
Dimas berjalan sambil menyeret tubuh jaki yang sudah tak bernyawa itu, pukulan dan hantaman dari Dimas mampu melumpuhkan total tubuh jaki.
Iya sifat brutal Dimas saat itu menguasaai dirinya, hingga tak mampu Dimas kontrol setiap
pukulan dan hantaman tepat mengenai di beberapa tubuh jaki, dan leher jaki pun tak luput dari incaran Dimas, Dimas yang tak bisa mengontrol itu langsung memutar leher jaki hingga tak mampu lagi jaki mempertahan kan tubuhnya, hinggamembuat jaki tak bisa lagi selamat.
"Maaf tuan saya terlambat,,karena,,,ini." dimas menyeret tubuh jaki dan menghempaskannya ke hadapan Samuel, samuel yang duduk gelisah dengan tangan yang sudah terikat sempurna kebelakang.
Mata Samuel terpaku melihat tubuh jaki yang sudah terbujur kaku di hadapannya dengan darah yang masih segar menyelimuti wajah jaki
" Bocah tengil sepertimu, apa kamu kira aku takut, kamu hanya bocah , yang baru kemarin mengenal dunia luar." suara Samuel menahan emosi.
" Wah..."hanya senyum sinis yang terukir di senyum Reyhan,
Mata Samuel menatap tak suka,." kamu kira aku akan takut dengan caramu begini." suara lantang Samuel yang kini wajahnya sudah di takup oleh Reyhan,
" Oh,,,ia,,,sepertinya pak Samuel harus mengingat lagi,,,apa yang anda lakukan dulu!
apa perlu ku bantu" Reyhan melanjutkan. ucapannya,
" Daffa,kamu sudah membereskan semua perusahan Samuel?" Reyhan menghempaskan wajah Samuel hingga terjatuh kesamping
" Sudah,tinggal tunggu kabarnya aja"
" Bagus....oh....ia tuan Samuel,Anda tau kan tentan nyonya marliana?"
"aku gak peduli dengan wanita ular itu" jawab Samuel
"oh..ia...sepertinya anakmu mungkin yang bisa menjelaskannya" tubuh Reyhan pun berbalik dan menjauhi Samuel sambil memberi peringatan,
"Kamu mau apakan?,jangan sentuh anak ku" Samuel sudah mulai terpancing,karena rasa sayangnya ke Jeny yang belum pernah ia tunjukan langsung,
" Ternyata benar,anda ayah biologisnya,ayah dan anak,yang sama sama ular berbisa,"
" Kamu ingat kematian istriku karena ulah kalian,dan aku akan membalasnya lebih menyakitkan dari apa yang kalian perbuat kepada istriku." bisikan Reyhan di telinga Samuel.
"Jika kamu ingin membalas,balaslah ke padaku,jangan ke Jeny,dia begitu mencintaimu," Samuel berusaha menegosiasi dengan Reyhan,
" Aku tidak mencintainya,dan apa yang kalian lakukan semua akan ku balas" jawab Reyhan datar
"Dimas,suruh anak buahmu bawa kedua wanita ular itu kesini ingat,tutup mata mereka,"perintah Daffa
"Baik tuan," dimas pun pergi meninggalkan tuanyanya,
.
.
.tak butuh lama untuk Dimas menjemput tahanannya itu,tuan Robert sudah mau bekerja sama dengannya,dan Robert pun membawa Jeny dan marliana menemui Reyhan dan Daffa,
saat memasuki ruangan itu,bau amis karena darah yang masih mengalir segar membasahi lantai marmer itu,
"Mereka di sini tuan" Dimas membisikin ke telinga Daffa,
__ADS_1
hanya anggukan dan tubuh Daffa berbalik mengikuti langkah Dimas,meninggalkan ruang itu,Daffa pun tersenyum sinis kepada Jeny dan marliana,keadaan kedua wanita itu sudah terluka banyak karena tergigit oleh tikus yang di lepas Reyhan waktu itu,
Daffa menarik kedua perempuan itu,dan melemparkan nya ke tempat Samuel,
" Apa yang kalian laku kan kepada mereka" suara Samuel mulai marah karena lihat tubuh Jeny yang sudah tak bisa lagi di bilang wanita bertubuh mulus,luka yang di tubuh Jeny jadi perhatian Samuel,
"Kan sudah ku bilang aku akan memberimu pembalasan yang lebih menyakitkan dari perbuatan kalian"
"Rey,,,lepaskan Jeny,siksa aja aku," pinta Samuel memohon,
" oh ia,sepertinya istrimu juga sudah tak bisa lagi bergerak?,dan Jeny sepertinya hukumanya itu sepertinya masih kurang." timpal Daffa
"Sakit...sakit..." rintihan Jeny yang hampir tak terdengar.
