Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Foto yang menyebalkan


__ADS_3

pagi yang indah mendengar celotehan burung yang bernyanyi disekeliling rumah membuat hati damai sambil ditemani secangkir teh dan kue buatan Fatia.mas Doni belum bangun dari tidurnya Nindi melihat kotak pos yang ada di depan rumahnya,


Nindi membawa beberapa surat untuk dilihatnya,satu surat dikirimkan dari adik yang ada di Semarang, mengirimkan gambar-gambar kebersamaan kami waktu ibu masih ada,melihat foto ini membuat ku meneteskan air mata,satu lagi surat dari tagihan kridit,surat yang terakhir ku buka,surat ini yang membuat aku marah campur sedih aku melihat Foto Dian dan mas Doni sedang berada di ranjang,aku menangis penuh kekecewaan pada mas Doni tak menyangka mas Doni akan menyakiti aku lagi,aku kembali kekamar melihat mas Doni sudah terbangun dan ingin memelukku,aku hempaskan tangannya.


"apa ini mas kamu menghianati ku lagi,belum cukup kau menyakiti hati ku mas keterlaluan kamu"ucap Nindi marah mas Doni melihat foto-foto kebersamaannya dengan Dian.


"Nindi percayalah pada ku,ini semua perbuatan Dian aku tidak pernah melakukan apa-apa,aku juga tak mengerti kenapa ada foto itu,ini semua perbuatan Dian Nin,tolong percaya aku Nin,"ucap Doni yang berusaha meyakinkan Nindi.


tapi Nindi tak mudah mempercayai Doni karna Doni sudah berulang kali menyakiti Nindi,Nindi marah besar, sebelumnya Nindi tidak pernah marah seperti ini kepada Doni,Nindi wanita yang memiliki hati yang lembut,mungkin sudah terlalu sakit hati kepada Doni.


Hafis mendengar orang tuanya bertengkar,ia tidak dapat berbuat apa-apa Hafis hanya berdiam diri di kamar sambil berdoa semoga kedua orang tuanya bisa berbaikan lagi besok.


____***


esoknya Doni mendatangi Dian, sangat disayangkan Dian sedang berada di Belanda,Doni mendatangi Syila,membujuk Syila agar mau menjelaskan kejadian malam itu pada Nindi, saat itu Dian dan Syila datang ke rumah dihari ulang tahunnya,Nindi sedang berada di Semarang, tapi hanya ada pesta kecil untuknya karna hari sudah larut malam Syila dan Dian menginap di rumah,mereka tidur di kursi,dan aku tidur di kamar.


Syila berusaha menjelaskan cerita yang sebenarnya terjadi,bi ijah juga melihat Dian dan Syila tidur di sova, pagi itu," percayalah pada Syila bu,papah ga pernah seperti itu pada mamah"ucap Syila yang tak ingin melihat papah dan ibunya berpisah, Syila kasian papah kalau sampai berpisah dengan ibu,melihat papah yang sangat mecintai ibu.


Doni tak habis pikir kenapa Dian bisa senekat ini padanya,apa yang Dian perbuat sungguh tidak bisa di maafkannya,benar-banar keterlaluan.


____***

__ADS_1


setelah berbuat ulah Dian lari ke Belanda melarikan diri dari pertanyaan Syila dan desakan Doni agar mau berbicara jujur padanya, Dian mengusik keharmonisan keluarga mantan suaminya.masih terselip dendam yang mendalam pada mereka yang membuat hidupku tak sempurna,


Syila berangkat ke Belanda untuk mencari tau keberadaannya di Belanda.


esoknya Nindi kembali ke toko dengan keadaan mata yang masi sembab,ia berangkat ke toko menggunakan kaca mata,Fatia heran tak biasanya mamah Nindi seperti ini, setelah sampai di dapur Fatia melihat mamah Nindi dengan wajah berbeda, dengan mata yang masih sembab Nindi mengolah kue untuk di isi di etalase.


