
Pras datang ke toko kue Fatia siang ini,niat hati ingin mengajak Fatia makan siang bareng,tapi Fatia tidak ke toko kue hari ini,Pras menanyakan kepada asisten Fatia,katany Fatia sakit.
"apa gara-gara kejadian kemarin Fatia sakit,ya ampun maafkan aku Fatia" pikir Pras dalam hati,sorenya pulang dari kantor Pras menjenguk Fatia,ingin menunjukan perhatiannya kepada Fatia.
"asalamualaikum ayah Fatia ada,"
"ada nak Fatia sedang sakit"
Fatia pun keluar dan pindah dari kamar berbaring di kursi tamu,Pras membawakan banyak buah agar Fatia cepat sembuh.
Pras memegang kening Fatia,suhu badan Fatia tinggi,Pras mengajak Fatia ke dokter
"Fatia mari ku antar kamu ke dokter. kamu demam Fatia,"ucap Pras yang khawatir akan kesehatan Fatia.
akhirnya Fatia mau di bawa ke dokter, Fatia terkena gejala tipes,Fatia harus bed rest dirumah,Pras tidak membiarkan Fatia pergi ke toko dulu,
"tapi bagaimana dengan toko ku Pras"
ucap Fatia
"Fatia kamu kan bisa menghendle toko lewat ponsel,kamu harus benar-benar istirahat"ucap Pras tegas agar Fatia mau istirahat dirumah.
ayah Fatia diam saja melihat Pras tegas dengan Fatia,sambil tersenyum melihat Fatia diam tak menjawab lagi. kalau dengan ayah Fatia agak bandel bila dinasehati dan disuruh istirahat apabila sedang sakit,tapi dengan Pras ia tidak berkutik.
Pras memesan bubur untuk Fatia makan setelah itu minum obat,Pras ingin Fatia lekas sembuh karena waktu pernikahan mereka tinggal beberapa bulan lagi,Pras ingin mengurus semuanya dengan Fatia.
"aku pulang ya Fatia,lekas sembuh ya, biar kita bisa mengurus segala keperluan pernikahan nanti,masalah Yhuri sudah ku selesaikan aku yakin ia takkan lagi mengganggu kita"ucap Pras menenangkan Fatia.
"syukurlah ku harap begitu"jawab Fatia ketus ketika mendengar nama Yhuri yang keluar dari mulut Pras.
apa aku mulai jatuh cinta pada Pras, awalnya aku menerima lamaran Pras karna amanah dari ibunya,tapi mengapa ketika mendengar nama Yhuri aku marah sekaligus kesal, "Aaggh sudalah apa yang aku pikirkan, toh pada kenyataannya aku memang harus mencintai Pras,dia yang akan menjadi suami ku nanti"ucap Fatia dalam hati.
__ADS_1
____***
Hafis sekarang menjadi lebih akrab dengan Niken,mereka sering jalan berdua,Niken cocok di jadikan tempat penghilang jenuh Hafis,ketika pergi dengan Niken aku sedikit melupakan Fatia,
"tapi aku tetap belum bisa melupakan Fatia,"pikir Hafis yang termenung di balkon depan kamarnya tak berselang lama Nikan mendatangi Hafis.
"Hafis aku bawakan jus buat kamu, udah jangan mikirin Fatia terus nanti cuaca hari ini mendung ,gara-gara kamu mikirin Fatia terus,"ucap Niken
"Niken cuaca cerah begini lo bilang mendung,"ucap Hafis sambil meninggalkan Niken pergi.
liburan Hafis hampir selesai Hafis harus menyelesaikan pendidikannya yang sebentar lagi lulus,Niken mungkin akan kesepian ketika Hafis kembali melanjutkan study nya.
Fatia kembali ke toko seminggu sudah ia beristirahat di rumah tanpa melakukan apa-apa,Pras sangat perhatian ketika Fatia sakit,setiap hari Pras yang mengirimkan keperluan Fatia mulai dari makan dan keperluan lain hingga bunga yang setiap pagi Pras kirimkan untuk ku,sayang sekali aku tidak suka bunga,mungkin sebagian wanita lain sangat suka dengan bunga,ketika pasangannya mengirimkan bunga dia bilang sangat romantis.
