Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Danu cemburu hebat


__ADS_3

Doni berangkat ke Semarang di hari liburnya.menginap beberapa hari di semarang.niatnya ingin mengajak Hafis jalan-jalan.sampai di semarang, Doni langsung ke rumah Nindi.


Nindi kaget siapa pria yang mendatangi rumahnya,Nindi tidak mengenali Doni dengan penampilan baru,rambut agak sedikit gondrong dan beruban,didagu ada jenggot tipis dan berkumis.


kelihatannya Nindi tidak mengenaliku dan sudah melupakanku.,pikir Doni tapi,, Hafis memanggil ku


" ayah,,,"


dan langsung berlari memeluk ku.


ternyata ingatan anak ini sangat tajam


aku pun tersenyum melihat Hafiz sudah tumbuh remaja saat ini.tingginya hampir menyaingi ku.


Hafis memang memiliki wajah tampan seperti ayahnya.


"Nindi bagaimana kabarmu"


sambil menatap Nindi yang sedikit cuek kepada Doni.


"ya seperti ini mas keadaan ku,masih bersedih dan terus megingat perlakuan Dian kepada ku padahal sudah setaun lamanya,tapi aku belum bisa melupakan rasa sakit hati yang ku rasakan".


"Nin aku sudah bercerai dengan Dian"


"syukurlah kamu sudah berpisah dengan nenek lampir yang selalu mengaturmu,dan menguasai dirumu"


"kalau boleh aku ingin mengajak Hafiz ke jakarta aku ingin merasakan kehadiran seorang anak dirumah,sepi sekali Nin rasanya"


baru saja Doni ingin mengucapkan kata ingin rujuk kepada Nindi,Danu datang baru pulang dari toko,Nindi keget,dan langsung mencium tangan Danu.


"mas perkenalkan ini" Danu "suami ku"


Doni sempat kaget dan harapan rujuk kepada Nindi baru saja luntur dengan kata perkenalkan.


hancur semua harapan dan impian untuk kembali kepada Nindi.Doni membalas jabatan tangan Danu.


"aku ingin mengajak Hafis ke jakarta pa Danu,besok pagi kami langsung berangkat kejakarta"


Danu pun mengijinkan Hafis pergi dengan ayahnya,bagaimana pun aku cuma ayah sambung yang tidak berhak mencegahnya untuk pergi dengan ayahnya.


Danu cemburu melihat Nindi bicara dengan Doni tadi,


"Nindi seharusnya kamu tidak ngobrol berdekatan dengan Doni"

__ADS_1


"aku tidak bicara berdekatan mas disana ada Hafis aku tau setatus ku istri kamu mas"


"halaah,,,kamu masih suka kan dengan mantan suami mu ga usah bohong Nin"


"bicara mu aneh mas"


Danu membanting gelas,dan menampar Nindi.ternyata mas Danu tempramental.dia marah mas Doni datang kesini.


"baru tau aku mas sifat mu seperti ini, pergi kamu dari sini,kamu sudah berani menampar ku"


"maaf kan aku Nin"


"aku mohon pergi kamu dari sini mas"


Danu pun pergi dan tinggal ditoko. tidak pulang kerumah.


Hafis senang sekali tinggal dengan ayahnya.


"yah kenapa ayah ga berusaha rujuk lagi dengan ibu,aku senang kita kembali berkumpul seperti dulu"


"sekarang sudah beda nak keadaannya ga seperti dulu lagi,ibu sudah jadi milik orang lain"


"iya yah.semoga aja doa ku terkabul aku berdoa kita bisa kumpul lagi seperti dulu"


mas Doni tertawa mendengar doa Hafis.yang masih polos.


Hafis kembali dari jakarta usai liburan dengan ayahnya,Nindi berusaha menyembunyikan tangisnya,


"kamu sudah pulang nak,gimana disana kamu senang"


"senang bu rumah ayah besar bu ayah jg punya kantor pribadi sekarang bu. tapi sayang ayah tinggal sendirian disana.aku berharap kita bisa kumpul lagi seperti dulu"


Hafis bercerita terus,tapi Nindi hanya memikirkan mas Danu yang belum pulang.


