Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Rahasia ibu Pras


__ADS_3

pagi yang indah angin pagi tertiup lembut membuat pagi ini terasa dingin,tak ada matahari pagi yang biasa membangunkan Fatia pagi ini, Fatia membuka gorden jendela ternyata hari ini mendung dibarengi rintikan air hujan yang jatuh halus.


cocok sekali dengan suasana hati fatia yang masih sedih teringat kata-kata Hafis "aku merasa bersalah pada Hafis,kata-katanya membuat ku selalu teringat,akan kesalahan ku karna ku tak setia.


kring,,kring,, suara ponsel berdering pada pagi ini,ku lihat ponsel ku ada nama ibu Pras menghubungi ku,


"asalamualaikum bu,, ada apa Ibu menelpon Fatia?? "Fatia ibu ingin mengajakmu ke suatu tempat siang ini,nanti ibu jemput ya nak"


"baik bu"tapi kan jadwal hari ini aku mencari gedung untuk pernikahan,


Fatia siap-siap untuk pergi dengan ibu Pras,"biar bagaimana pun aku harus mementingkan keperluan nyonya besar terlebih dahulu dibanding kebutuhan aku dan Pras" ucap Fatia


Fatia menunggu ibu Pras,tak berselang lama Fatia pun dijemput ibu Pras,ayah berdiri di teras rumah menyambut ibu Pras.


"bu apa kabar" ayah menjabat tangan ibu Pras


"kabar saya baik pa,saya meminjam Fatia hari ini pak untuk menemani saya pergi kesuatu tempat"


"oh iya bu gak papa"


mereka pun berangkat dengan mobil pribadi milik nyonya besar,jauh perjalanan waktu itu,sampailah di suatu tempat,di sebuah rumah di sana dihuni 3 orang anak sepertinya tidak ada orang tua yang menunggu mereka cuma ada seorang nenek.Fatia terduduk di sebuah bale yang ada didepan rumah gubuk. ketika mereka tau kami datang mereka pun dengan senang menghampiri ibu dan aku,mempersilakan kami duduk dan menyediakan kami minum,seperti sudah akrab dengan ibu.


"ini adalah rumah adik-adik Pras dari istri kedua suami ibu,suami ibu meninggal kecelakaan dengan istri keduanya waktu Pras SMA dulu,Pras merasa terpukul melihat keadaannya dulu, hingga sekarang Pras tidak ingin mengakui bahwa mereka adik-adik Pras,


"ibu bingung Fatia selama ini mereka hidup dan bisa sekolah karna bantuan ibu, setiap bulan ibu mengirimkan uang untuk kebutuhan mereka kamu lihat sendiri keadaan mereka Fatia bagaimana kalau ibu tidak membantu mereka,hingga sekarang Pras tidak mengetahui bahwa ibu membantu mereka,Pras pasti marah jika ia tau kalau ibu masih berhubungan dengan mereka."


"ibu adalah sosok wanita berjiwa kuat dan memiliki hati nurani,Fatia bangga pada ibu,"

__ADS_1


"ibu takut ketika ibu tiada nanti,tidak ada yang meneruskan dana untuk mereka sekolah,ibu ingin mereka menempuh pendidikan yang layak,setelah mereka sekolah tinggi dan jadi orang sukses tugas ibu selesai,ibu iklas atas kelakuan orang tuanya dulu,ibu tidak pantas menghakimi mereka karna mereka tak bersalah."


ibu Pras memperlihatkan makam ibu mereka dan suami ibu Pras yang sebelum meninggal ingin di kuburkan di samping istri keduanya,


ibu Pras menangis sebenarnya ia sakit hati tapi ia meyakini bahwa ini adalah sebagian dari takdirnya.


