Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Doni berusaha meyakinkan Nindi


__ADS_3

Doni pergi ke Semarang karna ada urusan pekerjaan beberapa hari ini, ia sesekali mampir untuk melihat keadaan Nindi dan Hafis.


"Nin,,Nindi,"


"sepertinya ada suara mas Doni memanggil"


Nindi mencoba melongok keadaan depan rumahnya tapi tidak ada seorang pun disana,


"Hafis ibu mau ke toko,kamu jaga rumah ya"


sambil melangkah ke pintu mas Doni tiba-tiba mengaget kan ku,


"loh mas,,, kamu kesini lagi,ada Hafis di dalam sedang sarapan silakan susul Hafis kedalam untuk sarapan,aku ingin ke toko,"


"boleh aku mengantarmu,"


mas Doni menawarkan tumpangan untuk pergi ke Toko,karna letak Toko yang agak jauh Nindi pun mau.


"Nin,,,aku dengar dari Hafis kamu sudah bercerai dengan Danu,"


"iya mas,,, sudah aku mohon jangan dibahas lagi,aku ingin fokus cari uang untuk kebutuhan kami"


Nindi tak ingin memikirkan keadaannya yang kemarin,semua itu hanya membuatnya penat.


"makasi ya mas"


Nindi pun segera turun karena sudah ada pelanggan yang menunggu di Toko pagi ini.


mas Doni kembali ke rumah Nindi untuk menemui Hafis.


Nindi belum bisa melupakan masa lalunya,yang aku harus lakukan hanya pendekatan kepada Nindi,pikir Doni yang sangat menginginkan rujuk dengan Nindi.


Nindi banyak menghabiskan waktu nya di Toko jarang sekali berada dirumah.mas Doni menelfon Nindi' untuk mengajak makan malam bersama.


Nindi pulang dan bergegas mempersiapkan diri untuk pergi makan malam dengan mas Doni.


"Hafis kamu mau ikut ga,ayah mengajak kita makan malam,"


"ga ah bu nanti aku ganggu lagi"


"kalau kamu ga ikut ibu juga ga mau makan malam"

__ADS_1


akhirnya Hafis mau ikut,karna takut ibunya tidak mau diajak ayah.Nindi tersenyum melihat Hafis, mas Doni datang menjemput kami,


mas Doni mengajak pergi ke kafe yang indah di Semarang,Hafis mengajak ibu dan ayahnya foto-foto.


sengaja Hafis memberi kesempatan kepada ayah dan ibunya agar bisa ngobrol.


"Nin bagaimana kalau kita menikah lagi"


sambil memegang tangan Nindi Doni berharap Nindi mau menerimanya kembali,


Nindi menarik tangannya dari genggaman tangan Doni,


"aku belum bisa mas entah mungkin nanti,untuk sekarang belum bisa mas maaf kan aku"


Doni akan terus berusaha meski ditolak Nindi,Nindi wanita baik aku ingin bersamanya hingga tua nanti.


"baiklah Nin kalau itu mau kamu,tapi aku akan terus berusaha semoga kita bisa menghabiskan waktu bersama di hari tua nanti"


meski dulu aku berharap mas Doni memaafkan ku.dan ingin mengabdi lagi sebagai istri mas Doni.tapi sekarang keadaannya berbeda aku baru saja disakiti laki-laki yang tidak bertanggung jawab pada hidup ku, seorang laki-laki yang kasar, rasanya tak ingin lagi membangun bahtera rumah tangga kembali,takut kecewa.


biarlah aku melewati kehidupan sebagai seorang janda saja dulu, mungkin ini sedikit membuat ku lebih nyaman.


pagi yang indah,mentari bersinar cerah dengan dihiasi sedikit angin yang tertiup lembut,membuat pagi ku tampak menyenangkan.


