Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Nindi menuntut harta


__ADS_3

"kasian Hafiz kalau tidak dapat apa-apa dari harta papahnya,seperti tidak dianggap lagi sebagai anak,karna telpon tak pernah diangkat"


Nindi pun memutuskan untuk mendatangi rumah Dian,ia berangkat ke jakarta seorang diri,Danu pun tak tau Nindi pergi ke jakarta.


akhirnya Danu menyusul Nindi ke jakarta dengan berbekal alamat dari Hafiz.


"Nindi nekat ke jakarta karna ia berfikir perlakuan Dian yang sangat berkuasa terhadap mantan suaminya"


"mas Doni tidak boleh mininggalkan ku begitu saja,ia harus tetap bertanggung jawab tentang anaknya. bukan aku tak mampu menghidupi Hafis,tapi aku meminta hak anakku.


sampai di jakarta,Nindi menginap di sebuah hotel yang ada di jakarta untuk melepas lelah selama perjalanan menggunakan kereta api.


mas Danu menelpon Nindi, menanyakan keberadaannya,Nindi tidak memberi tahu ada dimana. padahal mereka menginap di hottel yang sama.


sore ini Nindi berjalan menuju rumah Dian,karna perkiraan Nindi mas Doni sudah ada dirumah,benar saja mas Doni baru saja sampai depan gang rumah


Nindi menghadang mas Doni,


"mas tolong buka kaca mobil nya, sambil mengetuk-ngetuk pintu mobil"


"ada apa Nin? kenapa kamu menemui ku lagi"


kata itu keluar dari mulut yang seakan tak berdosa,dengan mudah nya mas Doni mengucap seperti itu,seakan tak ada beban lagi dalam hidup nya.


"tega sekali kau bicara seperti itu mas, aku datang kesini untuk meminta hak anak mu yang tertinggal,yang belum kau berikan,kamu belum memberikan bekal apa-apa untuk Hafiz anakmu sendiri mas."


dengan tegas Nindi bicara seperti itu.


"Nin aku mohon jangan seperti itu, aku mengerti Nin aku sudah mempersiapkan segalanya untuk Hafiz tanpa sepengetahuan Dian"


"iya tapi mana buktinya mas,sebelum bercerai saja kamu jarang memberi aku nafkah"


Dian keluar rumah untuk membeli sesuatu di supermarket,Nindi segera pergi dari mobil mas Doni.


"untung lah Nindi segera pergi dari mobil ku kalau sampai Dian tau gawat"


"mas kamu ko disini,sedang apa"


"ada telpon masuk barusan mah mamah mau kemana mah"

__ADS_1


"ada yang mau dibeli pah"


Dian pergi menggunakan ojek online, Doni menarik nafas lega setelah Dian pergi.


"syukurlah"


Nindi pergi karna dijanjikan sesuatu oleh mas Doni,esok Doni menemui Nindi di kafe dekat hotel.


sabtu pagi mas Doni pergi menemui Nindi di kafe dekat hotel,akhirnya Danu bertemu dengan Nindi,Danu mengikuti Nindi dari belakang tanpa sepengetahuan Nindi.


"Nindi langsung duduk disamping mas Doni"


mas Doni tak sadar kepergiannya diikuti Dian,Dian juriga kemarin mobil mas Doni bau farfum perempuan. padahal di dalam mobil mas Doni tidak pernah ditaruh farfum,karna mas Doni tidak suka wewangian di dalam mobil nya.


Dian mencari tempat duduk tidak jauh dari mas Doni.


"benar saja dugaanku mas Doni masih menemui Nindi"


Nindi meminta bukti bahwa mas Doni membeli sebidang tanah untuk Hafis,


mas Doni mengeluarkan surat tanah dan memberikan sebuah buku tabungan untuk Nindi.


Dian menemui Doni,


Dian mengambil air di dalam gelas dan menumpahkannya ke wajah Nindi.


"apa maksudmu mba,aku menikah dengan mas Doni kemarin secara sah menurut negara dan aku memiliki anak dari mas Doni,jadi wajar aku meminta hak untuk anak ku.


