Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor 15


__ADS_3

Nindi belum dapat kabar Mas Doni kecelakaan hingga kakinya diamputasi,yang ia tau mas Doni pulang ke jakarta untuk menceraikan mba Dian,dan Nindi menunggu kabar dari suaminya.


Dian masih menunggu Doni di rumah sakit,dengan cemas menunggu Doni diruang oprasi.


"sesungguhnya aku tak ingin kaki mas Doni diamputasi tapi apa boleh buat tidak ada pilihan lain,aku sedih kenapa harus seperti ini keadaannya derita yang belum berakhir dalam keluarga ku"


ga ingin rasa nya menerima mas Doni dalam keadaan seperti ini,Dian melihat keadaan suaminya dalam keadaan sebelah kaki.ketika mas Doni masih belum sadar.


akhirnya mas Doni sadar,


"mah,,,aku dimana?"


"kamu di rumah sakit mas,kamu kecelakaan kemarin"


"aku mau kekamar mandi mah,mas Doni merabah kaki nya yang masih sakit untuk digerakan,ada apa dengan kaki ku,kemana kaki ku yang sebelah mah,,"


"maaf kan aku mas kaki mu di amputasi karna hancur terjepit mobil, tidak ada jalan lain lagi,jalan satu-satunya harus di amputasi"


mas Doni menangis,,dan berteriak dokter hanya bisa menenangkan


"sabar pa,bapa harus tetap tenang karna tidak ada jalan lain lagi maka dari itu kami mengambil jalan dengan cara mengamputasi kaki bapa agar tidak membusuk.


setelah mendengar nasihat Dokter Doni sedikit agak tenang.


bagaimana dengan Nindi aku berjanji akan kembli menemuinya,tapi sekarang tak mungkin,apakah Dian mau menerima keadaanku seperti sekarang ini.


setelah makan Doni tidur,mungkin ada campuran obat tidur pada obat yang di minum mas Doni,agar ia bisa istirahat karna dari tadi ia hanya menangis dan berteriak.


"aku sedih melihat mas Doni seperti ini mas aku akan merawat mu sekarang,aku tidak ingin mencampakan mu dalam keadaan seperti ini,aku akan menemani mu mas."


ucap Dian ketika mas Doni sudah terlelap tidur.


seminggu sudah Nindi menunggu mas Doni yang tak kunjung datang, Nindi berfikir mas Doni hanya membohonginya,sekarang Nindi tak mau berharap banyak pada Mas Doni.


"mungkin mas Doni sudah kembali kedalam pelukan Dian, aku harus melupakan semua."


Nindi melanjutkan kehidupannya,yang tak lagi diusik kluarga Dian,dan mencoba melupakan bayang-bayang mas Doni.


pagi ini mas Doni mencoba berjalan dengan 1 kaki tanpa sepengetahuan Dian,mencoba berjalan tapi hanya sebentar karna kaki yang digunakan untuk berdiri belum mampu menopang tubuh mas Doni.akhirnya mas Doni terjatuh,Dian berlari kearah mas Doni dan mangangkat mas Doni ke kursi roda.


"kamu tuh belum kuat mas kenapa terus memaksakan berdiri,tolong dengarkan aku semua itu ada tahapnya,jangan terus dipaksakan untuk berdiri"

__ADS_1


"aku memang laki-laki tak berguna dari dulu selalu membuatmu menderita mah,campakan saja aku buang aku dipinggir jalan agar tidak menjadi beban hidup mu."


dengan nada sedikit berteriak mas Doni bicara seperti itu.


"aku tau mas kamu sedang tertekan dengan keadaan kakimu yang diamputasi tapi aku mohon jangan bicara seperti itu"


akhirnya Doni diperbolehkan pulang. tapi sebenarnya aku bingung harus pulang kemana,Vino sudah tidak mau lagi menerima keberadaan mas Doni dirumah,karna mungkin dia menganggap mas Doni sudah terlalu banyak menyakitiku.


akhirnya mas Doni ku kontrakan sebuah rumah yang tak jauh dari rumah sakit.agar mudah untuk check up.


