Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
keputusan Fatia


__ADS_3

akhirnay Fatia menjawab pertanyaan Pras hari ini,"baik Pras tidak ada salahnya kalau kita jalani dulu,"


Fatia sebenarnya belum ingin memiliki pacar lagi,tapi ia ingin menutup perasaannya pada Hafis tidak ingin berharap terlalu banyak,


mereka akhirnya menjalani hubungan ini,Pras sangat senang mendengar jawaban Fatia.


sebelum pulang Pras mengajak Fatia makan malam di sebuah restauran mahal,dengan sedikit kejutan dari Pras yang membuat Fatia berbunga-bunga malam ini,Fatia berusaha mencintai Pras saat ini,walaupun sejujurnya belum ada cinta di hati Fatia,tapi Fatia mencoba agar benih-benih cinta muncul seiring berjalannya waktu.


Pras mengajak Fatia pulang karna malam semakin larut,"Fatia aku pamit pulang ya sampaikan salam ku pada ayah,mungkin ia sudah tertidur karna kita pulang agak malam".Pras mencium kening Fatia sebagai ucapan terimakasih karna sudah menerimanya.


"hati-hati di jalan ya Pras"ucap lembut Fatia yang dibalas senyum Pras.


"ya ampun,,,apa yang aku lakukan,aku tak dapat berbuat apa-apa mungkin ini takdir ku,maaf kan aku Hafis." pikir Fatia.


____***


Fatia dan Pras semakin hari semakin terlihat mesra,Fatia sering menyambangi rumah Pras untuk bertemu ibu Pras sekedar membuat kue,ibu Pras pun cocok dengan Fatia hingga saatnya Pras melamar Fatia dan mendatangi kediaman Fatia.Pras datang dengan ibunya.sampai di rumah Fatia keluarga Pras dipersilakan masuk,Fatia mempersiapkan minuman didapur


"ayah kedatangan Pras kesini untuk meminta ijin,melamar Fatia "ucap Pras dengan gugup


"ayah belum bisa bicara kalau belum nanya langsung dengan Fatia nak,," ucap ayah Fatia sambil melirik ke arah Fatia,sejujur nya ayah Fatia lebih setuju dengan Pras,karna Pras lebih dewasa dari Fatia


Fatia hanya tertunduk dan tersenyum malu" tak lama Fatia menjawabnya,


"baik ayah Fatia akan menjawab Bismilah Fatia mau menerima lamaran Pras," dengan tegas Fatia menjawab lamaran Pras,Fatia tak ingin menggantung prasaan Pras kepadanya,karna suatu hubungan yang yang menggantung itu membuat sesak didada,Hafis tak pernah ada kabar setelah ia pergi dari ku.


"pras mengucapkan allhamdulillah lamaran Pras diterima Fatia." Pras memeluk ibu tercintanya.

__ADS_1


mereka mengatur segalanya,setelah lamaran Pras tak ingin berlama-lama, Pras segera mengatur resepsi pernikahan,Pras mengetahui setatus Fatia dan Hafis masih menggantung,


____****


kabar lamaran Pras dan Fatia terdengar hingga ke telinga Niken, sebelum mengabarkan kepada Nindi, Niken terlebih dahulu mengabarkan Hafis lewat ponsel,Niken senang apabila Hafis merasa kecewa pada Fatia,


"Hafis harus tau masalah ini,kasian Hafis disana ia selalu memikirkan Fatia tapi disini Fatia malah mau menikah dengan Pras boss kaya itu, kali-kali aja ketika ia tau dan merasa kecewa pada Fatia ia mau menerima cinta ku."ucap Niken sambil berharap,


Hafis mengetahui Fatia dilamar Pras ia sangat marah besar,


"sekarang siapa yang berkhianat Fatia, aku jauh-jauh mengejar study kesini hanya untuk mu,agar kau tau bagaimana aku mencintaimu,aku pergi kesini karna pinta mu agar aku menjauhi mu tapi kenyataannya kamu malah melupakan ku begitu saja, dasar wanita egois,"ucap Hafis marah


____***


taun depan acara pernikahan Fatia dan Pras akan segera di laksanakan,


____****


ayah menjemput ku di bandara,aku tampak lemas sampai di Jakarta mendengar kabar Fatia akan menikah dengan Pras,pikir Hafis dalam hati,


"haii anak laki-laki ku yang tampan, apa kabarmu nak,ayah sangat rindu kepadamu,"ucap Doni sambil memeluk Hafis,


"kabar ku baik Yah,kabar hati ku yang sedang tidak baik yah," ucap Hafis sambil mengerutkan dahi nya,


"sabar anakku masih banyak jalan menuju Roma,kita ga tau langkah kita yang akan datang yang terpenting salalu berfikiran positif,"


Doni mengetahui kisah cinta Fatia dan Hafis dari Nindi,Hafis hanya tersenyum mendengar ayahnya memacu semangat,ini hanya sebagian masalah dalam pembelajaranku menuju pendewasaan.

__ADS_1


Nindi memeluk Hafis ketika sampai rumah Nindi menangis,karna ia dulu berniat memisahkan Hafis dengan Fatia,sekarang ia menyesal,karna Fatia anak yang baik,ia mampu mengelolah toko menjadi lebih maju, padahal aku jahat padanya,dengan mengambil semua modal yang ia punya dari omset yang di dapatkan di toko kami dulu.


Hafis memeluk ibu nya,Niken memeluk Hafis,yang membuat Nindi kaget,Hafis hanya menganggap Niken sebagai adik nya,


"makasi udah jagain orang tua gue,orang yang gw sayang selama ini,"ucap Hafis


"iya Fis udah kewajiban gw menjaga kedua orang yang kamu sayang disini"


ucap Niken


Hafis pun beristirahat di rumah,malam nya ia pergi ke toko Fatia sambil merasakan kerinduan menunggangi motor kesayangan,


"udah lama gw ga jalan bareng lo,rasanya rindu banget"


sampai di toko Hafis hanya berdiri didepan toko,Hafis memandangi toko Fatia yang semakin besar,


"lo sukses menjaga toko amanat mama hingga sebesar ini,tapi lo ga bisa sukses menjaga hati lo buat gw Fatia"ucap Hafis dalam hati yang membuat dia sedikit marah.


Fatia melihat Hafis ketika baru saja mengonci toko karna ia mau pulang,


Hafis hanya terbenggong melihat Fatia yang semakin cantik,semakin tertata dengan gaya rabutnya,wajah yang berisikan mak-up,dan cara ia berpakaian pun lebih ke gaya perempuan,


" Fis,,,,"ucap Fatia ,Hafis meninggalkan Fatia begitu saja dengan mengendarai motor begitu cepat.Hafis tak ingin kerinduan yang begitu dalam pada Fatia terlihat karena setatus Fatia sudah ada yang memiliki sekarang.


"aku rindu pada mu Fis,tapi mengapa kamu meninggalkan ku sendiri disini,." apa mungkin Hafis sudah mengetahui aku sudah bertunangan dengan Pras,


"maaf kan aku,takdir berkata lain"ucap Fatia dengan meneteskan air mata.

__ADS_1


Fatia pulang seorang diri,masih terduduk di depan toko menunggu grab pesanannya,


__ADS_2