
malam ini Nindi tidur gelisah,mas Doni memperhatikan ku,"ada apa sayang kamu,ko gelisah sekali"tanya Doni yang dari tadi melihat Nindi mondar-mandir.
"ga ada apa-apa mas,aku juga ga tau ini mungkin kebanyakan tidur siang kali,giliran malam ini aku ga bisa tidur mata ku masih terjaga padahal sudah larut malam, maaf mas gara-gara aku tidur mu jadi terganggu,"jawab Nindi dengan senyum.
"ya udah sini mas peluk,kali aja pelukan mas membuat kamu nyaman, biar bisa tertidur pulas." ucap Doni
Nindi pun mendekati Doni dan berada di pelukan Doni,tingkah Nindi sedikit manja pada Doni,yang membuat Doni semakin menyayanginya, padahal ia gelisa karna sudah bebrapa hari Doni tidur tidak memeluknya,setelah di peluk Doni akhirnya Nindi tertidur nyenyak.
pagi yang indah di barengi dengan kesibukan hari ini,seperti biasa Nindi menyiapkan segala keperluan Doni dan Hafis,mas Doni biasa bawa bekal untuk makan siangnya di kantor,
"selamat pagi sayang,"Doni memeluk Nindi di depan bi Inah,
"mas malu ada bi Inah,"ucap Nindi dengan senyum manja.
"bi Nindi semalam ga bisa tidur ternyata minta di peluk sama aku,"canda Doni meledek Nindi di depan bi ini,dengan senyum bi Inah membalas candaan Doni.Nindi berlari mengejar Doni sambil tertawa.
"semoga kehidupan rumah tangga mereka terus harmonis dan saling menjaga"doa bi Inah dalam hati dengan tatapan bahagia melihat Doni dan Nindi bercanda.
Hafis bangun dari tidurnya,melihat bi Inah sedang memasak di dapur,
"ibu belum bangun bi" tanya Hafis kepada bi Inah,biasanya pagi -pagi Nindi sudah bangun membantu bi Inah memasak,Hafis sedikit khawatir ibunya masih dakit.
"udah den tadi bantu bibi di sini,karna ayah Hafis menggoda ibu yang lagi masak ibu jadi mengejar ayah Hafis deh."ucap bi inah dengan tawa.
Syukurlah berarti ibu sudah sembuh, ucap Hafis yang kembali lagi masuk kedalam kamar.
Nindi kelelahan mengejar suaminya, hingga menidurkan tubuhnya di kasur. mas Doni berlari kearah kamar dan bersembunyi,melihat Nindi di ranjang dengan nafas tersengal-sengal, membuat Doni inginkan sesuatu, pikiran Doni melayang ke arah sesuatu dan mendekati istrinya ikut berbaring di samping Nindi,tak lama tangan Doni berpetualang ketubuh Nindi yang saat itu berbaring,Nindi tersenyum" ternyata ini yang kau inginkan mas" ucap Nindi berbisik di telinga Doni yang semakin menikmati sentuhan Doni.waktu menunjukan pukul 07:00 pagi Doni segera menyudahi petualangannya pagi ini.
"sudah jam 7 Nin aku telat,ada meting pagi ini," ucap Doni yang langsung pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Nindi yang masih berbaring sedang menunggu suaminya menyelesaikan mandinya,ia juga ingin segera ke toko kue hari ini,kasian Fatia jaga toko sendirian kemarin.
Doni keluar dari kamar mandi melihat Nindi pakai handuk,Doni tertawa usai menjahili istrinya pagi ini, sebelum Nindi pergi kekamar mandi Doni mengecup bibir Nindi dengan lembut.
" terimaksih sudah membuatku bahagia pagi-pagi"ucap Doni dengan segera mengambil pakaian yang disiapkan istrinya.
Hafis sudah berada di meja makan menunggu orang tuanya turun untuk sarapan bersama.
_____***
pagi ini ditoko sudah terlihat Fatia sedang sibuk di dapur, mempersiapkan pesanan yang akan diambil hari ini.
