Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
Bab 12


__ADS_3

hari sudah pagi dan sekarang bella sudah siap dengan setelan baju kerjanya, ya ia sudah harus masuk kerja karena tiga hari ia libur, sekarang disamping motor yang sudah terparkir di depan kosannya itu iya bersiap berangkat kerja dengan penuh semangat


"bell mau berangkat" tanya ibu kos yang sedang berdiri didepan rumahnya


"iya bu bella berangkat dulu ya assalamualaikum" ucap bella sambil menyalakan mesin motor trail kesayangan nya


"waalaikum salam"


Di perusahaan dimatra


bella yang kini sudah tiba diparkiran langsung disambut oleh saingan nya walau bella tidak pernah merasa begitu, tapi namanya juga bella orang lewat yang ngga ia kenal aja bakal di ajak bicara kalau dia sedang bosan


"enak ya libuarnya" sindir viona salah Satu karyawan yang sangat tidak suka dengan bella, ia bekerja dibagian perancangan


" eh ibu .. iya bu enak bangetttt" ledek bella menanggapi sindiran viona sambil turun dari motornya


" mentang-mentang dekat dengan wakil ceo lu libur seenaknya" cecar viona lagi


sedangkan bella yang sudah tau siap lawan bicaranya itu pun langsung bergegas pegi meninggalkan orang yang terus mencari gara-gara dengannya, dan sedangkan viona yang melihat bella sudah menjauh tambah kesal


sarah dan adam juga sudah tiba di perusahaan dengan menggunakan mobil yang sama karena mobil sarah masih di apartment nya, dan sarah tidak sengaja mendengar suara bella dan viona ya ia tau gimana mereka berdua ketika bertemu pasti seperti minyak dan air , dan hal itu juga diketahui banyak karyawan dikantor


bella yang kini sudah rapi mengenakan seragamnya sekarang sudah berdiri dimeja resepsionis Dengan penampilan ya selalu memuakau banyak mata, oleh kecantikan nya, adam, sarah dan diikuti oleh andre dibelakang mereka memasuki lobi kantor


"pagi pak bu" ucap bella sopan


"pagi" jawab andre yang terpanah dengan senyum manis bella


sedangkan sarah hanya mengedipkan sebelah mata pada bella dan dibalas hal yang sama oleh bella tapi itu disalah artikan oleh adam dan andre yang melihat kedipan mata bella, karena mereka tidak melihat sarah melakukan hal itu


"gila pagi pagi udah digoda sama resepsionis, ngga apa-apa sih apa lagi orangnya cantik begini" batin andre yang mengira kedipan mata bella itu untuk nya


"astaga ada-ada aja kelakun nih anak"gumah dalam hati adam, adam pun berpikir sama dengan andre apalagi ketika bella tinggal dirumah nya iajadi korban kegilaan bella yang terus menggoda nya, dan membuat nya susah untuk tidur karena ia menahan hasrat nya ketika belihat bella yang selalu berkeliaran dirumahnya dengan menggunakan baju yang menurut nya sangat menggoda

__ADS_1


dan kini ketiganya sudah diruangan masing-masing dengan mengerjakan tugasnya yang menumpuk apa lagi sarah yang absen selama tiga hari, lain lagi dengan adam yang kini harus menghadiri rapat penting dengan para pemegang saham


"selamat pagi pak" sapa arya yang melihat adam sudah memasuki ruanganya, Dan dijawab dengan anggukan oleh andre


"gimana apa sudah siap" tanya adam pada arya


"sudah pak lima menit lagi rapat akan dimulai" jawab arya


" baik lah.. apa dia juga hadir" lirik adam pada arya yang berdiri di hadapanya itu


"iya pak bahkan orang-orang yang mendukungnya pun ikut semua" ujar arya


setelah sudah hampir lima menit kini mereka bertiga menuju ruang rapat


ceklek ( pintu tempat rapat terbuka )


orang yang sudah hadirpun berdiri menyambut ceo mereka


"mulai" ucap adam yang kini sudah duduk dikursinya


Dikediaman dimatra


mama wulan sedang pusing karean sejak tadi pagi sikembar merengek ingin bertemu dengan bella, karena tadi pagi mereka dijanjikan akan mempertemukan mereka


