Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Niken membela Hafis


__ADS_3

Hafis memperhatikan Fatia dari kejauhan,angin malam bertiup sepoy-sepoy yang menambah suasana kesedihan hati Fatia semakin dalam,


Hafis masih memperhatikan Fatia, malam semakin larut pesanan grab belum juga datang akhirnya di cancel oleh Fatia,tak lama Hafis menghampiri Fatia,


"ayo ku antar pulang,aku tak tega melihat wanita yang pernah ku kenal duduk sendirian disini sementara malam semakin larut,"ucap Hafis tegas.


"Hafis,,,maaf kan aku,,"


"meminta maaf untuk apa,semua sudah terjadi aku pun tak dapat menahan seorang wanita yang sudah menjadi tunangan orang lain,biar bagaimana pun nanti akan ku pikirkan bagaimana caranya melupakan mu,"ucap Hafis pura-pura tegar dihadapan Fatia tapi sesengguhnya hatiku sakit sekali Fatia.


Fatia hanya terdiam dalam perjalanan pulang,di pertengahan jalan Hafis menghentikan motornya.


"apakah sudah tidak ada lagi rasa cinta untukku Fatia"ucap Hafis


Fatia hanya bisa terdiam saja dan berkata dalam hati,"sejujurnya aku masih mencintai mu Hafis tapi sekarang keadaannya sudah berbeda aku hampir menjadi milik orang lain,


"aku selalu menunggu kabar dari mu tapi kamu tidak pernah mengabari ku, aku pikir kamu tidak mencintai ku lagi,,oleh karna itu aku mempersilakan Pras mengisi hati ku yang kosong" ucap Fatia membalas kata Hafis,


"sudahlah Fis keadaan sudah berbeda aku mohon lupakan aku,sekali lagi maaf kan aku Fis"ucap Fatia sekali lagi


"dasar wanita egois kamu Fatia,lalu bagaimana dengan perasaanku Fatia, baiklah aku akan mencoba melupakan mu."Hafis melanjukan kendaraannya dengan kencang dan mengantar Fatia pulang,.


sampai di depan rumah, Fatia mengucapkan trimakasi dan langsung segera turun dari motor Hafis,belum sampai di depan pintu, Hafis melaju dengan sangat kencang,sepertinya dia sedang marah besar kepadaku.


"ya tuhan apakah takdirku untuk bersama Hafis sudah tidak ada lagi harapan,aku sudah menerima bertunangan dengan Pras dan sudah mengatur tanggal pernikahan,tahun depan sebentar lagi mungkin di bulan Februari aku sudah mulai sibuk mengatur segala urusan tentang pernikahan"ucap Fatia sedih.


Pras menelpon Fatia,


"hallo Fatia tadi kamu pulang naik apa,udah makan belum?maaf aku tidak mengabarkan mu tadi,karna ada keperluan mendadak,aku harus pergi keluar kota untuk menandatangani sebuah kerja sama dari kantor."

__ADS_1


"aku sudah sampai dirumah Pras, mungkin besok aku ga ke toko dulu, badan ku kurang sehat"entah kenapa aku lelah sekali,aku tidak ingin memikirkan sesuatu,aku hanya ingin dirumah saja mungkin dirumah membuatku lebih nyaman.


____***


hari ini ada reuni sekolah SMA Hafis, "niat hati ingin datang ke acara reuni, tapi dengan siapa' Niken datang membawakan segelas jus buah untuk Hafis,


"Niken nanti malam mau ikut dengan ku,malam ini ada acara reuni di sekolah SMA ku dulu."ajak Hafis


"boleh,,,kebeneran lagi ga ada acara kemana-mana malam minggu ini, ya maklum jomblo ga ada yang mau ngajak kencan malam minggu"


"lo tinggal di Jakarta tu udah lama, masa ga ada cowok yang deketin lo gitu"ucap Hafis meledek Niken.


"yang deketin si banyak Fis tapi hati ku hanya untuk seseorang saja"ucap Niken yang membuat Hafis tertawa.