"Nin kalau saja kamu mau diajak rujuk dengan nak Doni mungkin kamu tidak lagi bekerja keras seperti ini."


ucap ibu yang sedikit menggoda Nindi


"ibu tau dari mana kabar ini, pasti Hafis yang cerita ke ibu ya,adduuh,,, tuh anak kapan dia bertemu ibu"


Nindi tersenyum membalas candaan ibu,suasana hening yang tadi nya fokus dengan pekerjaan jadi cair dengan kedatangan Hafis berbarengan Nenek Hafis cerita.


mas Doni mulai sibuk lagi dijakarta hari ini.ia kembali ke Jakarta pagi tadi. berpamitan dan memberikan aku sebuah perhiasan,agar aku mengingatnya terus katanya,,hemm seperti orang yang baru kenal cinta saja.


Syila mendatangi kantor papahnya untuk melepas kangen,


"pah,,papah sehat,"


"ya ampun anak gadis papah, ko ga ngomong dulu mau kesini."


"mau bikin kejutan buat papah,Syila bawa makanan kesukaan papah ni,"

__ADS_1


karna sudah jam makan siang Syila membawakan makanan untuk Doni, Syila bercerita tentang mamah nya yang sudah menikah lagi dan sekarang tinggal di Belanda.


"syukurlah mamah sudah menikah"


"Syila ingin papah kembali pada tante Nindi pah,Syila ingin papah punya pasangan hidup, ga sendirian lagi biar ada yang merawat papah waktu papah sakit,jadi Syila ga terlalu khawatir, Syila akan tinggal di Belanda pah bersama mamah,sehat-sehat ya pah"


"iya nak doain papah sehat terus ya nak,salam untuk mamah,"


"iya pah Syila mau ketemu om Vino dulu ya pah"


semua meninggalkan Doni sendiri,ia akan terus berjuang untuk Nindi.


Nindi mulai sedikit kangen mas Doni. ingin ke Jakarta bertemu mas Doni, sambil melihat keadaan Jakarta yang mungkin sudah banyak berubah,


Hafis mengajak ibu nya ke Jakarta tanpa memberi tahu ayah nya terlebih dahulu.sampai di Jakarta Nindi menyewa sebuah hotel untuk menginap beberapa hari di jakarta.


Hafis mengabarkan ada di jakarta bersama ibu,mas Doni senang mendengarnya,sorenya Doni ke hotel tempat Nindi menginap,


"kenapa ga menginap dirumah ayah, mangkanya Nin,,,kapan kita sahkan lagi biar tidurnya ga pisah gini,"


Hafis tertawa mendengar ayahnya bergurau,


"ayah bisa aj,wajah ibu memerah tuh hemm,"


esoknya Doni mengajak Nindi mampir kekantornya,Nindi bangga mas Doni bisa sesukses ini,punya rumah yang cukup mewah,itu semua mas Doni berjuang sendiri tanpa bantuan Dian.


karna sudah direndahkan oleh Dian semangatnya bangkit agar punya penghasilan sendiri.mas Doni cukup bahagia dengan apa yang di capai selama ini.


Nindi mengingat kejadian kemarin saat berumah tangga dengan mas Doni sungguh pahit,dengan berharap bahagia di masa depan,entah aku sangat bahagia melihat mas Doni sekarang sudah bisa lepas dengan mba Dian,melihat mas Doni pun lebih senang setelah bercerai dengan mba Dian,sekarang mba Dian sudah menikah lagi dan tinggal di Belanda.


aku akan kembali ke Semarang besok, melihat keadaan toko yang dijaga oleh ibu dan adikku.malam ini kami kembali ke hotel mas Doni mengajak kami menginap di rumahnya malam ini.


Hafis pun tidak menolaknya aku tidur dikamar yang berbeda dengan mereka.setalah makan malam bersama kami pergi kekamar masing-masing untuk melepas lelah,.


"terasa seperti dulu lagi,kami hidup bersama dimana ada kehangatan keluarga yang harmonis,mas Doni mengetuk pintu kamar ku,


"Nin,,,Nindi,,"


Nindi membukakan pintu untuk mas Doni.


"ada apa mas"

__ADS_1


mas Doni mengeluarkan


sesuatu dari baju tidurnya,.


__ADS_2