
Fatia dan Pras pulang belakangan, Fatia memandang ke arah Hafis,tapi Hafis sudah tak ada lagi disana,
Pras segera mengajakku pulang,Fatia maaf kan aku, sudah larut malam begini baru mengajakmu pulang.
"teman-teman mu banyak ya Pras,."ucap Fatia
"iya Fatia mereka teman-teman yang baik padaku,sahabat yang selalu mensuport aku,waktu aku dalam keadaan terpuruk waktu itu."ucap Pras
Fatia pun sampai rumah,entah kenapa waktu aku pulang larut malam bersama Hafis ayah marah-marah,tapi dengan Pras ayah tidak marah.fikir Fatia dalam hati,sepertinya ayah menyetujui kalau aku menikah dengan Pras.
Fatia pun segera mandi dan mengganti pakaian dengan segera ia baringkan tubuhnya,ingat besok ia harus ke toko.
____***
kabar dari Belanda Syila anak Doni akan berkunjung ke Jakarta,ia ingin mengabarkan sesuatu pada papah nya di Jakarta,mas Doni baru saja menerima telpon dari Syila.
"kabar apa lagi yang akan dibawa Syila ke Jakarta,sunggu aku takut Dian akan berbuat jahat lagi pada keluarga ku"ucap Nindi dalam hati dengan penuh kekhawatiran.
Nindi kembali melanjutkan acara masaknya bersama Niken dan bi Inah,
"Niken kamu pergi ke toko duluan aja ya,,tante mau mengurus keperluan om Doni dan Hafis dulu"
"baik tante,"aku masih bingung harus memanggil ibu Hafis apa hingga saat ini masih bingung,aku ingin panggil bu'de katanya ketuaan,ibu Hafis menginginkan di panggil tante,pikir Niken sambil menaiki anak tangga, yang bertabrakan dengan Hafis,
"brakk,,,Niken hampir saja terjatuh,tubuhnya di tarik Hafis hingga menjatuhi tubuh Hafis,.
__ADS_1
"lo ngapain si jalan ko sambil bengong udah buruan bangun berat ni" ucap Hafis yang kaget,kata-kata Hafis membangunkan ku dari lamunan aku terperanga terkejut
"aaww,,,," mengapa aku ada di atas tubuh mu Fis,heeemmm maaf Fis"
"Niken memang gadis yang aneh,kadang bertingkah aneh yang selalu membuat ku bingung dan tertawa"pikir Hafis tapi dia yang membuatku sedikit melupakan Fatia
Fatia kembali ke toko,"semangat,,semangat Fatia ada toko yang harus terus kamu kelolah agar tercapai impian mu,tidak baik memikirkan sesuatu yang membuat kepala mu pusing,biarlah waktu berjalan dengan sedirinya,Fatia mempunyai mimpi ingin membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal ayahnya sebelum menikah dengan Pras.
Fatia ingin membeli sebuah rumah dengan hasil jerih payahnya sendiri, Pras tidak mengetahui itu,andai saja ia mengetahui mungkin mimpi Fatia sudah terkabul,tapi itu lah Fatia tidak igin berharap pada orang lain,walaupun itu calon suaminya sendiri,
setahun Fatia mengelolah toko kue nya uang Fatia sudah cukup membelikan ayah nya sebuah rumah ia akan membeli sebuah rumah yang dekat dengan rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya nanti setelah menikah dengan Pras.
"ayah selama ini kita masih hidup mengontrak,sedangkan aku ingin menikah dan ayah tidak ingin ikut bersama aku setelah ku menikah,itu yang membuat Fatia menjadi kepikiran untuk membeli sebuah rumah untuk ayah" ucap Fatia tersenyum memberi sebuah kejutan untuk ayahnya.
"memangnya kamu punya uang nak igin membeli rumah untuk ayah,terimakasi nak,"ayah Fatia terharu sebegitu perhatian Fatia kepada ayahnya.
ayah Fatia menangis melihat Fatia sudah mampu membahagiakan ayah nya sekarang,.
"ayah nanti ikut Fatia mengelolah toko ya agar Fatia bisa liat ayah terus selama di toko,ayah juga ga perlu cape-cape cukup memantau toko saja"
____***
hari pernikahan Syila Nindi dan Doni kembali bertemu Dian di Belanda, sebenarnya hati Nindi menolak untuk bertemu Dian tapi suaminya akan menjadi wali nikah untuk Syila anak perempuannya.
Syila terlihat cantik sekali ketika ia pertama kali memakai gaun pada acara akad nikah,tema pernikahan Syila menggunakan adat jawa dan Belanda seperti kedua orang tuanya dulu yang berdarah Jawa dan Belanda.
__ADS_1
acar terlihat hikmat sekali,terlihat Dian sedang sibuk menerima tamu dan keluarga terdekat,Dian menyalami aku dan mas Doni akan tetapi dilihat dari tatapan Dian sekarang terhadap mas Doni sangat berebeda di banding tatapan Dian yang dulu.
Dian terlihat sedikit cuek pada mas Doni,"syukurlah dari tatapan Dian sudah agak berubah terhadap suami ku mungkin ia sudah lelah mengejar suami ku"pikir Nindi yang sedikit agak takut kepada Dian.
mas Doni mejadi wali nikah Syila berpakaian adat jawa dan Nindi pun menggunakan Baju Jawa. Syila dan pasangannya terlihat amat serasi.
akad nikah selesai Syila sungkem kepada papah dan mamahnya, mas Doni terlihat sedikit meneteskan air matanya yang terjatuh tak disengaja
"pah maafkan Syila yang selama ini selalu menyusahkan papah dan sering membuat papah kesal,sekarang Syila sudah punya pendamping hidup Pah sudah ada yang menjaga Syila selain Papah tolong doakan rumah tangga Syila Pah agar menjadi keluarga SAMAWAH, ya pah."
selesai acara Syila mas Doni tidak ingin berlama-lama di Belanda ia pun segera pulang karna ada pekerjaan penting di kantor,tapi Nindi ingin diajak ke kanal Amsterdam ia ingin bermalam disana.
Doni pun mengajaknya"ya sudah mumpung ada disini,aku akan mengajak mu menginap di hottel,sekali-kali kita liburan"ucap Doni
Nindi senang sekali iya dapat berfoto-foto dan menunjukan pada teman-temannya ia sedang ada di belanda, mas Doni ingin merasa kelembutan Nindi sekarang ia sedang sibuk dengan toko kuenya dan kurang memperhatikannya,datang ke suni untuk menikmati liburan.
Doni mencari Hottel yang cukup romantis di Belanda,ia dan Nindi akan menghabiskan malam disana.
"Nin,,,aku mohon pada mu biarkan Niken yang menjaga toko dan kamu mencari kariawan satu lagi untuk membantu Niken,aku ingin perhatianmu tetap pada ku,"ucap Doni.
"memangnya kenapa mas,"tanya Nindi
"penghasilan ku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita semua,jadi kamu tidak usah bekerja terlalu keras di toko biar perhatianmu cukup untukku."sambil mencium leher Nindi mas Doni kangen dengan gaya lembut Nindi,selama Nindi memiliki toko kue ia terlihat sibuk dengan tokonya.
Nindi berdiri di dekat jendela yang mengarah ke pemandangan yang indah di depannya,cuaca disini tampak dingin,mas Doni memelukku dengan hangat,waktunya aku memanjakan mas Doni hari ini.
__ADS_1
melihat mas Doni yang sedang berbaring, Nindi mendekati mas Doni.
"maafkan aku yang sibuk dengan pekerjaan ku sekarang,