Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Niken pemain baru


__ADS_3

sunyi sepi malam ini,hembusan angin sepoi-sepoi membawa ku dalam lamunan panjang,seakan tak ingin malam berganti pagi,esok,,, harinya aku harus menjawab pertanyaan Hafis yang seminggu sudah berlalu, "aku harus menjawab apa agar Hafis tidak marah pada ku,aku juga mencintainya tapi aku takut" Fatia menundukkan kepala sambil duduk, ia binggung harus bagaimana.


paginya Nindi kedatangan tamu dari semarang,adik- adik Nindi datang untuk menengok sang kakak di jakarta.


"ya ampun adik-adikku kenapa ga ngabarin kalau mau kesini,aduh,,, emba kangen kalian"ucap Nindi sambil menyambut kedatangan adik-adiknya yang baru datang dengan wajah sumringah rasa senang di hati, wajah Nindi yang tadinya masih marah dengan Doni sekarang berubah.


adik ipar Nindi membawa adiknya yang usianya tak jauh dari Hafis untuk mencari pekerjaan di Jakarta,kebetulan di toko kue tidak ada yang bantu Fatia dengan pesanan yang semakin bertambah,sepertiya Nindi akan mengajak Niken bekerja di toko kue dulu.


"iya mba Niken bersikukuh ingin mencari pekerjaan di Jakarta,kata nya ingin merubah nasib"Nindi tertawa nelihat Niken memukul punggung kakaknya,Niken terlihat malu.


"ya mulai besok aja ya kerjanya,Hafis tolong bawa Niken ke toko kue untuk melihat toko,kamu mau pergi ke toko kan nak,"ucap Nindi.


"iya bu,"ahg,,,Niken aku mau bicara empat mata pada Fatia hari ini,aduh tidak sesuai recana"pikir Hafis dalam hati.


dengan sigap Niken mengambil tas kecilnya,dan segera mencium tangan Nindi sambil berpamitan,


sampai di toko kue,melihat Fatia yang sudah sibuk pagi ini,kasian Fatia sendirian membuat kue hari ini,


"hallo Fatia apa kabar ada teman baru hari ini yang akan membantu mu bekerja buat kua,"


"loh mas Hafis kata tante Nindi besok aku mulai bekerja,"ucap Niken.


"udah sekarang aja ibu ga bisa kesini lagi ada keluarga datang,jadi apa salahnya bekerja aja langsung,kasian Fatia bekerja sendirian,"jawab Hafis yang mrmbuat Niken diam


"jangan lupa apa yang kamu janjikan seminggu yang lalu Fatia,aku tunggu jawabannya sekarang"bisik Hafis pada telinga Fatia.Fatia hanya terdiam


"sudahlah Hafis aku sedang tidak ingin membicarakan itu"Hafis menarik tubuh Fatia hingga wajah Fatia hampir menempel dengan wajah Hafis,


"jangan biarkan aku tersiksa dengan menunggu jawabanmu"Niken masuk lagi keruangan yang sama dan melihat Fatia dan Hafis hampir berciuman, Niken terkejut dan menjatuhkan semangkuk terigu yang baru diambil dari barang blanjaan Fatia,


"gumpraangg,,,,"sontak saja suasana hening menjadi gaduh gara-gara Niken menjatuhkan mangkuk terigu yang terbuat dari stenlis,

__ADS_1


"uups,,,maafkan aku,," ucap Niken ya ampun kedatangan ku tidak diinginkan disini,Niken bergegas keluar sambil menangis,apa yang dilakukan Hafis pada wanita itu.


"Fatia tolong jawab pertanyaan ku" ucap Hafis


"baiklah Hafis aku juga mencintaimu, tapi bagaimana kalau orang tuamu tau,aku tak ingin hubungan kita nantinya memutus tali persaudaraan kita nanti,aku menyayangi mamah Fis, aku tak ingin mamah membenci ku, aku tak ingin kehilangan mamah yang kedua kali."Fatia menangis kemudian Hafis memeluk Fatia dengan lembut.


"ibu dan ayah ku bukan orang seperti itu Fatia jadi hubungan kita tak perlu disembunyikan,aku sangat mencintaimu."Fis maaf Niken kemana tadi,"ucap Fatia menanyakan kabar Niken.


