
diruangan yang luas dan megah, ada seorang pria yang sedang disibukan oleh pekerjaannya, hingga dirinya lupa akan waktu namun konsentrasi nya buyar seketika karena ketukan dari luar ruangan
tok tok
"masuk" ucapnya dingin
dari luar terlihat seorang pria paru baya dan juga seorang wanita cantik dengan pakaian ketatnya tersenyum manis melihat pria yang sedang duduk dikursi kebesarannya
"ada apa ini?" tanya adam pada pria paru baya itu
"hemm .. begini dam, om mau aura kerja disini" jawab farhan seraya duduk disofa ruangan tersebut
"kenapa?" adam kembali bertanya
" om mau aura belajar, tentang bisnis, lagian kan ini bagus juga buat aura" ucap farhan sambil membanggakan anaknya
"terus?" saut adam dengan wajah dinginnya
" dan om mau aura kerja sama kamu, jadi sekertaris kamu dam, ya buat aura bisa belajar lebih banyak kalo ikut sama kamu kan" saut farhan
"om kira kantor ini buat mainan?" tanya adam, sambil menunjukan raut wajah geram nya
"ngga mana mungkin, ngga dam" jawab farhan
"ya kan kalau aura ikut kamu kan om bisa tenang, kalau aura kerja dibagian lain di kantor ini kan om jadi khawatir, tapi kalau aura ikut kamu kan, kamu bisa jagain aura"lanjut farhan menjelaskan
tok tok
dibuka lah pintu besar ruangan itu, terlihat andre berdiri didepan pintu dengan membawa berkas-berkas yang perlu adam kerjakan, andre berjalan melewati farhan dan aura sambil membungkuk untuk tanda menghormati
"pak ini berkas yang anda minta" ucap ander sembil menyerahkan berkas
" om lihat pekerjaan saya banyak, untuk sekertaris saya juga sudah ada, dan lagi saya bukan pengasuh atau tempat penitipan anak, waktu saya sangat penting, buat jagain bukannya anak om sudah besar jadi bisa kan jaga diri" ucap adam panjang lebar
"tapi kak aku kan masih belum paham kantor ini, masa kaka tega sih sama aku" saut aura menunjukan muka sedihnya
"terus kalau kamu belum paham disini, ngapain kamu mau bekerja disini" ucap adam dengan emosi
" bukan kah nona aura seorang model internasional kenapa mau bekerja disini" sela andre pada aura yang sedang duduk disamping sang ayah
---
Dikediaman dimatra
"sebentar lagi jam makan siang, mira mayang cepat siap-siap kita akan kekantor adam" ucap wulan
" baik nyonya " jawab keduanya
__ADS_1
mayang dan mira sedang bersiap-siap menyiapkan keperluan sikembar untuk ke kantor daddy merek, sedangkan wulan dengan begitu semamgatnya sedang menemani sang cucu yang sudah rapi sejak tadi, wulan begitu senang apa lagi ketika ia sudah tau anaknya akan memulai untuk mendapatkan mommy untuk kedua cucunya,
setelah semua beres kini wulan dan cucunya berangkat menuju kantor adam
---
Dilobi kantor
"aku kangen kembar" ucap bella
" anaknya pa adam?"tanya dira
bella hanya mengangguk, dan melihat ke arah luar kantor entah kenapa ia sangat kangen dengan kedua anak menggemaskan itu
'hehehe.. kangen bapaknya juga' gumah bella dalam hati sambil senyum-senyum ngga jelas
sedangkan dira yang melihat temannya itu senyum-senyum sendiri sejak tadi merasa aneh
" mba kenapa sih, jangan gitu deh dira takut tau" ucap dira sambil menggoyangkan lengan bella
" hehee"
" ihhh .. mba kenapa sih" tanya dira lagi
" hehe ngga apa-apa ko" saut bella
" oma ita au ke ante ya (oma kita mau ke tante ya)" tanya rena sambil melihat wulan yang berjalan disambingnya, dan wulan hanya mengangguk
"holee holeee ante ante" teriak keduanya
wulan dan kedua pengasuh rena, reno hanya tersenyum melihat kedua bocah itu berteriak dengan gembiranya
dilobi kantor
" permisi mba ruangan HRD dimana ya" tanya seorang pemuda pada dira