Fatia tidak berani menanyakan keadaan orang lain yang ia sebut mamah,mungkin mamah sedang ada masalah dengan ayah Hafis.Fatia hanya diam saja melihat mamah masih meneteskan air mata,tak lama karna Fatia sedikit penasaran dengan keadaan mamahnya,


"mah, Fatia bersedia menerima pelukan dari mamah yang sedang bersedih,Fatia memperhatikan mamah dari tadi menangis,Fatia hanya ga ingin, mamah menanggung beban sendirian,paling tida jadikan Fatia tempat luapan emosi mamah, itu pun kalau beban mamah terasa lebih ringan Fatia mohon mah"


mendengar ucapan Fatia Nindi memeluk Fatia dan menangis lebih keras dalam pelukan Fatia.Fatia membiarkan Nindi menangis keras dalam pelukannya sampai mamah Nindi berhenti menangis dan mau berbagi cerita padanya.


"mah,,,mamah harus makan agar siap menjalani cobaan ini,Fatia temani mamah disini ya,baru kali ini kita tidur ditoko",ada sebuah kamar untuk beristirahat yang didalamnya hanya ada satu kasur yang berukuran 120x200,Fatia membiarkan dirinya tidur hanya beralaskan karpet,mereka pun ingin melepas lelah pada hari itu,Nindi berbalik arah ke Fatia yang tadinya membelakangi Fatia,


"Fatia apakah kamu pernah merasakan bagaimana rasanya dikhianati,, "tanya Nindi yang membuat Fatia bingung menjawabnya.


"Fatia belum pernah pacaran mah jadi belum tau rasanya,"jawab Fatia yang sebenarnya ada sedikit takut mamah marah ketika mendengar jawaban Fatia.


"rasanya sangat sakit Fatia,ayah Hafis mengkhianati mamah dengan foto Dia dan mantan istrinya di ranjang,yang bikin mamah sakit hati ayah Hafis tidak pernah cerita Dian datang kerumah,Dian datang ketika mamah berada di Semarang dengan Hafis,dan membiarkan mereka berdua bermalam dirumah."ungkap Nindi sakit hati.


Fatia tak mengerti harus menjawab apa" mah saran Fatia mamah jangan meninggalkan ayah sebelum tau kebenaran dari masalah ini,yang mamah perlukan hanya diam dan biarkan waktu yang akan bicara nanti."

__ADS_1


ucap Fatia yang membuat Nindi lebih tenang,Nindi manaruh potongan timun di kedua matany,hingga terlelap .


ponsel Fatia berdering,Hafis menelponnya Fatia segera keluar dari ruangan itu,takut mengganggu mamah Nindi tidur,


"hallo Fis,iya ada apa",


"ibu belum pulang Fatia,kamu tau ibu pergi kemana"tanya Hafis yang khawatir dengan keadaan mamahnya.


"ibu masih di toko Fis,mohon jangan kesini dulu ya ibu baru aja tidur, biarkan tenang dulu,aku masih ditoko nemenin ibu menginap di toko"ucap Fatia yang menenangkan Hafis.


"oh syukurlah,trimakasi Fatia sudah menjaga ibu ku"


"iya Hafis" Hafis menutup ponselnya


Hafis terlihat agak tenang,setelah mengetahui keberadaan ibu nya,


"Fis bagaimana nak,kamu sudah menemukan keberadaan ibu,"tanya Doni yang sudah mencari Nindi kemana-mana.


"Ibu ada di toko yah bersama Fatia, sebenarnya ada apa yah sampai ibu seperti ini,tolong jangan sakiti ibu yah, dari kecil aku sudah sering melihat ibu merasakan perihnya berumah tangga aku ingin ibu bahagia sampai ia tua nanti"Hafis meneteskan air mata dan meninggalkan ayahnya pergi.


belum sempat Doni menjelaskan Hafis sudah pergi kekamar,tidak ada yang mau mendengar aku,Dian menjebakku agar rumah tangga ku hancur.

__ADS_1


__ADS_2