"maaf kan aku mas untuk sementara tinggal disini dulu ya,karna kamu sudah lama tak pulang kerumah, Vino mengira kamu sudah mencampakan ku,Vino agak sedikit kecewa karna kamu tak pernah mengunjungi ku di penjara.


"aku memang salah maaf kan aku,"


Doni tak mau cerita kepada Dian bahwa keluarga Dian yang memaksanya untuk berpisah dengan Dian.


seminggu sudah Doni berada di rumah kontrakan,Syila datang menjenguk ayahnya.


"Syila menangis melihat keadaan papah nya"


"masuk nak jangan berdiri didepan pintu,kenapa kamu menangis,,papah sudah iklas dengan keadaan ini"


"papah ga papa Syil,"


Syila kuliah kedokteran sedikit mengerti merawat papahnya.


"papah yang sabar ya nanti Syila carikan kaki palsu yang terbaik untuk papah.Syila sayang papah."


Syila memeluk papahnya dan terus memberi semangat untuk papahnya.


"Nak kapan kamu sampai,ko ga ngabarin mamah kalo mau ke jakarta


"mamah"


Sambil berlari Syila memeluk mamahnya melepas rasa kangen.


"Syila kepikiran papah waktu mamah ngabarin papah kecelakaan.


pagi yang cerah suasana terasa dingin yang masih berseimut kabut matahari keluar dengan malu-malu burung-burung mulai bercengkrama.


sehingga membangunkan Nindi yang sedang tertidur pulas,Nindi melihat jam dan langsung begegas ke kamar mandi pagi ini sudah menunjukan pukul 07:00

__ADS_1


"aduh aku telat."


pagi ini Nindi ada janji bertemu dengan seseorang yang mau menanamkan modal pada usahanya agar lebih berkembang.


"aduh aku telat"


Nindi berangkat dengan adiknya,sampaidi kafe sudah ada pria yang duduk di pojok kafe.


"aduh beneran mba telat de,harusnya mba yang nunggu dia,"


Nindi coba mendekati pria tersebut, dengan jantung dag,dig,dug,takut dia marah dan membatalkan kerja sama ini,Nindi mencoba menyapa.


"permisi,,maaf pak saya terlambat dijalan tadi aga macet"


"ia ga papa bu Nindi silakan duduk,mau pesen apa"


Danu namanya aku kira ia membatalkan kerja sama ini,karna ia memiliki hati yang bijak akhirnya kerja sama ini tetap dilaksanakan.


Nindi membuka cabang baru karna pa Danu menilai usahanya berkebang,maka ia memberi pinjaman modal usaha untuk Nindi.


mas Doni masih berada di kontrakan sesekali Dian dan Syila menengok nya bergantian,Syila mengajak papah nya mencarikan kaki palsu yang pas untuk papah nya.


"bagaimana pah nyaman ga dipakai "


"nyaman Syil kaki palsu nya di pakai papah,harus papah pakai terus biar terbiasa,makasi ya sayang"


sambil mencoba berjalan menggunakan kaki palsunya, mas Doni terlihat senang sekali.


Dian datang membawa keperluan makanan,


"hati- hati mas,kamu pasti bisa, aku senang melihatnya"


semakin pupus keingunan Doni untuk menceraikan Dian,ternyata Dian perempuan yang benar-benar setia,dan sayang kepadaku,bagaimana keadaan Nindi sekrang mungkin ia sudah melupakan ku.


Doni berusaha terus mencoba kaki palsunya agar terbiasa nantinya,


"aku harus bisa,aku tidak boleh seprti ini,aku harus bisa bekerja lagi,dan beraktifitas seperti biasa,


meski terjatuh Doni berusaha bangkit lagi,"memang sulit tapi harus tetap berusaha.


akhirnya Doni pun bisa menggunakan kaki palsunya seperti kaki normal,kehidupannya kembali seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2