
Sidang dimulai pukul 08:00 wib.Nindi dan kuasa hukumnya mempersiapkan berkas yang akan dibahas di persidangan nanti.
sebaliknya juga Dian dan tim nya tidak mau kalah dipersidangan nanti.Doni bingung harus berada di posisi Dian apa Nindi.
pukul 07:00 ruang sidang sudah dipenuhi dengan keluarga masing-masing belah pihak.mas Doni datang bersama keluarga Dian.
"aku terkejut ternyata mas Doni mendukung keluarga Dian"
keadaan ini membuat perasaan ku semakin tak menentu yang membuat hati ku gelisah.
Dian terlihat tenang hari ini karna ia sudah pasra pada hukuman yang akan didapatkannya,ia mengakui kesalahannya.suasana dipengadilan terlihat tegang.
Nindi tidak ingin mba Dian tidak mendapat hukuman,
"mba Dian harus masuk buih"
Ucap Nindi kepada Pinkan.
Nindi berbicara sebenarnya tentang apa yang dialaminya kemarin,tapi jaksa penuntut umum terus memojokan Nindi yang membuat Nindi bingung menjawabnya.
pada akhirnya mba Dian difonis 2tahun penjara,
keluarga Dian marah mereka bilang tidak adil,Dian terlahir dari keluarga kaya,mereka seakan tidak terima dengan apa yang terjadi pada Dian.
aku pulang bersama keluarga ku, dengan melirik ke arah Dian,mba Dian menangis,mas Doni masih menemani nya disana.
ku jalani semua kehidupanku yang baru,aku membuka toko kembali bersama Pinkan mulai mengisi lagi stok-stok baju yang kurang.
setelah sidang mas Doni tak pernah lagi menampakan dirinya ke hadapanku.entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengan mas Doni,
"gummmpraaang"
suara kaca pecah membangunkan lamunan ku,Pinkan berlari kearah ku karna posisi ku di ruang belakang toko.
"ada apa Pinkan,"
Nindi bertanya pada Pinkan dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
"ga tau Nin di depan Toko ada 3 laki-laki melempar batu hingga kaca toko pecah.
setelah ke tiga orang itu pergi Nindi memberanikan diri pergi kedepan toko.banyak orang disana yang mendatangi toko ku,aku tak tau dan bertanya kepada mereka.
"siapa yang melempar batu ini pa,"
"saya kurang paham mba tapi tadi ada 3 orang pake sepeda motor,melempari toko mba Nindi"
ya ampun toko ku hancur,kaca-kaca pecah pelanggan ku berlari ketakutan. ternyata cobaan ku tak cukup sampai disini.
aku melapor ke pihak yang berwajib,Polisi meminta rekaman kamera Cctv toko untuk proses penyelidikan.
seminggu sudah kasus penimpukan kaca tokoku berlalu, yang tak ada kabarnya lagi.
sekarang ada masalah di pabrik,aku kena tipu dan pabrik akan mengalami kebangkrutan,bagaimana ini aku bingung,di posisi seperti ini mas Doni tidak ada disamping ku,entah mas Doni pergi kemana ponselnya tidak aktif dihubungi.
pabrik sudah ditutup hari ini,karna kehabisan modal,tinggal toko ku yang dijakarta dan di semarang,Pinkan pun harus kuberhentikan karna aku tidak kuat membayar,sebenarnya Pinkan ingin membantu ku dengan tulus tapi aku tak bisa.
semuanya kacau,entah siapa yang menginginkan usaha ku hancur seperti ini, toko ku dijakarta di jual karna pelanggan ku takut kalau harus belanja lagi ketoko,setiap toko sedang ramai pembeli ada saja orang yang menimpuki toko ku dengan batu.
akhirnya aku membuka toko baru disemarang,disana ada ibu, adik,dan anakku,aku meninggalakan kehidupan di jakarta dan memulai hidup yang baru di Semarang.
aku pergi meninggalkan jakarta,ingin hidup tenang disana menghabiskan waktu bersama keluarga ku.