"sebenarnya gw pengen ngajak Fatia tapi Fatia sudah hampir di pinang cowok lain,gw ga mau cari masalah sama bos besar itu,"Syukurlah Hafis mau melupakan Fatia ucap Niken dalam hati.


malam pun tiba,Hafis menghadiri acara reuni dengan Niken,Hafis mengajak Niken ke salon,karna dandanan Niken sehari-hari sedikit Norak mangkanya Hafis mengajak Niken ke salon biar pegawai salon yang mempercantik wajah Niken, Hafis juga yang mimilihkan baju untuk Niken.


di acara reuni SMA Hafis yang di hadiri sampai 5 tahun angkatan dari Alumni sekola Hafis,sebuah acara besar malam itu.


Hafis dan Niken masuk kedalam,tamu undangan berdatangan satu persatu, tak lama datanglah sebuah mobil sport yang terparkir di dekat motor Hafis,


Hafis melihat kedatangan Pras dengan Fatia,Hafis tak menyangka Pras juga Alumni sekolah Hafis, Fatia menatap Hafis,dan Pras menjabat tangan Hafis.


"bagaimana kabar mu Fis,"ucap Pras


"kabar ku baik Pras,kamu Alumni sekolah ini juga Pras,"


"aku kakak kelasmu,aku keluar kamu baru masuk sekolah ini Fis,"

__ADS_1


"ooh pantes aku ga pernah melihat kamu di sekolah ini Pras"ucap Hafis


seseorang teman Pras melambai-lambai tangan ke arah Pras seakan memanggil dan mengajaknya ke sana


acara pun ingin di mulai,Hafis merasa cemburu melihat Fatia bergandengan tangan dengan Pras,"harus nya Fatia pergi dengan ku"ucap Hafis dalam hati,Niken tak mau kalah dengan Fatia,, Niken merasa kasian dengan Hafis yang sedang dibakar api cemburu,Niken mengenggam tangan Hafis dan memegang pipi Hafis,dengan tangan yang gemetar Niken memberanikan diri,seakan tak sadar tindakannya terbilang nekat,kedua tangan Niken menyentuh pipi Hafis,dengan tatapan tajam Niken menatap mata Hafis dengan mesra,


"Hafis kita mau kemana sekarang" dengan senyum mesra Niken menatap mata Hafis,


Fatia hanya diam saja,"Hafis cepat sekali melupakan ku,ia berpacaran dengan Niken sekarang,atau sudah lama"pikir Fatia dalam hati wajah Fatia terus melihat ke arah Niken dan Hafis,"Fatia masih terlihat cemburu itu artinya ia masih menyimpan perasaan kepada Hafis"pikir Niken dalam hati


mereka pun berpisah ke kelompok Alumni masing-masing,


"baiklah Fis aku kesana dulu"ucap Pras sambil sedikit menarik tangan Fatia.


"kamu ini kenapa Niken,,"Hafis mencubit hidung Niken dengan gemas.


"aku melihat wajahmu memerah Fis, maaf kan aku melakukan tindakan seperti tadi karna aku kasian kepadamu. seperti terbakar api cemburu dengan melihat Fatia bergandengan tangan bersama tunangannya."ucap Niken sambil memejamkan mata.


Hafis tertawa melihat wajah Niken yang agak sedikit takut kepada Hafis.


"kamu ini lucu Niken,Hafis menarik tangan Niken dan memperkenalkan Niken sebagai pasangannya malam ini.


hati Niken berbunga-bunga malam ini, walaupun hanya semalam tapi Hafis sudah membuatku sangat jatuh hati padanya,"ternyata ia seorang laki-laki yang sangat perhatian dan romantis"


Niken pun sampai di rumah,di depan rumah sudah ada ibu Hafis menunggu "kamu cantik sekali Niken,pasti ini kerjaannya Hafis ya,udah berani permak wajah kamu seperti ini" ucap Nindi meledek Niken.


"lumayan tante nyalon geratis ,,,ha,,ha,,


Niken tertawa melontar candaan kepada Nindi.

__ADS_1


Niken pun segera mengganti pakaiannya dan segera tidur.


__ADS_2