Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Syila Rindu Papah


__ADS_3

ayah Fatia hidup sebatang kara,Fatia belajar hidup mandiri bersama ayah,Fatia akan terus berusaha,memejukan apa yang menjadi cita- citanya dan tidak ingin mengecewakan Hafis dan ayahnya yang sudah memberi modal.


Fatia memulai membuka toko minggu ini.Hafis menolongnya memasarkan jualan Fatia lewat online...begitu melihat Fatia bersemangat Hafis pun senang melihat wanita yang sangat Fokus dengan pekerjaan barunya.


sambil tersenyum melihat Fatia mengerucutkan bibirnya tanpa sadar Hafis memperhatikanny dari tadi, Hafis menegurnya dengan melempar pena,


"udah kaya curut yang serius mencari makan ha,,ha,,ha,,"tawa Hafis


Fatia tertunduk malu,tanpa ingin membalas candaan Hafis" aku di samakan dengan curut,ya ampun keterlaluan Hafis,sambil memandang wajahnya di kaca belakang pintu"


Fatia mendapatkan pesanan pertama nya di online,ia bersorak kegirangan mereka langsung paking paket dengan hati- hati.Hafis ikut membantu Fatia.tangan Hafis tak sengaja memegang tangan Fatia,jantung Fatia berdetak kencang.


tak lama ponsel Hafis berdering,Hafis langsung melepas genggamannya.


"Fatia maaf aku pulang dulu ya ada kakakku Syila dijakarta"


"hmmm baiklah Hafis"dengan jantung yang masih berdetak kencang Hafis meninggalkannya,"husss jangan bermimpi terlalu tinggi mana mungkin upik abu disukai pangeran"pikir Fatia dalam lamunannya.


Hafis bergegas pergi ingin menemui kakaknya yang sangat dirindu,meski Hafis dan Syila bukan saudara kandung tapi hubungan mereka sebagai kakak beradik sangat akrab,


Syila yang kini sudah lulus kuliah kedokteran ingin menjenguk ayahnya


di jakarta.

__ADS_1


"hallo Syila Nindi menyambut kedatangan Syila,papa sedang dalam perjalanan pulang",melihat Nindi sedang sibuk menyiapkan makanan Syila pun ikut membantunya di dapur.


"hey sudah biar ibu saja kamu kan lelah baru nyampe,"


"biar aj bu aku bantu ibu ya,tadinya mamah ingin ikut ke jakarta tapi ga disangka papah di Belanda mendadak sakit."setelah mereka berbincang saling memberi tau kabar,mas Doni dan Hafis datang.


mas Doni memeluk Syila dan Hafis sungguh pemandangan yang sangat mengharukan melihat mereka yang berjauhan tapi keakraban selalu ada pada mereka.


tak sadar aku meneteskan air mata penuh bahagia," ibu kenapa menangis" Nindi menghapus air matanya ketika Hafis melihatnya kemudian mas Doni ikut memeluk Nindi.


" trimakasi ya bu sudah mau mengisi kekosongan papah, Syila bahagia,,, sekali kita bisa berkumpul seperti ini"


" iya nak, ibu janji akan selalu menjaga papah hingga sisa umur ibu."ucap Nindi


Syila menangis bahagia,memang ia yang meminta Nindi untuk menemani papahnya yang dulu hidup sendirian. ia berfikir mungkin kehidupan papah dan mamah nya tidak bisa disatukan kembali,sekarang biar mereka memilih kehidupannya masing-masing,itu lebih bahagia ketika melihat kedua orang tuanya bahagia.


kini kami sudah menjalani kehidupan masing-masing,dengan selalu berharap kehidupan yang sekarang lebih bahagia dari sebelumnya.


mas Doni terus memelukku sambil melepas kepergian Syila ke Blanda. perpisahan yang menyisahkan tangis kebahagiaan.


________****


Nindi melanjutkan kehidupannya bersama mas Doni dan Hafis, kesibukan pagi ini membuat ku binggung,setiap pagi mereka berdua sibuk dari yang dibangunkan,sampai keperluan lain,ditambah lagi bibi pulang kampung jadi tidak ada yang membantu ku mengurus semuanya,tapi semua ini sungguh-sungguh nikmat kurasakan aku sangat bahagia menjalaninya.

__ADS_1


mas Doni ingin keluar kota minggu ini, ia ingin mengajak ku liburan, kebetulan bibi besok lusa sudah ada dijakarta.


" Fis ibu mau ikut ayah keluar kota kamu dirumah ya,ga papa kan kamu tinggal sama bi ijah."


" ga papa bu sekali lagi jadi pengantin baru,,,he,,he" tawa Hafis meledek ibunya.


Nindi pun berangkat ke Bali bersama Doni,mereka akan menghabiskan waktu berdua saja disana.


_______***


Di Bali mas Doni sangat memanjakan ku,aku sangat bahagia mas Doni menyewakan hottel yang sangat mewah,,di pinggir pantai kuta yang sangat indah sekali,sungguh pemandangan yang sangat membuatku kagum.


"bagaimana kamu menyukainya sayang,," mas Doni memelukku dari belakang,


"sangat indah sekali mas,aku sangat menyukainya"


" ini adalah kado untukmu karna kamu sudah sabar dan iklas menemani hidupku hingga saat ini,aku sangat mencintai mu," dibarengi dengan pemandangan sunset yang indah dengan gaya mas Doni yang romantis ini akan menjadi bulan maduk kedua yang sangat indah,


mas Doni mengecup bibir ku,yang masih terhiasi lipstik merah sisa pagi tadi,aku menikmati setiap sentuhan dan helaan nafas yang dihembuskan ke tubuh ku,sungguh aku bahagia dan rindu pada moment bahagia ini yang jarang terjadi pada ku.


dulu mas Doni bukan milikku seorang dimana setiap berhubungan terus di hantui rasa takut dan bersalah pada mba Dian,sekarang aku merasa tiada yang menentangku lagi. mas Doni hanya milikku seorang.


"aaauuuwww"aku berteriak sedikit dalam gigitan yang mengagetkan ku, yang membuat jantung berdetak kencang,ku habiskan malam itu dengan penuh kebahagiaan bersama mas Doni.aku sungguh-sungguh menikmati kebebasan ku.

__ADS_1


dengan tubuh yang masih berselimut kain putih,kami nampak kelelahan, tertidur dalam pelukan mas Doni semalaman sangat nyaman,



__ADS_2