Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Batin Nindi tersiksa


__ADS_3

Batin ku tersiksa perlakuan mas Danu membuat ku ingin mengakhiri pernikahan ini,.


mas Danu pergi berpamitan untuk pergi ke toko.


"mas aku meminta hasil dari toko bulan ini,sekaligus semua pembukuan Toko.akhir-akhir ini penghasilan Toko terus berkurang".


tanya Nindi kepada mas Danu,.


"kamu ga percaya pada ku Nin"


"apa salahnya mas aku menanyakan pembukuan Toko,aku ingin pergi keToko kamu ga mengijinkan mas jadi tolong aku hanya ingin melihat pembukuannya saja"


Danu meninggalkan Nindi begitu saja. ia berangkat ke Toko tidak berpamitan Nindi semakin curiga pada mas Danu. biasanya mas Danu selalu bercerita tentang masalah Toko.tapi sudah beberapa bulan ini tak ada kabar.


"aku harus cari tau tentang Toko, pendapatan Toko sangat jauh dari beberapa bulan yang lalu."


Nindi akhirnya menyuruh orang kepercayaan nya untuk menyelidiki Toko.


"ya ampun,,untung mas Doni mengirimi aku uang tiap bulannya untuk keperluan Hafis,kalo tidak aku pasti kekurangan terus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,,' ini semua tidak bisa dibiarkan berlarut-larut."


setelah beberapa hari Nindi dapat info bahwa ada satu Toko yang telah dijual mas Danu.


"aku hanya memiliki dua Toko, sekarang dijual satu terus kemana uang hasil penjualan Toko.kenapa mas Danu tidak memberi kabar"


pikir Nindi curiga,esoknya Nindi berangkat ke Toko karna semalaman mas Danu tidak pulang ke rumah.


mas Danu kaget Nindi tiba-tiba berada di Toko.


" sudah ku bilang jangan pergi ke Toko,kenapa kamu sekarang ga nurut dengan suami."


"mas aku mau nanya pada mu kenapa Toko yang satu kamu jual,terus kemana uang hasil penjualannya."


"maafkan aku Nin Toko mengalami kebangkrutan,hasil penjualan Toko untuk memenuhi kebutuhan kita perbulannya."


tapi Nindi tidak percaya begitu saja pada mas Danu.Nindi terus mencari tau tentang Toko.karna ini penghasilan satu-satunya.modal yang ditanamkan mas Danu sudah habis. untuk resepsi pernikahan kemarin, karna mas Danu tidak memberi apa pun saat menikah.


Nindi yang mengelolah toko nya kembali,tapi toko tampak sepi.tidak seperti dulu saat Nindi yang jaga.ada apa ini batin Nindi bicara.

__ADS_1


mas Danu hanya berdiam diri dirumah.ketika Nindi pulang.


"mas kenapa toko sekarang sepi, kamu harus mencari kerja untuk kehidupan kita mas.tidak ada uang lagi untuk makan besok."


"jual saja toko yang satunya lagi,kalo sudah tidak menghasilkan Nin"


ucap Danu yang tidak memikirkan kedepan.


"kalau kamu ga mau cari kerja mending kita pisah saja mas aku pusing,"


"biar kamu bisa menikah lagi dengan Doni kan,itu kan mau kamu Nin."


"terserah kamu mau ngomong apa mas,"


mas Danu tidak mau bekerja setiap pulang malam hanya bau alkohol.aku pusing dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.


aku tetap menjaga Toko,hari ini ada yang datang,ia pelanggan lama ku, ia bilang toko jarang buka dan mas Danu mematok harga tinggi padahal itu untuk penjual.


mas Danu datang ke toko untuk meminta uang,tapi aku tidak memberikannya.ia marah mengobrak- abrik Toko,aku mengusir mas Danu dan meminta cerai,hanya itu yang ada dalam benak ku karna aku sudah merasa bosan di diperlakukan seperti ini.


mas Danu tidak pulang kerumah. sekarang Toko sudah kembali normal. karena dulu aku sudah punya pelanggan setia yang akhirnya kembali lagi pada ku.