"aku sedih mendengar cerita ibu, tapi aku bangga ibu adalah sosok yang harus jadi panutan ku,ibu adalah sosok wanita yang berjiwa besar, apa yang ibu lakukan ini mulia,tanpa harus menengok kebelakang,ibu berani mengambil keputusan padahal bertentangan dengan Pras anak ibu sendiri."ucap Fatia


"Fatia ibu mohon ketika kamu menikah dengan Pras nanti bisa merubah dan membuka hati Pras untuk mereka,memang ini suatu ujian yang berat untukmu,tapi ibu tidak ada pilihan lain,harta yang kami punya itu harta milik papah ibu ketika perusahaan Pras yang ambil alih,perusahaan itu berkembang pesat karna keinginan Pras yang kuat,dulu ayah Pras hanya buruh pabrik,."


"pernikahan kami pun lama baru di karuniai anak yaitu Pras,ibu mohon nak pada mu agar Pras bisa merangkul adik-adiknya"


"ini cobaan yang berat bagi rumah tangga ku nanti bu tapi demi kita semua aku akan mencobanya"


adik tiri Pras masih kecil-kecil ada yang umur 8 tahun,10 tahun dan 12 tahun,ibu Pras membiayai semuanya dengan sembunyi-sembunyi hingga sekarang.


kami pun bertemu Pras yang sedang mencari perhiasan untuk acara nanti.


"ibu ini mengajak Fatia tidak bilang-bilang ayo bu kita melihat perhisan untuk kami nanti."


Pras menunjukan sepasang cincin berlapis berlian kepada Fatia,Fatia suka cincin yang dipilihkan Pras untuknya,Pras juga membeli sebuah gelang untuk ibu tercintanya.


"ko kamu tau ukuran jari tanganku Pras bisa pas di jariku"


"kan aku sering pegang jari mu selama ini ha,,ha,," tawa Pras meledek Fatia di depan ibunya


aku pulang bersama Pras ibu pulang bersama supirnya.Pras melihat barang belanjaan ku dan bertanya

__ADS_1


"kamu di ajak kemana aj sama ibu," tanya Pras


"ibu mengajakku ke salon,makan siang bersama trus berbelanja"jawab Fatia yang sedikit agak tegang menjawabnya, tapi Pras bukan tipikal cowok yang banyak bertanya, syukurlah aku sedikit agak tenang.


"Pras aku mau setelah menikah nanti membuka toko fashion, toko kue ku nanti ku serahkan untuk ayah,boleh Pras,,,aku mohon"


"sebenarnya aku tak ingin istriku bekerja mencari uang,aku ingin istriku berada di rumah saja,tapi kalau itu mau kamu aku mengijinkan tapi dengan satu syarat jangan cape-cape kalau usaha itu sudah mulai berjalan lancar kamu ga boleh setiap hari ke toko"ucap Pras tegas


"ok siap calon suamiku"


sampai dirumah Pras menyapa ayah Fatia dengan mencium tangannya


"ayah,, Pras membawa oleh-oleh untuk ayah"Pras membelikan sebuah baju,sepatu dan celana,Pras sungguh perhatian kepada ayah.


"terimakasih banyak nak Pras" Pras langsung berpamitan untuk pulang


"ayah besok kita akan pindah kerumah yang baru ya biar akses ke toko lebih cepat di jangkau,nanti toko ayah yang hendle ya,toko akan ku serahkan untuk ayah"


"Fatia kamu ga takut toko kue mu bangkrut,jualan ikan ayah aj bangkrut"


"bukan bangkrut yah tapi tidak ada yang membantu,kalau di toko kue Fatia banyak kariawan nya yah,cukup ayah pantau seminggu 2 kali saja"


"iya coba nanti ayah kembangkan tapi jangan di lepas begitu saja ya nak"


"iya yah".


Fatia segera pergi ke kamar merenungi bagai mana cara menyembunyikan rahasia ibu nanti.

__ADS_1


tapi aku akan ceritakan pada Pras sedikit demi sedikit sambil menasehatinya.pikir Fatia


__ADS_2