
hingga saat ini mas Doni tidak pernah cerita tentang kedatangan Dian dan Syila waktu perayaan ulang tahunnya mereka mengadakan pesta dirumah ketika Nindi berada di Semarang bersama Hafis.itu menjadi sebuah cerita indah Doni bersama anak dan mantan istrinya.
kalau Nindi tau mungkin nanti akan ada kesalah pahaman pada rumah tangganya oleh karena itu Doni menyimpannya dalam-dalam" pikir Doni dalam hati.
sampai di rumah Syila,seperti biasa Dian memeluk suami ku, ketika mereka bertemu,sesungguh nya aku cemburu dengan keadaan saat ini,dan kemarin,tapi apa yang bisa ku perbuat andai saja pernikahan mereka dulu tak dikaruniai anak mungkin mas Doni sudah ku tarik untuk menjauhi Dian saat ini.
acara pengajian dimulai,Nindi membantu Dian dan Syila menyiapkan kue yang akan disajikan setelah selamatan ,setelah selesai menata aku merasa lelah sekali hari ini dari pagi membuat kue hingga saat ini masih belum beristirahat.
Nindi mencoba menyelonjorkan kakinya dan sedikit menyandarkan kepalanya di dinding,tak berselang lama Nindi tak sadarkan telah tertidur pulas,hingga selamatan rumah selesai dan besek pun sudah dibagikan,sisa acara makan-makan keluarga Dian,kemudian Doni mencari Nindi ke belakang,sengaja Dian tidak boleh membangunkannya.
"kasian Nindi mas mungkin ia kelelahan dari pagi udah buat kue untuk acara ini."ucap Dian
"iya tapi Nindi harus di bangunkan kasian ia juga belum makan malam,bukankah kamu mengundang aku, dan Nindi untuk makan malam kan jadi biarkan aku membangunkan Nindi" mas Doni memaksa untuk membangunkan Nindi tapi Dian berusaha menghalangi.
mendengar suara gaduh didekatnya Nindi pun terbangun" mas ada apa ini,,oh maaf aku sampai ketiduran disini."ucap Nindi sambil menguap.
"Nin kamu sudah bangun,ayo kita makan dulu,kamu kan belum makan sayang,kasian istri ku lelah sekali hari ini."Doni membantu membangunkan Nindi dan mengajaknya makan.
melihat mas Doni melimpahkan kasih sayangnya kepada Nindi, membuat Dian cemburu buta,ia marah kenapa mas Doni sebegitu sayang nya pada Nindi,Dian cemburu.
Syila datang membawa kue ulang tahun untuk mamahnya sambil menyanyikan lagu terindah,Syila membawakan lagu dengan perasaan yang amat dalam untuk mamah nya.
Dian menangis,perasaan ini yang membuat hati jahat Dian agak sedikit luntur kepada Nindi,"kehidupan ku sudah bahagia,memiliki anak yang cantik dan memiliki karir baik di bidang kedokteran,apa yang aku inginkan lagi orang yang sangat istimewa dalam hidup ku ada didepan ku," pikir Dian dalam hati.
"tapi pendamping hidup ku,apa aku harus menerima takdir ini," Nindi dan Doni pulang karna hari sudah larut malam,mereka berpamitan kepada Dian dan Syila,
"apa yang terjadi pada mu dan Dian mas, aku lihat tadi kamu sedikit bersitegang dengan Dian,"Nindi bertanya tentang apa yang dilihatnya tadi ketika ia baru saja bangun.
__ADS_1
"masalah kecil Nin,sewaktu aku ingin membangunkan mu untuk makan Dian tak mengijinkan karna kamu terlihat lelah,itu aj ko ga ada yang lain"
ketika Doni bercerita Nindi tertidur kembali,Doni merasa kasihan kepada Nindi,mungkin Dian sengaja memesan kue banyak yang harus selesai hari itu juga di toko Nindi,agar Nindi kelelahan,
______****
Hafis melanjutkan Kuliah nya hari ini, usai belajar ia akan ke toko kue membantu Fatia dan Ibunya,
"Fis nanti kamu bantu Fatia di toko ya ibu kurang enak badan,ingin istirahat dulu dirumah,jangan lupa ya Fis" ucap Nindi
"baik bu pulang Kuliah Hafis langsung ke toko."jawab Hafis terburu-buru.