" ada dilantai tiga mas, mas nya mau melamar kerja ya" tanya bella
" iya mba, dan terima kasih" jawab pemuda itu sambil tersenyum pada bella dan pergi menuju ruangan HRD
rena dan reno berlari memasuki lobi kantor tapi mereka tidak berteriak karena tadi sebelum masuk mereka sudah diperingati oleh wulan, agar tidak membuat keributan
sekarang rena dan reno sudah berdiri disambing bella, tapi bella belum menyadarinya dan keduanya hanya tertawa sambil menutup mulut mereka dengan tangan kecilnya, sedangkan wulan yang sudah masuk dilobi, ia melihat kedua cucunya hanya tersenyum
"ante" ucap keduanya
bella yang merasa dipanggil pun menoleh, betapa terkejutnya iya ketika melihat kedua anak kembar yang sangat ia rindukan sedang memeluk kedua kakinya dengan erat,
__ADS_1
" kangenn" saut bella memeluk keduanya
"ya angen uga" ucap reno
---
sedangkan diruangan ceo kini suasana semakin memanas, karena farhan mau pun adam tidak mau mengalah andre yang masih setia menemani sang tuanya hanya bisa menghela nafas, apa lagi melihat pria paru baya dan anak nya yang tetap ngotot ingin dipekerjakan di ruangan adam itu
"pokok nya aura mau kerja sama ka adam disini" sela aura , yang mendapat kan pelototan tajam dari adam
" disini bukan taman bermain, kalau ingin bekerja disini silakan, tapi tidak di sini dan tidak dengan saya" tegas adam yang sudah sangat marah pada dua orang beda usia didepan nya itu
"ngga mau" tolak aura
"ya dam kamu pikirin lagi lah" bujuk farhan
" om mengerti ucapan saya kan" ucap adam menatap tajam ke arah farhan
" baik lah mungkin kaka masih harus berfikir dulu, nanti aku bakal kesini lagi, semoga kaka mau nerima aku" ucap aura dengan nada sedih
"ngga harus berfikir ini sudah keputusan mutlak jadi jangan pernah datang lagi kesini" saut adam menatap aura dengan geram
tapi seolah urat malunya sudah putus, aura berjalan ke arah adam
" ngga kaka pasti bakal nerima aku, bekerja atau pun menjadi pendamping hidup kaka" ucap aura dengan nada centilnya
" dimanapun mau itu dalam mimpi atau kenyataan itu ngga akan pernah terjadi, karena saya sudah dapat keduanya" ucap adam sambil tersenyum mengejek
tok tok
"addyy" teriak rena masuk kedalam ruangan adam
"addyy" teriak reno yang ada di gendongan bella
adam tersenyum ketika ia melihat wanita yang selalu ada dibenak nya itu, apa lagi ia sedang menggendong putranya dengan penuh hati-hati dan menunjukan senyuman manisnya
"dia yang akan berdiri disamping aku dan sekali pun jangan pernah berfikir untuk masuk dalam hidup ku dan keluarga aku, ini peringatan untuk kamu dan orang tua mu" bisik adam pada aura
farhan yang melihat wulan datang raut wajah nya seketika berubah, begitu pun wulan iya begitu terang-terangan menunjukan ketidak sukaan nya pada pria paru baya itu,
"baik lah mungkin om akan tanyakan lagi, jadi coba fikirkan dulu dam, dan kaka saya pamit dulu" ucap farhan pada adam dan wulan
" ngga perlu datang lagi om, itu keputusan akhir dari saya om" ucap adam tapi arah matanya hanya tertuju ke arah wanita cantik yang sedang menggendong anak nya
sedangkan ayah dan anak tadi langsung meninggalkan ruangan itu tanpa pamit, dengan emosi yang memuncak dan sedangkan arya yang sedang duduk dikursinya membungkuk ketika melihat farhan dan anaknya keluar dari ruangan tuannya,
didalam ruangan kini suasana berubah seketika, adam yang tadi seperti gunung yang mau meletus dalam hitungan detik ia langsung mencair dan itu sisaksikan . oleh asisten sekaligus sahabatnya andre yang heran melihat adam seperti itu, lalu ia membungkuk pada wulan lalu pergi meninggalkan ruangan
__ADS_1