
sepulang dari Belanda seperti ada yang disembunyikan mas Doni, fikir Nindi bagaimana cara membuka pembicaraan pada mas Doni agar ia tidak tersinggung pada ku,biasanya seorang lelaki selalu marah apabila ada kata yang sedikit menyinggung nya tentang mantannya.
"aku bingung,"ucap Nindi sambil memainkan jarinya di atas bathup, Nindi masih berendam dengan air hangat,yang membuat pikirannya agak tenang.mas Doni memanggil manja,Nindi langsung menyelesaikan mandinya,segera memenuhi panggilan mas Doni.
"iya mas,ada apa" jawab Nindi
"kamu lama sekali di kamar mandi sedang memikirkan apa,"tanya Doni yang sedang melirik Nindi memakai baju," istriku seksi sekali ya,aku jadi makin cinta"
Nindi tertawa melihat mas Doni,"mandi sana kita ketemu dimeja makan," ucap Nindi sambil meninggalkan candaan Doni,
"Nin mau kemana,aku ko ditinggalin,Nindi aku mencintaimu jangan pergi"teriak Doni bercanda.
Nindi tidak menghiraukan teriakan mas Doni yang meledeknya,dan turun kebawah.
_____***
"Hafis mana bi," tanya Nindi kepada bi Inah "den Hafis masih dikamar bu,"Nindi pergi memanggil Hafis untuk makan siang,mereka bertemu di meja makan.
aku masih marah dengan mas Doni ada apa dengannya,pulang dari badara diam saja tapi ketika dikamar ia melampiaskan nafsu nya pada ku. memang aku wanita murahan,aku wanita baik-baik harusnya di manja dulu dirayu dulu.pikir Nindi manja
mas Doni pun turun kebawah,melihat Nindi sedang cemberut,di meja makan kaki mas Doni meraba kaki Nindi,Nindi melirik ke arah mas Doni,
melihat mas Doni Nindi melirik malu, "kenapa Nindi cuek kepada ku,apa salahku,apa Nindi bisa membaca apa yang aku pikirkan,apa aku harus jujur ketika ia bertanya,"banyak yang difikirkan Doni tentang cemberutnya Nindi.
__ADS_1
Nindi hanya diam saja,semakin Nindi diam semakin membuat Doni penasaran.
______***
suami Dian lumpuh,Dian menangis ketika mendapat kabar suaminya tidak dapat bangun lagi,mungkin ini nasib ku sudah jahat pada mantan suami ku dulu,aku selalu merendahkan Mas Doni,padahal mas Doni yang memajukan perusahaan milik ku dulu,tapi aku selalu memandangnya remeh,bahwa dia tidak melakukan apa- apa pada perusahaan ku dulu.sesal Dian dalam hati.
dari hari ke hari Dian semakin jenuh mengurus suaminya,Dian sempat mimiliki niat untuk memberinya obat yang akan membunuh suaminya pelan-pelan.
keinginan Dian semakin mengebu- gebu. ia ingin memiliki mas Doni kembali,dan keinginan hidup bebas dari suaminya yang lumpuh.
akhirnya Dian membeli obat yang dapat membunuh suaminya,ia mencoba mencampurnya dengan obat-obatan yang diminum suaminya sehari-hari.
entah ada apa dengan Dian sehingga dia tega seperti itu,Dian pusing dengan suaminya yang sakit dan tidak bisa menafkahinya,ia hanya berharap hidup dari Syila perusahaan dipegang Vino yang jarang mengirim hasil dari perusahaannya.
"Syila sayang dengan papah sambungnya,setiap pulang dari tugas kedokterannya ia selalu menemui papahnya dan memeriksa keadaan papahnya,Syila binggung kesehatan papahnya yang semakin hari semakin menurun.
" kenapa papah semakin menurun kesehatannya,aku merawat papah sudah semaksimal mungkin,ada apa ini."ucap Syila heran
Dian semakin kejam pada suaminya, "pah minum obat dulu ya,biar papah cepet sehat,nanti kita jalan-jalan ke Jakarta yah,"setelah meminumkan obat pada suaminya Dian meninggalkan nya pergi begitu saja.
suster datang untuk membersihkan tubuh suami Dian sore ini,ketika ingin membersihkan tubuhnya, suster kaget dengan keadaan papah Syila, nafas nya tesengal-sengal,suster memberitahu Syila yang baru saja pulang dari kliniknya .
"mba Syila nafas papah mba Syila tersengal- sengal,"ucap suster
__ADS_1
Syila berlari ke kamar papahnya,
"ada apa ini suster mengapa seperti ini,aku sudah merawat papah dengan baik tapi mengapa keadaannya seperti ini,harusnya keadaan papah semakin membaik tapi mengapa ini semakin memburuk," ucap Syila sambil melakukan tindakan.
papah Syila telah tiada,Syila sempat putus asa mengapa seperti ini pah, padahal Syila merawat sesuai prosedur kedokteran,ada apa ini ucap Syila dalam hati sambil menangis, Dian datang dengan derama menangis ketika kehilangan suaminya.
saudara dari papah berdatangan, rencana papah akan dikebumikan di tempat kelahiran papah,Syila sangat terpukul kehilangan papah sambung yang sangat menyayanginya,
setelah selesai mengebumikan suaminya." Dian bergegas kekamar suaminya dan mencoba menghilangkan barang bukti obat-obatan yang sudah membunuh suaminya"
Syila masih bersedih kehilangan papahnya," ada apa dengan papahnya harusnya ia tidak seperti itu tapi mengapa perubahan nya sangat cepat,sangat tudak masuk akal" Syila penasaran dan ingin mencari tau apa yang terjadi.
Syila pergi ke kamar ayahnya dan memeriksa obat-obatan yang ada di meja samping tempat tidur papahnya,
Syila tak menemukan ada yang mencurigakan,Syila menangis dan menyandarkan siku nya ke kasur papahnya,siku Syila menyentuh sesuatu yang ada dibawah selimut papahnya,
" Apaa,, ini" Syila mencoba memperhatikannya,dugaan Syila ini obat pembunuh saraf,tapi Syila belum yakin,Syila memasukan obanya kedalam plastik dan membawanya ke laboraterium.
esoknya Syila memberi obat itu kepada teman Syila yang bekerja di bagian laboraterium,dengan penasaran Syila menunggu hasil Lab, Syila pulang kerumah ketiaka kamar papahnya sedang di bersihkan Dian,
"Syila bingung mah,padahal Syila sudah merawat papah sesuai prosedur kedokteran,harusnya papah membaik mah tapi keadaan papah malah sebaliknya"ucap papah.
"itu semua Sudah takdir papah Syil, meninggal saat usia masih muda" ucap Dian tenang.
__ADS_1