"kemana mas Danu ??"


wanita itu menengok ke sebuah mobil.Nindi melihat mas Danu ada di dalam mobil.


Nindi menanda tangani surat cerai itu dan memberikannya kepada mas Danu.


"kita bercerai mas"


"bukan kah itu yang kamu pinta selama ini Nin."


"baik mas,aku tidak ingin bertele-tele"


"sekarang kau bisa bebas berhubungan dengan Doni"


"jangan kamu coba membalikan fakta bahwa sebenarnya kamu yang selingkuh dengan wanita itu,kamu menjual Toko karna ingin membelikan wanita itu sesuatu kan mas,kamu jahat mas"

__ADS_1


mas Danu pergi meninggalkan Nindi begitu saja.


aga sedikit lega Nindi sudah bercerai dengan Danu seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab.,


"kenapa dengan takdir ku seperti ini, salah apa aku,hingga terus di kecewakan seorang laki-laki."


Nindi tidak pernah berfikir kalau hidupnya akan seperti ini lagi,dulu ia berfikir setelah menikah dengan mas Danu hidupnya akan berubah,tapi kenyataan nya tidak seperti yang aku fikirkan.


Hafis sudah mengetahui ibu nya sudah bercerai dengan Pa Danu,


"bu Pa Danu tadi menelfon ku,ia berkata"aku disuruhnya menjaga ibu, karna Pa Danu tak lagi bisa menjaga ibu"apa maksudnya bu,aku kurang paham"


"ibu sudah bercerai dengan Pa Danu."


Hafis bersyukur doa nya terkabul,tapi Hafis sedih melihat ibunya duduk termenung seorang diri,andai aku bisa meminjamkan pundak ku untuk melepas beban hidup ibu,pasti akan ku pinjam kan,tapi aku hanya anak yang baru beranjak dewasa,anak yang belum bisa membuat ibu bahagia,


aku harus buat ibu bahagian nanti.


Hafis pergi dengan Ayah nya,Ayah mengajak menginap di Jakarta,selama 2 hari disana Hafis bercerita kepada ayah tentang ibu nya yang sedang sedih.


Nindi tidak ingin berfikir terlalu rumit, pada kenyataan nya ia harus melanjut kan hidupnya,tak ingin memandang kebelakang,ia mulai merintis lagi usahanya,karna baginya hidup ku membutuhkan uang sebagai wanita mandiri,segala sesuatu nya harus ada persiapan.


perjalanan hidup yang membuatku harus tegar menghadapinya.


rumah terasa sepi tidak ada Hafis, ingin rasanya aku menyusul kejakarta berkumpul bersama mereka menghilangkan penat nya kehidupan.


perusahaan Doni semakin berkembang dan hampir menyaingi perusahaan Dian.tapi Dian belum mengetahui semua tentang mas Doni saat ini.selama ini Dian tidak mengetahui bahwa yang membuat usahanya maju adalah mas Doni.


Doni akan selalu ingat akan perlakuan Dian yang mengusirnya tanpa memberi fasilitas apapun,.tapi Doni tetap menghubungi Syila di Belanda.


Hafis pulang dengan membawa banyak cerita.,yang membuat ibunya sedikit tersenyum mendengar cerita polosnya.


"Bu,,,ayah masih menunggu ibu loh,


untuk kembali ke pelukannya,kapan-kapan kita liburan bersama yu bu, aku pengen banget bu kita bisa liburan seperti dulu lagi.


"bagaimana dengan sekolah mu Fis,"

__ADS_1


Nindi berusaha mengubah topik pembicaraan,agar Hafis tidak terlalu banyak berharap tentang ayahnya.


menurut ku mas Doni terlalu banyak memberi harapan tapi sesudahnya aku yang kecewa karna terlalu banyak berharap.


__ADS_2