"pa Danu mana bu"


Hafis menanyakan mas Danu yang belum juga pulang.sampai sekarang Hafis memanggil mas Danu dengan sebutan "Pak" memang dari awal Hafis tidak setuju aku menikah lagi.


"belum pulang nak lagi di toko"


kami makan hanya mengandalkan penghasilan dari Toko.karena sekarang Toko di pegang oleh mas Danu jadi aku tidak tau seberapa banyak pendapatan yang dihasilkan perbulan.itu pun mas Doni sudah mau membiayai sekolah Hafis dan semua keperluannya.


aku ingin mengelolah toko kembali tak diijinan mas Danu,ia selalu beralasan takut aku cape.aku disuruhnya dirumah untuk progam hamil,begitu kata mas Danu.

__ADS_1


tapi aku tidak mau hamil dulu mangkanya aku KB diam-diam tanpa sepengetahuan mas Danu.kalo dia tau pasti marah hebat.biarlah rahasia ini ku simpan dalam-dalam.


Hafis sudah terlelap dalam lelahnya melihat Hafis tidur Nindi meneteskan air mata. sudah jauh perjalanan yang ia lalui bersama Hafis,suka duka yang aku lalui belum saja berakhir,aku masih merasakan pedih nya dalam berumah tangga dengan mas Danu.


malam ini mas Danu pulang kerumah tapi dalam keadaan mabuk.ada apa ini sebelumnya mas Danu tidak pernah seperti ini.


"Nin pasti kamu bertemu lagi dengan Doni ya.mana dia aku mau pukul pakai botol"


"mas kamu mabuk,ayo masuk keruma malu dengan tetangga"


Nindi segera membawa masuk mas Danu kedalam rumah dan menyuruh mas Danu istirahat.


" aku tidak malu dengan tetangga Nin masa bodo,aku cemburu Nin,kamu dikunjungi mantan suami mu"


Nindi tidak membalas omongan Danu ia langsung pergi kekamar Hafis untuk tidur bareng Hafis.karena tak ingin membuat masalah baru,Nindi meninggalkan Mas Danu.


pagi nya Nindi memasak untuk Danu dan Hafis. sengaja ia bangun pagi untuk menyiapkan makanan,sebelum mereka bangun makanan sudah siap.


Hafis bangun duluan.


" bu pak Danu semalam pulang,Hafis dengar semalam berisik bgt.ada apa bu??"


"ngobrol biasa nak! ya begitulah ayah kamu.suaranya kaya roker"


Hafis tersenyum dan makan


"bu aku berangkat sekolah dulu yah"


tak lama Hafis berangkat Danu bangun,,Nindi tak bicara duduk dekat tv Danu ke kamar mandi.


"Nin,,,Nindi kesini"


mas Danu memanggil,Nindi pun bergegas pergi ke dapur,mas Danu meminta di ambilkan handuk.Nindi memberi handuk untuk mas Danu,tangan Nindi ditarik kedalam kamar mandi.


mas Danu memaksa ku berhubungan badan.aku menolak tapi ia terus. memaksa sama sekali tidak ada kelembutan seperti dulu.


"kemarin kamu bertemu lagi kan dengan mantan suami mu"


dengan paksaan itu Nindi menjerit Danu menutup mulut Nindi.hingga Nindi lemas.sesudahnya Nindi di gotong ke kamar tanpa mengenakan busana mas Doni melanjutkan hubungan suami istri kembali bersama Nindi,aku hanya bisa menangis meneteskan air mata.


setelah itu Danu memeluk Nindi dan mengecup kening nya


"maaf kan aku Nin bukan keinginan ku berbuat seperti ini,aku tidak bisa menguasai cemburu ku"

__ADS_1


selesai memakaikan baju Nindi.mas Danu tiduran di samping Nindi,


"kamu sudah gila mas karna cemburu mu.ucap Nindi dalam hati Nindi hanya diam dan meneteskan air mata.tidak berani mengucapkan apa-apa karna takut"


__ADS_2