" au ante ella ( mau tante bella )" rengek rena yang sedang menarik ujung dress wulan


"eno au ante ella uga oma ( reno mau tante bella juga oma )" ucap reno yang ikut menarik dress seperti rena


" iya nanti ya sayang" melirik suaminya yang masih asik dengan koran yang ia baca dan memalingkan wajah ketika sang istri meliriknya


" cekalang " teriak keduanya


wulan dan kedua pengasuh cucu nya kaget mendengar teriakan rena dan reno yang sudah akan menanis itu

__ADS_1


"sudah pergi saja mah.. sebentar lagi kan jam istirahat kantor" ucap wijaya yang tidak tega melihat cucunya


" baik baik .. mira, mayang kalian siapin keperluan mereka .. oke sayang kita tunggu mba dulu ya" ucap wulan yang mengalah


dan sikembar hanya tersenyum mendengar oma nya, setelah siap mereka pun pergi menuju kantor tempat bella bekerja


Ruang rapat


kini sedang tegang setelah mendengarkan rencana perusahaan untuk kedepannya, karena ada satu pihak yang menentang rencana yang diajukan oleh adam


" ini bukan nya terlalu berlebihan, tapi ini yang harus diterap kan bukan" ucap adam dengan santai nya sambil menatap orang yang menentang nya


"bukan berlebihan, tapi ini semua menentang apa yang selama ini sudah ada disini bukan" saut pria paru baya yang sedang menahan amarahnya


"itu kan aturan yang dibuat oleh pak wijaya dan sedangkan sekarang saya ceo kantor ini bukan pak wijaya lagi, jadi itu cukup buat saya menerap kan hal-hal yang menurut saya benar" jawab adam


"tapi ini merugikan banyak pihak" kekeh pria parubaya itu


"merugikan dibagian mananya" tantang adam pada orang itu


"adammmm kamu" geram nya dan kini ia berdiri sambil menunjuk sang ponakan


dan hening ketika orang tersebut mengeluarkan nada tidak suka pada rencana ceo baru nya itu


"pak farhan" tegur adam dengan suara beratnya yang sedang menahan amarah


beberapa saat lalu, sebelum adam memasuki ruangan nya ia mendapat kabar dari anak buah nya, bahwa orang yang menyerang sarah dan temannya itu adalah orang suruhan sang pamannya dan tepat dengan dugaan nya selama ini, apalagi iya sudah tau tentang rencana orang yang kini menatap nya dengan tajam


namun sebelum rapat selesai farhan pergi meninggal kan ruangan di ikuti sang asistennya, semua mata melihat guratan amarah di wajah adam dan itu membuat suasana diruangan menjadi sangat mencekam, dan lihat lah wajah-wajah yang adam kenali terlihat pucat ketika mendengar tekanan yang ia berikan pada orang yang selama ini selalu menekan ceo yang dulu itu, sampai orang seperti farhan pun tidak bisa melawan


" seorang pak farhan yang selalu dihormati di sini saja bisa beliau tekan, hem .. mungkin pak wijaya melakukan ini lebih awal karena ia tau gimana putranya, dan bisa membuat perubahan pada perusahaan" gumah arya dalam hatinya ketika melihat seorang farhan pergi dengan amarah


"rapat selesai .. ingat ini bukan hanya rencan tapi harus diterap kan, saya paling benci orang yang tidak setia .." teriak adam pada seluruh orang diruang rapat

__ADS_1


"dan ketika saya sampai tau muka siapa saja yang berkhianat jangan salah kan saya" lanjut adam menunjukan smirk nya sebelum meninggalkan ruang rapat di ikuti andre dan arya dibelakang nya


semua orang bergidik ngeri melihat smirk sang ceo baru nya itu, dan semuanya hanya menganguk patuh tanpa perlawanan


__ADS_2