Hafis menemui Fatia ketika ingin kembali ke singapure melanjutkan studynya.
"Fatia doa kan aku agar aku cepat lulus dan kembali ke Jakarta,hingga saat ini aku belum bisa melupakanmu."
Hafis memberikan sebuah kotak musik untuk Fatia,
"Hafis mengapa kamu seperti itu Hafis ini semua membuatku berat,,aku akan mencoba mengikuti takdir ku Fis maaf kan aku"ucap Fatia sambil memandang tubuh Hafis yang tegap dan semakin lama semakin menghilang bayangnya"
Fatia menarik nafas dalam-dalam,Hafis kata-kata mu membuat dadaku sesak,kamu tau itu Fis tapi aku tetap melangkah kedepan karna aku sudah terlanjur melangkah.
Fatia meneteskan air mata meratapi kesedihan yang dalam,Pras datang mengajak Fatia makan siang.
"siang,,,neng,, hallo Fatia kenapa kamu bengong,,"Fatia mengusap air matanya
"hei kamu menangis Fatia ada apa??" ucap Pras
"aku bosan makan bubur terus,ingin mencicipi makanan yang lain,"jawab Fatia mencoba menutupi kesedihannya.
__ADS_1
"ya ampun,,maaf kan aku Fatia" tawa Pras memecahkan kesunyian yang penuh curiga.
"ayo,,kita pergi ke restauran jepang, aku paham kamu suka makanan jepang"ajak Pras
"yei,,"sorak Fatia.
akhirnya Pras tidak curiga akan kesedihan ku tadi,Pras senang melihat Fatia bergaya manja padanya, Pras akan menuruti semua yang Fatia inginkan,
"besok kita kembali melihat gedung yang kemarin ya,maaf ada kejadian kecil yang membuat hati mu terluka"
"aku ingin mencari gedung yang lain Pras,ntah kenapa tiba-tiba pikiran ku berubah"
"mungkin Fatia takut ketemu Yhuri kembali,"pikir Pras
"baiklah nanti aku akan carikan lagi, gedung yang kamu inginkan Fatia"
Pras mencoba mengerti Fatia,dan tidak ingin membuatnya kecewa. Pras sangat mencintai Fatia,Pras menggandeng tangan Fatia,mungkin sebelumnya tidak pernah Pras lakukan tapi saat ini Pras juga ingin terlihat lembut dan manja dihadapan Fatia.
___***
Hafis ingin membuktikan keberhasilannya menuntut ilmu di negri orang,"aku harus melupakan Fatia sejenak agar fokus dengan apa yang ku impikan selama ini.Fatia akan menikah dengan pria lain apakah aku harus marah dengan apa yang telah terjadi,salah aku mengapa aku meninggalkan Fatia dulu,kenapa aku tidak mengajak Fatia kawin lari dulu.
ibu Hafis mengantar sampai Bandara "kasian Hafis datang ke Jakarta bukannya happy malah sedih,"pikir Nindi sambil melambaikan tangannya ke arah Hafis,Hafis anak ibu doa terbaik untuk mu nak.
Niken bersedih Hafis kembali,pasti ia akan kesepian ketika Hafis tak berada dirumah.Hafis penghiburku dikala aku bosan dan lelah,aku ingin sekali Hafis bisa melupakan Fatia pulang dari study nanti,aku juga ingin Hafis membalas cinta ku.
"tante sepertinya Hafis masih suka pada Fatia,bagaimana nanti kalau Hafis tau Fatia akan segera menikah dengan laki-laki lain."
"jangan beri tau Hafis tentang Fatia"
"tapi kan Hafis punya no ponsel Fatia tante bagaimana kalau Hafis melihat setatus whatshap milik Fatia."
__ADS_1
"masalah itu tante akan mencoba menghubungi Fatia nanti,kasian Hafis."
Niken dan Nindi pun segera kembali ke toko,karna toko sedang ramai pengunjung Niken belum pernah ijin libur sejak bekerja di toko,terasa lelah bagi Niken.