" Kalian apakan Jeny" Samuel yang mendengar rintihan itu menahan rasa amarahnya,
" Sepertinya 50 pria masih kurang,,,,," jawab Reyhan santai
"Apa,biadab kamu rey."Samuel tak mampu lagi menahan amarahnya
Reyhan yang di tatap amarah oleh Samuel,hanya tersenyum sinis,dan bicara santai kepada keluarga itu,yang membuat hidupnya dulu berantakan,dan di buat seperti lelaki bodoh,
"Kamu tau Jeny,ini yang pantas kamu dapat kan,kamu tak segan-segan menyingkirkan orang yang ku cintai,"
" Aku mohon Rey,lepaskan aku,aku sudah tak kuat lagi" rengek Lemah Jeny
"Ok,,,aku kan kabul kan,aku akan melepaskannya" saat ucapan Reyhan itu terucap mengabulkan permintaan Jeny,wajah Jeny dan Samuel tersenyum awalnya,
"Dor..."
"Dor..."
"Dor..."
marliana tak mampu lagi menahan tangisnya,melihat tubuh anak gadisnya sudah terbujur kaku tak bernyawa mata yang terbuka dan mulut yang terbuka tubuh Jeny berlumuran darah,
" Brengsek, kamu, Rey" teriak marliana dan disitu juga
"Dor..."
"Dor..."
tembakan ke arah kepala marliana,dan tubuh marliana langsung jatuh tekapar,
kini Samuel yang ingin teriak namun Samuel tau jika saat ini Reyhan tak bisa di ajak bicara,
" Bakar semua jangan di sisakan sedikit pun,"Samuel yang mendengar perintah Reyhan terkejut,ingin bicara namun sudah di lakban oleh anak buah Reyhan,
"Tak lupa Samuel di tembak mati oleh anak buahnya tepat di kepala dan jantung"
langkah kaki tuanya di ikuti anak buahnya yang masih hidup dan terluka,sedangkan yang mati mereka di bawa pulang oleh anak buah reyhan dan di makamkan di suatu tempat,di mana itu tempat kusus selama mereka tinggal di kota S itu,
.
__ADS_1
.
.
"Hallo mam?" Daffa sambil melangkah meninggalkan gedung yang berapi itu.
" Kamu sudah ketemu kakakmu daf?" kekhawatiran mamy nayfa membuat Daffa faham, langung menyerahkan telpon genggamnya ke Reyhan.
"Ada apa mam?"
"Reyhan" suara tangisan itu pun pecah,
olive yang mendengar mamynya menyebut nama suaminya langsung bangkit dan merebut telpon genggam itu,
" Nanti Reyhan telpon lagi ia mam" jawab Reyhan seperti biasa,dan memutuskan sepihak
"Hallo,mas" suara sambungan terputus, namun olive samar -samar mendengar suara Reyhan.
.
.
."Awas aja,kamu ia mas,kalo pulang tidur di luar" batin olive kesal, sambil meremas jemarinya.
Olive yang begitu merindukan suaminya hampir sebulan tak ada kabar,dan membuatnya menanggung rindu yang tak bisa di salurkan,
namun di tempat lain ada senyum yang terukir di wajah Reyhan tanpa di sadari oleh siapapun,
"Kakak, kak olive dia..." pertanyaan Daffa tak di lanjut saat melihat Reyhan yang sudah berlari menuju mobil itu,
" Terima kasih tuan Robert dan terima kasih tuan Ilham sudah mau bekerja sama dengan kami untuk membalas perbuatan mereka"
" Tidak ada apa tuan Reyhan,saya juga berterima kasih,untung saya belum meminang wanita itu,jika tidak,mungkin aku juga bisa jadi musuh tuan Reyhan abraham" jabatan tangan pun berakhir mereka pun berpisah mobil,
" Ilham"
" Iya tuan"
" kamu urus kerja sama ku ke perusahan Abraham"
" baik tuan aku akan mengajak tuan Reyhan berbisnis,nama perusahaannya kalau tak salah Scorpion grub"
" ia"
..
...----------------...
...****************...
...----------------...
...****************...
__ADS_1
Ayo...dong likenya...agar semangat authornya....komentarnya juga jangan lupa ia...
jangan lupa tanda cinta dan favoritnya agar tak ketinggalan,