2tahun sudah berlalu,
"hari ini mba Dian keluar dari penjara,harusnya aku menengok mba Dian dijakarta,tapi mas Doni tak memberi kabar"
alhamdulilah tokoku disini mulai berkembang sudah banyak pembelinya,aku ingin mencoba buka toko prabot unik juga,sambil mengembangkan toko pakaian ku.
ibu dan adik-adik ku selalu mendukung usaha ku dengan membantu memasarkan produk-produk baru di toko.
mas Doni tiba-tiba datang ingin melihat Hafis yang kini sudah beranjak dewasa.Hafis sudah berusia 12 tahun sekarang.
seperti dulu Nindi tetap menyambut baik Doni walaupun ibu dan adik- adik Nindi tidak menerima kedatangan Doni.
"Nin bagaimana kabar mu,maafkan aku ga pernah memberi kabar keberadaan ku,"
__ADS_1
" memangnya kemana kamu selama ini mas sampai-sampai ponsel pun tidak diaktifkan."
"maaf kan aku Nin aku bersembunyi dari keluarga Dian.kemarin sengaja kejadian ini disembunyikan oleh Dian tapi entah siapa yang memberi tahu semua ini"
keluarga Dian tidak pernah ingin kalah dalam hal apapun.dipengadilan kemarin mereka merasa dikalahkan. maka dari itu mereka marah. aku diminta bercerai dengan Dian.
aku pergi menghilang tapi tetap mengawasi mu Nin aku tau apa yang terjadi pada mu,tapi tak dapat berbuat apa-apa,keluarga Dian memiliki kuasa jadi dia dapat berbuat apa yang mereka inginkan.
"terus kenapa kamu kesini mas,padahal mba Dian lebih membutuhkan mu untuk berada disampingnya,sekarang mba Dian telah bebas dari penjara"
"Dian berada bersama keluarganya, sedang merayakan kebebasannya,mereka balas dendam kepada mu Nindi"
"jadi toko ku sering diteror,pabrik bangkrut ini semua ulah keluarga mba Dian mas,mereka benar-benar jahat"
tak berselang lama Dian menelpon Doni
"mas kamu dimana kenapa tidak menjemput ku tadi"
tanya Dian
"aku di luar kota sedang menyendiri, iya aku ke jakarta sekarang.ponsel pun dimatikan"
"Nin aku ke jakarta sekarang aku akan mengurus perceraianku dengan Dian,karna itu permintaan yang diinginkan keluarga Dian, jadi aku harus menurutinya"
"ya sudah mas hati-hati dijalan"
Nindi mengantar mas Doni sampai depan pintu,aku tidak tau apakah kata-kata yang keluar dari mulut mas Doni itu benar atau tidak,yang jelas hati ini mengiginkan mereka berpisah,aku dan mas Doni akan hidup bahagia disini.
Doni berangkat kejakarta menggunakan mobil pribadi,rasa lelah dan kantuk mengiringinya karena jarak semarang ke jakarta cukup jauh, ia ingin melepas lelah di hotel terdekat ia mencoba memutar mobil menuju hotel,ketika ingin berbelok ada sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi.
",,daarrr,,"
mobil Doni dihantam truk kemudian terpental beberapa meter dari tempat ia berbelok.
banyak orang berlarian ke arah Doni berusaha menolong tapi tidak bisa karna kaki Doni terjepit body mobil.
setelah tim damkar yang berusaha mencoba membantu Doni akhirnya Doni segera dibawa kerumah sakit.
__ADS_1
polisi menghubungi Dian, Dian pun segera datang keruamah sakit,disana Dian melihat mas Doni tergeletak kritis,dokter bilang mas Doni harus segera dioprasi kaki yang kiri harus diamputasi karena hancur.
"remuk rasa hati Dian entah apa yang harus aku katakan ketika mas Doni sadar"