
Hafis hanya terdiam melihat gadis itu menangis.
"tenang ya nak biar ibu ganti semua kerugian mu,sekarang beri tau ibu dimana alamat rumah mu atau no telpon yang bisa ibu hubungi."ucap Nindi menenangkan gadis itu.
Nindi segera menghubungi orang tua gadis itu.
"dimana anak saya Fatia" sosok tinggi besar menggunakan kaca mata menanyakan anaknya pada Hafis.
"ayah,,, Fatia disini yah"jawab Fatia dengan menangis,
" kamu ga papa nak, sabil melihat kearah kaki Fatia,ini kenapa di perban.
"cuma sobek dikit kena batu yah," ayah Fatia memeluknya,syukurlah tidak ada yang perlu dikhawatirkan nak.
"maaf pak tapi Fatia belum boleh pulang saya ingin memeriksakan bekas benturan di kepala Fatia,saya Nindi orang tua Hafis yang menyenggol sepeda Fatia hingga terjatuh mohon maafkan anak saya pak" ucap Nindi.
"ini saya anggap musibah bu jangan terlalu menyalahkan nak Hafis"
"terimakasih atas pengertiannya pak"
setiap pulang sekolah Hafis menengok Fatia atas perintah ibunya. Hafis yang mengurus Fatia dari siang hingga sore.
"gw jadi di suruh ibu kan jagain lo disini,jadi repot deh"ucap Hafis
"bagus lah ibu kamu itu ngajarin kamu buat bertanggung jawab"jawab Fatia
"hem,,,itu semua bukan kesalahan gw kan lo yang ngagetin gw dan salah jalur juga lagi,"
Hafis meninggalkan Fatia pergi begitu saja,Fatia hanya melihat Hafis dari kejauhan yang makin lama makin menghilang.
__ADS_1
"dia benar-benar meninggalkan aku sendirian disini,dasar ga punya hati,"ucap Fatia sambil memegangi kepalanya yang masih sakit.ia mencoba kembali berbaring,hingga akhirnya tertidur pulas.
Hafis kembali usai mencari makan untuk mengganjal perutnya yang lapar,Fatia sudah tertidur.
"melihat Fatia bisa tertidur pulas iri rasanya, sedangkan aku diminta ibu untuk menjaganya,sungguh tidak adil"sambil mengerenyitkan bibir nya Hafis mencari tempat duduk dekat Fatia.
Nindi mengabari mas Doni setelah kedaannya sudah tidak mengkhawatirkan lagi.esok mas Doni kembali dari luar kota.
Ayah Fatia seorang penjual ikan hias keliling,ia mengontrak di sebuah ruko kecil dipinggir jalan,Fatia murid yang pintar di sekolahnya,prestasinya selalu membawa nama baik di sekolahnya.oleh karna itu mereka terus bekerja keras agar Fatiah tetap sekolah.
sore ini teman-teman Fatia menjenguk Fatia dirumah sakit.
"Fatia,,,"panggil teman Fatia yang jumblahnya 3 orang orang,Firda,Anisa,Enggel.
"kamu sudah baikan Fatia,kami sungguh mengkhawatirkan mu,temen - temen sebagian ga boleh masuk nunggu di parkiran"tanya Anisa,teman yang selalu lembut tutur katanya.
salah satu teman Fatia melirik ke arah Hafis yang sedang asik main ponsel.
"Fatia itu siapa,ganteng banget"ucap Enggel
Fatia hanya tersenyum sambil mencubit pipi sahabatnya,
"orang yang nyerempet sepeda ku kemarin,baru aja keluar untuk jualan,setelah disenggol mobilnya kepala ku kebentur batu."
"untung kamu diserempet cowok ganteng,"ucap Enggel.
Firda menepuk kening Enggel," ini anak kalo udah liat cowok ganteng kadang bicaranya suka ngelantur".
Fatiah,dan yang lainnya tertawa melihat candaan Firda dan Enggel.
__ADS_1
Hafis merasa dirinya sedang di bicarakan.ibu Hafis datang untuk melihat keadaan Fatia,
"hallo Fatia dan kawan- kawan,"sapa Nindi yang membuat Hafis sedikit cemburu kenapa yang disapa lebih dulu Fatia bukan aku anaknya,ditanya ke udah makan apa belum,ibu bikin aku Baper hari ini.
"di parkiran ibu lihat banyak anak- anak SMA itu teman kalian semua,banyak sekali ya yang sayang dengan Fatia"ucap Nindi
"ibu Hafis pulang ya"
" oh iya Hafis pasti belum perkenalkan diri ya,maklum Hafis agak pendiam, ini Hafis anak tante."
"Hallo Hafis salam kenal ya aku Enggel" kata Enggel.
"salam kenal juga,Fatia aku pamit ya udah ada Ibu yang jagain kamu."
"iya trimakasi Hafis"Anisa menyenggol tangan Fatia sambil tersenyum.
Hafis pamit pulang karna sudah sedikit lelah.benar saja ketika di tempat parkir Hafis melihat banyak teman Fatia yang menjenguk, padahal cuma anak dari penjual ikan tapi memiliki banyak teman yang perhatian pada nya.
teman- teman Fatia pun berpamitan pulang karna hari sudah menjelang malam jam besuk pun sudah habis,
Nindi menyuapi Fatia,dan bercerita banyak tentang Hafis,Fatia senang mendengar Nindi bercerita seperti orang yang sudah lama dikenal.
"tante aku tidak ingin lama-lama disini aku tidak ingin ketinggalan pelajaran."ucap Fatia.
"kalou Dokter sudah memperbolehkan kamu pulang pasti tante mengijinkan kamu pulang setidaknya sampai keadaanmu sudah benar-benar membaik ya"
Fatia hanya bisa bilang" baik tante" sebenarnya aku sudah aga sedikit jenuh disini,cuma menghabiskan waktu didalam ruangan,dan hanya berbaring ditempat tidur.tanpa melakukan apa-apa,bagaimana nasib sepeda ku apakah setelah ini aku dapat kembali berjualan,huuuh,,, memikirkannya membuat kepala ku pusing.
ayah bergantian menjaga ku malam ini,kasian melihat ayah,pasti sangat lelah usai berjualan, malamnya menjaga ku disini.aku ingin kembali kerumah dan menjalankan aktifitas seperti biasa.aku rindu sekolah,tak terasa sudah 2 hari berada dirumah sakit.
__ADS_1
malam terasa sunyi sesekali mendengar suara sirine ambulance yang membuatku takut,melihat ayah sudah tertidur lelap mungkin karna lelah seharian berjualan.malam ini aku tidak bisa tidur,aku pinjam ponsel ayah yang tergeletak di meja.untuk sekedar menghilangkan sepi ku.