Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor


__ADS_3

pagi yang indah. untuk melawan sepi Nindi berusaha menyibukan diri berjualan online,walau tak diperbolehkan oleh mas Doni tapi Nindi tetap berjualan kerudung di online,"pagi ini pesanan kerudung banyak aku harus kerjakan sekarang jadi sore bisa dikirim,


kandungan Nindi sudah 4 bulan. perutnya semakin membesar,mas Doni mengajak ku untuk mencari asisiten rumah tangga,karna akhir-akhir ini mas Doni jarang pulang mba Dian agak sedikit manja dengan sakitnya.mas Doni agak khawatir dengan ku,"kalo ada yang menemani mu dirumah aku tenang Nin," kata Doni,


"mas aku ini istri mu juga jadi kamu harus berbuat adil pada ku,malam kamu tidak menginap dirumah! aku diam,tapi usahakan pulang paling engga seminggu 3 kali,aku sedang hamil mas jadi tolong beri perhatian lebih untuk ku,"mba Dian sengaja tidak memberi ruang untuk mas Doni lebih dekat dengan ku,karna dia hanya menganggap aku benalu dalam keluarganya,.


mas Doni menginap dirumah ku malam ini karna kasian melihat ku,ia mematikan ponselnya agar mba Dian tidak terus menelponnya.


mereka semakin mesra ketika ada kesempatan untuk tidur berdua, dengan Nindi hidup ku menjadi lebih indah,'pikir mas Doni'Nindi bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk mas Doni makanan spesial karna tadi malam mas Doni menemani ku,ia sangat bahagia.


,tak lama mas Doni memelukku dari belakang,"istri ku pagi-pagi udah sibuk banget,bukannya temenin mas aja diranjang,"aku kan harus menyiapkan sarapan mas"dengan ciuman lembut Nindi mengecup bibir mas Doni,dan mengatakan "aku sedang bahagia mas."heemmm,,,udah ayo ah tidur lagi,,"manja mas Doni.


setelah sarapan Doni menyalakan ponsel nya kembali,benar saja ada 10 panggilan dari Dian,Dian menelepon ku hingga larut malam,dia pasti memikirkan ku,pikir Doni'"ada apa mas "Dian menelepon ku tadi malam,sudalah biar saja,aku berangkat kerja dulu ya sayang,nanti ku bicarakan kepada Dian agar dia mau mengalah untuk mu,biar aku bisa mengatur waktu untuk adil dengan mu.

__ADS_1


sorenya Doni kembali kerumah Doni disambut oleh Syila,"papa istirahat dulu ya nak,papa cape sekali"Dian sudah berada dikamar menunggu mas Doni seakan ingin menanyakan sesuatu,Doni segera pergi mandi yang ingin mendinginkan badannya setelah melihat wajah Dian yang masam.


baru saja keluar dari kamar mandi"mas kenapa kamu ga pulang malam ini,"pertanyaan itu muncul dari mulut Dian,"iya mah aku pulang kerumah Nindi,aku berusaha untuk bersikap adil pada kedua istri ku,kasian Nindi sekarang sedang mengandung jadi aku harus sering menengoknya,"ucap Doni,Dian hanya terdiam dan memikirkan sekarang cinta mas Doni terbagi bukan lagi milik ku saja,aku harus sembuh agar aku dapat kembali mengambil hak ku yang direbut Nindi,


Dian memeriksakan diri kembali ke rumah sakit,akhirnya Dian sudah di evaluasi bahwa dalam tubuhnya tidak mengandung sel kanker lagi,Dian benar-benar bahagia.


seharian ini Dian menghabiskan waktu disalon,untuk merawat diri,agar lebih cantik berusaha menghilangkan wajah kusamnya setelah sakit kemarin,"aku harus tampil lebih cantik dari Nindi seakan tidak terima haknya diambil.


mas Doni pulang kerumah gantian waktunya ia berada dirumahku,melihat ku tampil cantik mas Doni melirik ku,"Mama.. wajah mama terlihat lebih segar dari yang kemarin,"Doni tersenyum melihat Dian "aku sudah dinyatakan sembuh mas dari sakit ku"mas Doni bahagia medengarnya."syukurlah,,mah kita makan malam untuk merayakan kesembuhan mama,.