Hafis mencari Niken keluar toko,


"Niken ada apa dengan mu,"tanya Hafis Niken langsung mengusap air matanya.


"ga apa-apa Hafis aku terkejut saja tadi,"


"tingkah mu seperti melihat tikus di dapur aj Niken"ucap Hafis yang membuat Niken tertawa,Niken langsung melanjutkan pekerjaannya di dapur kue


"kasian Fatia aku ingin membantu Fatia lagi"ucap Niken Hafis segera membuka toko untuk menerima pelanggan sebagian kue sudah siap untuk dipasarkan hari ini,tak berselang lama ada seorang pelanggan datang.


Nindi sibuk memasak untuk menjamu tamunya yang datang dari semarang,


mas Doni rencana pulang siang ini untuk makan bersama di rumah,Nindi menelepon Hafis


"Hafis ajak Niken pulang kita makan bersama"ucap Nindi dalam telpon


Hafis pun segera pulang mengajak Niken,


"Fatia aku pulang dulu ya,trimakasi jawabanmu hari ini yang membuat ku bahagia,"ucap Hafis yang dibalas senyuman manis Fatia.


hati Fatia senang hari ini, membuat plong fikirannya seakan tak ada beban lagi,Fatia melanjutkan membuat kue


______****

__ADS_1


jamuan untuk tamu di semarang sudah siap mereka menikmati makanan dengan penuh suka cita saling bercengkrama,Hafis di sindir tante nya,


"Hafis kamu udah punya pujaan hati belum"ucap tante Hafis


"udah tante,tapi untuk saat ini masih di rahasiakan"jawab Hafis sambil tersenyum,jawaban Hafis yang membuat Niken cemburu,


Niken hanya terdiam saja tanpa bicara ,"aku belum mengerti mengapa aku begini setelah melihat Hafis berdua dengan Fatia di dapur kue tadi hati ku hancur rasanya ingin kembali ke Semarang nanti,tapi aku sudah terlanjur kesini"pikir Niken dalam hati


____***


Fatia ingin menutup toko, hari ini sungguh melelahkan,"tidak ada yang membantu ku di toko,"tangis Fatia tak berselang lama Hafis datang,


"Fatia aku antar yu,kamu belum makan kan kita cari makan dulu ya, sekalian merayakan kencan pertama,,kasian pacarku cape hari ini" ucap Hafis dibalas senyum Fatia.


Fatia menelpon Ayahnya memberi kabar pulang agak malam,Hafis mengajak Fatia makan ditempat spesial,saat aku dan Hafis resmi berpacaran dunia terasa indah apakah ini yang namanya jatuh cinta,


hu,,,indahnya baru kali ini aku merasakannya, ketika Hafis mengendarai motor tak sadar aku memeluk Hafis dan tak lama Hafis menggenggam tangan ku,hal ini yang membuat jantunggu berdegub kencang rasanya tak ingin menyudahi ini semua,membuatku merasa nyaman bersamanya.


tak terasa hari semakin larut,aku segera diantar pulang dengan Hafis, sampai dirumah Hafis berpamitan dengan lembut yang membuatku semakin cinta kepadanya.aku melihat ayah sudah tertidur lelap kasian ayah mungkin sudah terlalu lelah menungguku pulang.


____***


adik-adik Nindi ingin pulang besok mereka sibuk merapihkan pakian dan oleh-oleh dari Nindi,Niken akan tinggal dijakarta,niat hati sambil bekerja dan kuliah seperti Fatia,"tapi sepertinya aku ingin memupuskan harapanku aku tak sanggup karna Hafis yang memberi semangatku berangkat ke Jakarta,sekaranh malah Hafis resmi berpacaran dengan Fatia."ucap Niken dalam hati.


kakak Niken datang mengagetkan Niken


"ada apa dengan mu,kenpa sekarang melamun,apa mau balik pulang lagi ke Semarang bersama kakak,"tanya kakak Niken


"engga ka cuma aga sedih aj,besok aku ditinggal sendirian disini"


"niat kamu ke Jakrta untuk apa, meggapai cita-cita yang kamu ingin kan Ndo,jadi tekat kamu harus kuat ndo"nasehat kakak Niken.

__ADS_1


__ADS_2