Dian semakin marah mendengar Nindi meminta hak,Dian menjambak rambut Nindi dan mendorongnya ke lantai Danu meraih Nindi,membela Nindi dan berusaha menghindari amukan Dian,sebelum Dian pergi meninggalkan Nindi ia berkata.


"ini lah kelakuan pelakor kalo kalian semua mau tau,ia mencoba merebut segalanya dari ku"


suasana menjadi hening di pagi itu,ketika Dian memecahkan gelas di depan Nindi dan semua mata menuju ke arah Nindi.


Nindi hanya bisa menangis ,Danu memeluk Nindi dan mengajaknya pergi kembali ke hotel untuk menenangkan hati Nindi.Doni menatap Danu yang agak sedikit cemburu.karna masih ada cinta dihatinya.


Danu mencoba menenangkan Nindi, "Nin sekarang gimana kamu udah baikan belum,kita pulang yu takut nenek sihir itu datang lagi kesini, apa kamu mau menuntut perlakuan Dian kemarin.


"ga usah mas biarkan saja,aku ingin pulang"

__ADS_1


"tapi jangan termenung lagi setelah ini ya.Nindi hanya tersenyum tipis sambil menatap Danu"


akhirnya mereka pulang.


Doni bertengkar hebat dengan Dian.


"kemana hati mu mah.sampai-sampai kamu mempermalukan Nindi seperti itu,ia hanya meminta haknya untuk Hafiz bukan yang lain,memang aku masih harus bertanggung jawab membiayai sekolah Hafiz mah dia itu anak ku juga"


"dari mana kamu mendapatkan semua itu mas,kalau bukan dari perusahaan ku,igat itu mas sekarang kau tidak bisa bekerja di perusahaan lain karna keadaan mu sekarang.


"apa maksud mu bicara seperti itu Dian,,?.tanah itu ku beli sebelum aku kecelakaan aku menabung pun sebelum aku kecelakaan,aku juga memberikannya kepadamu karna aku ingin berusaha adil kepada kedua istri ku,tapi kenapa ketika itu menjadi hak Nindi sekarang kamu rampas"


Dian mencoba mengungkit keadaan yang kemarin.


"kemana Nindi waktu kamu kecelakaan mas,kamu suami tak tau diri,kamu kecelakaan kemarin pun aku yang menolong mu"


"itu tugas mu sebagai seorang istri"


"pergi kamu dari sini mas,aku benci kamu masih saja membela Nindi"


Dian mengusir mas Doni dari rumah, Dian menangis sejadi-jadinya,ia tak tega sebenarnya mengusir suaminya. Dian sangat mencintai mas Doni.


Doni pun pergi dari rumah itu.ia di pandang remeh oleh Dian dan Vino.


Doni mengontrak sebuah rumah dan mencoba mendirikan perusahaannya sendiri,ia memiliki sebuah ruko yang cocok untuk usahanya.ia tidak menyangka akan meninggalkan kedua istrinya.dan hidup sendiri di sebuah kontrakan.


hari ini Nindi menikah dengan mas Danu,ingin mencoba kehidupan yang baru,dan Dian tak lagi beran mengusik kehidupanku.


"semoga pernikahyan kedua penuh dengan kebahagiaan,dengan satu tarikan nafas Nindi berjalan keluar,menemui mas Danu"


akhirnya mereka sah menjadi suami istri,perjalanan yang baru bagi Nindi,


yang pada kenyataannya ia harus melupakan mas Doni.


setahun sudah mas Doni menjalankan usaha nya,kini sudah mulai membuahkan hasil,mas Doni memang terbilang pintar mengelolah usaha,kini ia sudah berani menciptakan lapangan pekerjaan.


dan usahanya terbilang sukses.


menurut agama Doni sudah bercerai dengan Dian karna sudah menalak nya,ia pun segera mengurus perceraian nya dengan Dian dan menyerahkan semua harta yang dulu ia punya.

__ADS_1


dengan harapan ingin kembali dengan Nindi,menurut Doni,Nindi adalah istri yang baik untuk menemani hari tuanya.


tapi Doni terlambat Nindi sudah jadi milik orang lain.


__ADS_2