Fatia sendirian di toko,beruntung keadaan toko hari ini tidak ada pesanan dari luar,Fatia hanya buat kue untuk stok di toko saja.
Hafis datang ketoko ia langsung masuk dan melayani pembeli membantu Fatia di kasir." Fis aku buat kue lagi ya" Fatia beranjak ke belakang untuk membuat kue yang habis di etalase.setelah kosong Hafis membantu Fatia di dapur kue.
"oh iya Fis tolong bantu aku masukin bahan-bahan kue ini,biar aku yang mixer nya,"melihat Fatia yang serius Hafis mencolek adonan kue ke pipi Fatia,Hafis membuat Fatia terkejut dan menghentikan mixer nya Fatia ikut mencolekan adonan berlari ke arah Hafis,Fatia terjatuh dan menindih tubuh Hafis yang ikut rubuh tertimpa tubuh Fatia.
ya ampun aku tak sadar berada sedekat ini dengan Hafis,mengapa pelukan dan harum tubuh Hafis membuat aku nyaman dan tidak ingin melepaskannya di peluk Hafis aku terasa minum sodah,gelembungnya mengalir cepat ke tubuh ku,yang membuat seluruh tubuh ku merinding.
tak lama ada pelanggan datang,Fatia bangun dan tersadar dari hayalannya.
" maaf kan aku Hafis," Hafis tertawa dan meninggalkan Fatia pergi,
Fatia merapihkan dapur kue yang berantakan karna ulah Hafis tadi,Hafis datang membantu Fatia."tubuhmu berat juga ya,terlihat kurus tapi aku tak sanggup menompang tubuhmu sampai ikut terjatuh,"ucap Hafis meledek Fatia.
Fatia melanjutkan pekerjaannya,tak menghiraukan kata-kata Hafis,"Fatia apa kau merasakan seperti apa yang aku rasakan," ucap Hafis,
__ADS_1
"maksud kamu Fis "
"apa aku jatuh cinta pada mu"ucap Hafis yang membuat mata Fatia melotot sayub dan terbengong.
Fatia hanya terdiam,takut Hafis hanya menggodanya,Hafis datang mendekatinya ."Fatia kamu belum menjawab pertanyaan ku,"tanya Hafis
"aku tak tau Hafis apakah itu benar- benar cinta hanya kamu yang dapat merasakannya"Hafis semakin mendekati Fatia,
"apa kamu tidak merasakan,apa yang aku rasakan,aku mencintai mu Fatia, jawablah Fatia"ucap Hafis.
"maaf Hafis aku tak bisa menjawab pertanyaan mu sekarang"
apa yang aku lakukan,kenapa aku tak langsung menjawab pertanyaan Hafis, kemarin aku berharab Hafis mengucapkan itu pada ku tapi kenapa sekarang aku diam dan tak menjawab pertanyaan Hafis.
"Fatia aku pulang dulu ingin melihat keadaan ibu dirumah,kamu mau tutup toko jam berapa" ucap Hafis
"sebentar lagi Fis"jawab Fatia
"aku tunggu jawaban mu minggu ini." sambil tersenyum Fatia melihat Hafis hingga bayangnya menghilang pergi.
Hafis aku mencintai mu,entah mengapa aku tak sanggup mengucapkan apa yang hati ku inginkan,aku takut kedekatan,kebersamaan pada keluarga mu menghilang apabila ku menerima cinta mu,maafkan aku.
Fatia membereskan dapur kue, ingin segera tutup toko dan pulang,
terasa minum soda,Fatia tersenyum mengenang kebersamaanya dengan Hafis sore ini,
Fatia sampai dirumah melihat ayah sedang asik dengan ponselnya,ayah Fatia masih sibuk dengan jualan online nya,"ayah sudah paking barang hari ini," tanya Fatia
__ADS_1
"belum nak pesanan masih banyak, besok ayah minta bantuan tetangga sebelah untuk bantu paking"