Dian datang dengan pakaian modis, sepatu heels membuatnya tampil nyentrik,seakan tidak ingin kalah dengan madu nya,Nindi masih sibuk dengan usaha online nya,"eh ada mba Dian mari masuk mba,maaf mba keadaan rumah ku sedang berantakan,"Dian hanya melirik melihat Nindi sinis,"kamu masih ingat akan janji mu kan"Nindi berfikir dan berusaha mengingat sesuatu janji yang pernah iya sepakati dulu,melihat kondisi mba Dian sekarang lebih segar dan menarik.


Nindi pun mengingatnya,"Maaf mba posisi ku sekarang sedang hamil,mungkin setelah aku melahirkan nanti akan ku fikirkan lagi."Nindi hanya menunduk diam,"aku belum siap ketika anak ini lahir tidak memiliki seorang ayah."

__ADS_1


"oh..jadi kamu tidak ingin menepati janji mu dulu,,ok,,liat saja nanti keadaan ini akan berbalik untuk mu,kau akan merasakan sakit hati seperti apa yang aku rasakan.Nindi hanya terdiam dan menangis keadaan ini yang membuat Nindi tertekan,kata-kata mba Dian membuat hati ku tersayat,ibarat pisau yang sengaja di asah tajam untuk melukai hatinya.


mba Dian seakan mengajak ku berperang sampai aku menyerah dan menaruh bendera kekalahan yang membuat dia bahagia,apa salah aku mencintai suami ku sendiri dan tidak menginginkan ayah dari calon anakku meninggalkan ku pergi.walau sebenarnya aku sadar akan setatus ku yang merebut suami orang.


Nindi hanya bisa menghela nafas panjang dan berjalan sesuai keinginan sang pencipta dengan berharap takdir baik selalu menyertai ku dan calon buah hatiku.


"mas kamu pulang hari ini"Nindi mencoba menelepon suaminya yang tak pulang kerumah dalam beberapa hari ini,setelah mba Dian kerumah ku mas Doni ga pernah lagi pulang kerumah."maaf Nin aku belum bisa pulang hari ini Syila menangis ingin menonton konser bintang kesayangannya hari ini,maaf ya sayang.


"baik mas"semua itu demi Syila,aku rela kalau semua itu untuk Syila".tapi kenapa aku mulai merasa mba Dian yang menjadikan Syila alasan agar mas Doni tidak datang kesini.


aku harus tetap sabar menunggu mas Doni pulang kerumah. tak terasa kandungan ku sudah berada dibulannya.aku harus menelepon mas Doni untuk menjaga ku. tak lama kemudian perut ku mengalami kontraksi seakan mau melahirkan "bi,,bibi,,tolong ambilkan ponsel ku disana perutku sakit bi,"sambil mengelus perutnya Nindi menahan sakit,"mungkin non mau melahirkan non,"bibi segera menghubungi mas Doni dan memberikan ponselnya ke non Nindi.


"hallo mas aku mau melahirkan perutku sakit,"tapi posisi ku sedang berada diluar kota Nin Syila mengajak liburan,"ucap Doni,"pokonya aku gak mau tau,kamu segera pulang mas aku mohon,"Doni pun segera pulang kembali ke jakarta,Dian meneleponnya sepanjang jalan,.sampai dijakarta Doni langsung menuju kerumah sakit bersalin.

__ADS_1


"gimana keadaan mu Nin"dengan nafas tersengal-sengal Doni menanyakan keadaan Nindi yang masi lemas,"aku baik-baik saja mas,lihat anak kita mas," mata Doni tertuju ke ranjang bayi yang berada di samping Nindi terbaring.suster membantu menggedong dan memberikan kepada Doni untuk segera di azan kan.Doni sangat bahagia mendapatkan seorang anak laki-laki.


__ADS_2