Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Dian terpesona


__ADS_3

Mas Doni dan Hafis datang kepernikahan Vino, Syila senang papah nya akhirnya mau datang ke acara ini.Syila datang menghampiri papa nya.


"papah" teriak Syila memanggil papahnya.Syila pun memeluk Mas Doni dan berjabat tangan dengan Hafis.


semua keluarga Dian memandang ke arah Doni.mereka kaget melihat penampilan Doni,melihat jas yang dipakai Doni dan Hafis adalah Jas dari disainer ternama di Amerika.


yang keluarga Dian tau Doni itu tidak punya apa- apa ketika ditinggal Dian dulu.Doni menyapa satu persatu keluarga Dian,mereka terperanga melihat Doni dan Hafis,pasti kedatangan mereka menjadi trending topik kali ini.Dian menyapa Doni,Hafis pun menyalami tangan Dian,tetapi Dian bersikap cuek pada Hafis,Dian hanya memandang ke arah mas Doni


Hafis takut Dian masih menyukai ayahnya.kami menikmati makanan di tempat pesta setelah itu berpamitan kembali ke hottel.


"Hafis ayo kita pulang" ajakan mas Doni diiyakan Hafis,mereka pun kembali ke mobil dan melaju pulang


"yah,,,,Ayah masih sayang kan dengan ibu,tolong jangan sakiti ibu lagi ya yah" ucap Hafis


" ko kamu ngomong gitu Fis,Hafis ga percaya pada Ayah,ayah ga akan tinggalkan ibu lagi Fis,ibu wanita terbaik untuk ayah."


" iya Yah maafkan Hafis,melihat tatapan mamah Dian tadi sepertinya ia masih cinta pada Ayah,"


" sudahlah Nak kami sudah memiliki kehidupan masing- masing,jangan berfikiran buruk pada Ayah,ga usah mikirin yang tidak- tidak,mending kita liburan,kamu mau kemana?"ajak Ayah


_____****


Dian masih saja memikirkan pertemuannya dengan mas Doni,


"ternyata aku masih mencintai mas Doni,jantung ini bergetar setelah sekian lama aku tak memandang wajah mas Doni."


"mah,,, Syila memanggil ,tolong bantu papah,papah ingin kemamar mandi,"


suami Dian sedang sakit,Dian sudah lelah mengurusnya,


"panggil aja suster Syil,percuma ada Suster kalau masih mamah juga yang urus."ucap Dian

__ADS_1


Syila heran kenapa mamah berubah sekarang.dulu mamah tidak seperti ini pada papah,tapi setelah papah sakit-sakitan mamah berubah.


_____****


Hafis dan Doni pergi ka Kanal Amsterdam mereka menghabiskan waktu disana setelah cepat- cepat melarikan diri di acara pernikahan Vino, yang membuat mereka tidak nyaman berada disana.


" Yah kita foto-foto ibu pasti menyesal tidak ikut ke Belanda."ucap Hafis yang ingin memamerkan hasil jepretannya di Belanda.


"anak ayah mau eksis di setatus rupanya" tawa Doni melihat kelakuan Hafis.


setelah lelah memanjakan mata mereka pun kembali ke hottel untuk beristirahat.malam nya mas Doni ingin pergi ke kantin hottel untuk minum kopi menghangatkan badan,melihat Hafis sudah tertidur Doni pun pergi sendirian.


mas Doni kaget tiba- tiba Dian memeluknya dari belakang.mas Doni langsung melepaskan dekapan tangan Dian,


"ada apa dengan mu Dian, setatus kita sudah berbeda,sudah tak pantas kau bersikap seperti itu pada ku"ucap Doni tegas


"maaf mas aku kangen sama kamu mas sudah 5 tahun lebih kita tidak bersama lagi" ucap Dian seakan tak bersalah yang masih mengharap cinta dari mas Doni.


akhirnya mas Doni kembali kekamar dan langsung memesan tiket pesawat untuk esok pagi.ia ingin segera meninggalkan Belanda, melihat kelakuan Dian seperti itu takut mengundang fitnah pada ku,


"aku tak ingin meninggalkan Nindi lagi, aku hanya ingin hidup dengan Nindi.


pagi nya Doni dan Hafis berkemas untuk berangkat kejakarta.


"kenapa harus buru- buru yah kata ayah kemarin mau berangkat siang nanti," ucap Hafis heran


" Ayah ada keperluan kantor mendadak Fis." jawab Doni padahal ia ingin segera menghindar dari Dian, yang sikapnya membuat ia kaget, ternyata Hafis benar ternyata Dian masih menyukai ku.


____***


sampai di Jakarta,Nindi menyambut kedatangan Hafis dan Doni di bandara

__ADS_1


" ibu sudah lama menunggu kami disini." ucap Hafis


"ibu baru saja sampai,dari pada pesen taxi mending ibu saja yang jemput,ayo kita pulang" ucap Nindi.


sepanjang jalan mas Doni masih memikirkan prilaku Dian yang membuatnya terkejut,aku takut akan ambisi Dian,yang akan terus berjuang untuk melakukan sesuatu.


"mas apa yang kau pikirkan, dari tadi aku perhatikan termenung saja," tanya Nindi


"ga pp Nin,aku hanya kelelahan saja,memikirkan besok mau lanjut meeting lagi di kantor." jawab Doni sambil mengerenyitkan alis nya.


" anak ibu narsis banget di Belanda, foto-foto liburan langsung dapajang di atatus,banyak yang koment dong Fis."


"iya dong bu banyak yang liat status ku,he,he,he,"tawa Hafis meledek ibunya.


Nindi masih memperhatikan suaminya dari tadi,ada yang lain padanya ,aku mengenal suami ku suah lama,biasanya kalau dia seperti ini pasti menyembunyikan sesuatu padaku,tapi biarlah mungkin ia benar- benar lelah hari ini.


____***


sampai dirumah mereka bergegas membersihkan tubuh nya,kami bertemu kembali di meja makan siang nanti.aku membuatkan kopi untuk mas Doni,sambil menunggunya keluar dari kamar mandi.


"mas,,, ini kopi nya, mau ku pijit mas"


menawarkan jasa sekaligus mengajak mas Doni untuk membuka cerita yang ia sembunyikan.


mas Doni malah mengajak Nindi menemaninya tidur,mas Doni menciumi leher Nindi,Nindi diam saja tak berselang lama Nindi terpancing juga apa yang di lakukan suaminya, hingga handuk yang di kenakan mas Doni meluncur halus dari tubuhnya.


masih dalam pelukan Doni pun tertidur sejenak,Nindi membersihka tubuhnya di kamar mandi dalam benak Nindi apa yang terjadi pada suaminya kemarin.


_______*****


lanjut episod berikutnya yu,,,, mohon dukungannya selalu

__ADS_1


__ADS_2