Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor 10


__ADS_3

tak mau ambil pusing Nindi terus fokus dengan usaha yang ia jalani saat ini.Hafis mulai masuk sekolah,Nindi sibuk mempersiapkan keperluan Hafis sekolah,Hafis anak yang pintar,dan mandiri ia tumbuh menjadi anak yang memiliki pribadi yang baik,mas Doni tidak ingin menentang kemauan Dian dan keluarganya.


mas Doni tidak dapat berbuat banyak karna ia tau keluarga Dian pemilik perusahaan besar di jakarta,ia takut keluarga Dian menyakiti Nindi dan anaknya,biarkan waktu yang akan mempertemukan kami kembali,


usaha Nindi semakin maju hingga ia dapat membuka pabrik tekstil,ia dapat memproduksi barang sendiri,pemasarannya pun cukup luas.


sementara Dian Ayahnya baru saja meninggal,ayah nya yang memegang perusahaan selma ini, kini perusahaan nya terancam bangkrut.akhirnya mereka kembali ke jakarta setelah Vino lulus kuliah Vino pun ikut membantu kakaknya memegang perusahaan,.


Nindi menunggu mas Doni dirumah,mas Doni sudah datang"Nin usaha mu semakin sukses di jakarta,kami kembali ke jakarta karna dikabarkan perusahaan ingin mengalami kebangkrutan"sekarang aku butuh dana investasi agar perusahaan dapat berdiri lagi,"mas Doni terlihat pusing dengan masalah yang dialami.


mba Dian sedang berada di kantor berusaha membantu menghubungi investor yang mau diajak kerja sama.Nindi mencoba datang ke perusahaan.Nindi selalu berpenampilan sederhana tapi terlihat elegant,"permisi,,"Nindi mengetuk pintu kantor Dian."silakan masuk"ucap Dian kaget setelah melihat Nindi datang ke kantor.


"sudah lama aku tidak pernah melihat wajahmu lagi pelakor,sudah berapa kali kamu menghianati janjimu"ucap Dian",kenapa mba masih saja membenciku,padahal aku sudah selalu berbuat baik kepada mba Dian,aku sudah mengakui bahwa aku salah tapi aku hanya manusia biasa mba,yang tak mampu melawan takdir.


Nindi akhirnya pulang meninggalkan mba Dian,mungkin mba Dian mengira kesuksesanku ini berkat bantuan mas Doni,mangkany ia semarah itu pada ku,padahal aku ingin membantu perusahaannya yang ingin bangkrut.

__ADS_1


Dian dan Doni bingung mencari investor.yang mau investasi pada perusahaannya.Vino datang mengajak sahabat nya yang mau meminjamkan modal untuk perusahaan nya.


lalu mulailah perusahaannya berkembang karna modal yang dipinjamkan teman Vino.perusahaan kembli pulih,Vino berkunjung ke kafe tempat Annya bekerja disana.tapi Annya tidak lagi bekerja di kafe Vino selalu mencari tau keberadaan Annya.


Nindi selalu merayu mas Doni agar selalu pulang kerumahnya,kali ini mas Doni selalu menurti segala kemauan Nindi,mungkin Doni tidak mau terikat lagi pada Dian,"mas ajak aku jalan- jalan ke Bali dong"ajak Nindi"Hafis sudah lama ingin pergi kesana,"Doni pun menyetujui nya memang Hafis belum pernah keluar kota.


Dian benar-benar marah kali ini,perusahaan masih ada masalah dengan susah payah aku membangun kembali, mas Doni malah jalan-jalan ke Bali bersama Nindi seakan tak memikirkan nasib perusahaan.


Dian menelepon tapi tak pernah diangkat,sengaja mas Doni mematikan ponselnya.Nindi sengaja membuat mba Dian marah,selama ini ia sudah terlalu banyak mengalah mba Dian selalu membatasi ruang untuk Hafis bertemu mas Doni.


pagi nya mas Doni dibangunkan Dian untuk berangkat ke kantor",ayo mas bangun,di kantor ada miting pagi ini," Doni pun segera bangun,Syila berangkat diantar Vino,Syila kini duduk dibangku SMA.sampai didepan gerbang Vino melihat sosok wanita ia merasa mengenalnya,ada murid SMA menyapa Bu Annya,ternyata Annya menjadi guru di sekola Syila.tak lama bel berbunyi Annya segera masuk ke kelas.


Vino menuju kantor dengan wajah senang,akhirnya kumenemukan mu Nya,pikir Vino."mba nanti aku ijin menjemput Syila sekolah ya"pinta Vino" ga bisa Vin kamu antarkan mba dulu mba mau menyampaikan berkas ini ke kantor surya mandiri,"mba kan mas Doni ada,"mba lagi males sama mas Doni,"uda ah Vino pamit ya jemput Syila.


"iddiih ini anak tumben biasanya nunggu syila triak-triak dulu baru di jemput."sampai di sekolah,bel pulang berbunyi,"om Vino tumben jemput nya tepat waktu"mata Vino fokus ke sekolah Syila,"Syil bu Annya ngajar kelas berapa,"tanya Vino" ga tau om Syila kan murid baru disini,ayo udah cepetan.

__ADS_1


Vino masih menunggu Annya,tak lama Annya keluar dengan motornya,Vino menghadang,dan Annya menghentikan motornya"Vino,," Annya kaget," bagaimana kabar mu Nya"kabar ku ya seperti ini sekarang," kamu ga kerja lagi di kafe aku mencari mu disana"engga Vin, kapan kamu balik kejakarta Vin,ini no hp ku yang baru nanti hubungi aku ya.,"Annya sedang terburu-buru,aku belum sempat ngobrol banyak dengan Annya.


bergetar hati Annya saat bertemu dengan Vino lagi,"Vino makin ganteng,"kata Annya yang tak sabar ingin bertemu Vino,.


sampai dirumah"mba ini Syila si bawel,ga tau nyidam apa mba dulu waktu hamil Syila,"sekarang jadi bawel gitu"canda Vino menggoda Syila,"mamah ga ada "sambil meledek Vino,om Vino tu siapa aj diajak kenalan sampe guru Syila aja di ajak kenalan,"Syil itu kan ka Annya yang waktu itu kita liburan kamu ketawa terus sepanjang jalan sampe ketiduran di motor.


"yang bener om kenapa ga ngasi tau tadi"ah nanti kamu ganggu obrolan pertama om lagi udah lama om cari-cari ketemunya di sekola Syila."sambil manyun Syila tinggalkan Vino pergi"ga asik om Vino.


Dian pergi bersama mas Doni.sepanjang jalan mereka hanya diam,akhirnya mas Doni buka suara,"mah pulang dari ngater berkas kita mampir makan di tempat waktu pacaran dulu yu."Dian berfikir mas Doni mau mengingat masa-masa pacaran dulu."iya mas".


setelah berkas diantar Nindi telpon "mas Hafis jatoh dari sepeda darahnya banyak,tanpa pikir panjang mas Doni mengantar Dian pulang,"loh mas ini kan arah pulang katanya mau mampir dulu makan diluar."maaf mah Nindi barusan telpon Hafis jatuh kepalanya bocor.


"mamah ku antar kerumah nanti aku langsung kerumah Nindi,maaf ma."mas Doni pun meninggalkan Dian dan langsung kerumah Nindi,sepertinya Nindi sengaja tidak memberikan ku waktu untuk bersama mas Doni.


mas Doni sampai dirumah Nindi,luka Hafis sudah ditutup perban,"anak ayak kenapa bisa jatoh,"Hafis mau naik keatas rem nya lepas yah"

__ADS_1


__ADS_2