"hallo Fatia,kamu lagi sibuk ya"menggoda Fatia yang terlihat sibuk membuat kue bolu,
"iya ,,bu,,pesanan banyak hari ini,ibu udah sembuh,," tanya Fatia
"udah neng berkat doa kamu, sama pesanan kua banyak hari ini"ucap Nindi yang membuat mereka tertawa lebar.
Nindi mencolek Fatia "neng ada bos muda,"Fatia diminta pergi ke kasir oleh Nindi,
"permisi mba tolong buatkan aku kue yang sangat spesial hari ini,jam pulang kantor aku kembali lagi kesini, nama saya Ridho kantor saya disebrang sana,ok mba siapa kalo boleh tau"tanya Ridho yang
"maaf pa kue nya untuk pacar,,"tanya Fatia polos
"oh bukan mba saya masih single,, kuenya untuk orang tercinta ibu saya"
"oh iya baik pak terima kasih sudah memesan kue di toko kami."ucap Fatia dengan senyum.
"oh iya kue nya harus mba yang buat ya,pengen bilang ke ibu kue buatan calon mantu"Fatia tersenyum mendengar candaan pak bos
__ADS_1
Fatia segera membuat kue pesanan pa bos,Nindi meledek Fatia karna mendengar percakapan mereka tadi.
dengan cekatan Fatia membuat kue yang paling cantik,enak dan elegan.
selesai membuat Fatia menaru nya di etalase,sore ini Hafis datang ke toko.
melihat kue istimewa yang membuat tampilan etalase berbeda Hafis terbengong ."lihat Fis kue nya cantik kan ini pesanan bos besar di sebrang sana meminta Fatia yang membuatnya" Hafis cemburu kepada Fatia,tak berselang lama Ridho datang.
"permisi mba,,bagaimana kue nya sudah jadi,wow,,,,toko kue ini akan kebanjiran order besok." sambil melihat kue yang terpajang di etalase, Nindi menyuruh Fatia yang melayani.
"cantik sekali kue nya seperti yang buat,,,"Fatia hanya membalas dengan senyuman.
Hafis cemburu ia merasa akan memiliki saingan baru seorang bos muda yang ada di sebrang sana.
_____***
Doni menjemput Nindi di toko hari ini rencana nya mau mengajak makan malam."Fis tolong antar Fatia ya, jangan biarkan ia pulang sendirian."
"baik bu nanti Hafis yang antar"jawab Hafis dengan melihat Fatia yang senang kue ulang tahunnya di puji, baru pertama kali Fatia membuat kue sesuai hatinya,
Hafis cemburu melihat Fatia tersenyum dari tadi."kenapa kamu Fatia tersenyum terus dari tadi, seneng ya di sanjung dengan bos ganteng,jangan lupa Fatia ada harapan ku yang belum kamu jawab." tanya Hafis yang membuat Fatia termenung kembali.
Fatia hanya terdiam pertanyaan Hafis membuatnya bingung,melihat mamah Nindi sangat senang menjodohkan ku dengan pria lain,aku takut mamah Nindi memutuskan kerja sama di toko kue nya dan memutus tali silahtuhrahmi kepada kami, apabila mama Nindi tau aku berpacaran dengan anaknya.
maafkan aku Hafis yang belum dapat menjawab pertanyaan mu sekarang.
aku mencintaimu tapi aku harus menyembunyikan perasaan ini,
_____***
__ADS_1
malam ini Dian gelisah memikirkan mas Doni,membayangkan kenangannya bersama Doni,ia ingin memiliki Doni kembali bagaimana pun caranya,batinnya tersiksa keinginannya memiliki Doni semakin mengisi otaknya untuk berbuat mereka berpisah,melihat ibunya termenung Syila ingin rasanya mengajak mamahnya refresing,kasian melihat mamah mungkin ia butuh liburan,aku akan mencoba meluangkan waktu untuk mamah.