya
lalu diangguki oleh andre, andre pun mulai menjelaskan semuanya dari siapa itu dirinya hingga siapa sebenarnya adam, namun ketika baru setengah cerita ia harus berhenti
__ADS_1
" kenapa lu cerita disini?" tanya adam yang bingung ketika melihat kedua asistennya masih bercerita diruangannya
" loh tadi kan lu suruh gua cerita ke dia" ucap andre menunjuk ke arya, dan arya pun mengangguk
adam pun menghela nafas nya, dan melirik ke arah jam tangan mahalnya lalu menatap kedua orang yang kembali bercerita itu, sambil mengambil ponsel nya
" gua pulang dulu ya" ucap adam sambil berjalan meninggalkan andre dan arya yang kini menengok kearah adam yang meninggal kan mereka, kedua nya saling pandang dan
" lebih balik kita juga pulang yuk" ajak andre yang beranjak dari duduk nya, namun tangan nya ditahan
" nanggung ceritanya" ucap arya yang penasaran
" ya nanti gua ceritain lagi tapi sekarang sudah jam pulang" ucap andre lagi
" oke" jawab arya yang mendahului andre
---
dilobi kantor, sedang ada seorang yang bertanya dengan nada marah ke arah dira dan bella
"dasar bodoh, kamu tau siapa saya ngga sih" tanya seorang wanita itu dengan nada marah
" maaf ibu kami ngga tau, terus ibu juga mau cari siapa?" ucap bella yang masih menahan emosinya, sedangkan dira ia hampir menangis, karena sejak tadi wanita itu marah-marah ngga jelas padanya
ya bella setelah dari toilet ia sangat kaget ketika melihat rekan kerja nya dibentak oleh wanita yang entah lah itu, namun bukan nya selesai kini malah bella juga menjadi amukan wanita itu
" kalau kerja tuh yang bener dong, sudah digaji tapi kerjaan nya ngga becus" teriak wanita itu
" kami kerja benar ko bu, dan kami tanya ibu ada keperluan apa, terus mau cari siapa, dan ini pekerjaan kami disini bu" ucap bella panjang lebar
dan kejadian itu membuat banyak kerumunan, karena bertepatan juga jam kerja sudah selesai, dan banyak karyawan yang berhenti untuk melihat itu, dan banyak juga karyawan lain membantu bella dan dira namun tidak ada dari satu pun yang membantu keduanya mendapat jawaban pasti dari wanita itu, yang ada mereka juga kena marah oleh wanita itu
'astaga sabar bella, sabarr' gumah bella sambil menahan emosinya
" ngomong apa kamu" tunjuk wanita itu pada bella, ia sekilas mendengar gumahan bella
" ngga ada bu, jadi gimana ini bu, ibu mau cari siapa, dan kebetulan hampir semua karyawan disini sudah banyak yang pulang, kalau ibu masih membuat pekerjaan kami tertahan, takut nya orang yang ibu cari sudah pulang duluan" tanya bella panjang lebar sambil tersenyum pada wanita itu
lift terbuka kini adam keluar dan melihat banyak orang didepan meja resepsionis, ia pun melangkah untuk melihat ada apa di situ, disusul juga andre dan arya dibelakang adam, mereka pun juga mengikuti langkah adam menuju kerumunan itu
namun belum sampai ia di depan meja resepsionis, ia melihat wanita yang ia kagumi itu sedang berbicara dengan wanita yang tidak ia kenal dengan nada yang sedikit tegas, dan adam melihat guratan emosi dari wajah bella, ia hanya tersenyum dan menrobis kerumunan orang
" gimana bu" tanya bella lagi
__ADS_1
wanita itu hanya melihat sekitar dan menatap marah bella
" gara-gara kamu saya jadi tontonan orang, kalo ngga mau kasih tau bilang dong, ini malah buang- buang waktu orang ihh" gerutu wanita itu menunjuk kearah bella, sedang kan dira berdiri di belakang bella