
mas Doni mengeluarakan sesuatu dari kantong baju nya.sebuah cincin berlian yang berlapis emas,
"ini untukmu Nin,"
mas Doni mencium kening Nindi dan memeluknya,dengan penuh mesra dan kerinduan yang mendalam,Doni rindu segalanya kepada Nindi,tiba-tiba mas Doni mencium bibir ku,aku menikmati setiap kecupannya,tapi
"maaf mas aku belum ingin"
saat mas Doni meminta ku untuk melakukan seperti sepasang suami istri.aku belum mau mengulang masa-masa lalu bersama mas Doni.
"biarkan hati ini kosong untuk Cinta mas, aku takut sakit hati ini terulang lagi."
Doni termenung dalam lamunan ada apa dengan Nindi,mengapa ia belum bisa menerima ku kembali dan melupakan masa lalunya.
Nindi ingin tau sebatas mana cinta mas Doni kepadanya,ia tidak ingin dipermainkan seperti dulu lagi,Nindi ingin mengetes kesetiaan mas Doni apakah ia mau bertahan untukku.
keesokan harinya Nindi kembali ke Semarang,bersama Hafis,dan mas Doni megantar kami ke Bandara, sungguh perpisahan yang pasti menyisakan kerinduan kembali.
apa yang dilakukan mas Doni semalam mebuat tubuhku gemetar, sungguh aku merindukan semua itu, tapi aku harus memberi waktu agar aku benar-benar tau kalau cinta itu ada untukku.
mas Doni memberikan ku kesan yang selama ini sangat ku rindu.
"kenapa jadi aku yang terus terbayang akan pelukan mesra dan ciuman lembut mas Doni kemarin"
ternyata cinta ini kembali,setahun menikah dengan mas Danu aku tidak merasakan kehangatan dalam rumah tangga.tidak seperti mas Doni yang selalu bersikap hangat pada ku
malam ini aku ingin mengajak keluarga makan malam bersama, setelah lelah bekerja seharian,ibu mengira ada kabar baik tentang mas Doni dan aku.
__ADS_1
ibu mengira makan malam ini sebagai bentuk pengumuman aku mau rujuk dengan mas Doni,ternyata ibu tau ini hanya makan malam biasa.
wajah ibu tidak seceria waktu mau pergi makan malam tadi, aku hanya tersenyum melihat ibu manyun seperti itu,aku tau ibu sangat menginginka aku kembali ke pelukan mas Doni.ibu hanya ingin aku bahagia.
karna ibu tau mas Doni mengakhiri hubungannya dengan Dian.jadi ibu meminta ku untuk kembali pada mas Doni lagi,Nindi memegang tangan ibu dengan lembut.
"bu ibu jangan khawatirkan aku aku akan baik-baik saja"
"ibu hanya ingin saat ibu tiada nanti kamu hidup bahagia dengan seorang suami yang benar-benar sayang pada mu,kamu sudah lelah menghidupi ibu dan adik-adikmu,ibu ingin kamu bahagia nak."ucap ibu sambil meneteskan air mata."
"bagi ku lihat ibu bahagia itu sudah cukup buatku bahagia,ibu adalah orang yang selalu mengisi hidup ku."
mas Doni menelpon ku ia memberi tau kalau dirinya sedang sakit,esok nya aku segera ke Jakarta untuk menengok keadaan mas Doni.
"mas gimana keadaan mu" tanya Nindi melihat mas Doni sedang berada di ruang makan sendirian,rumah ini hanya ada tiga penghuni saja supir,asisten rumah tangga,dan mas Doni sebagai majikan"
" kamu naik apa kesini Nin"tanya Doni sambil menenggak obat yang harus diminum siang ini.
"naik pesawat mas"jawab Nindi. setelah itu Nindi membantu mas Doni kembali kekamar tidurnya untuk berbaring,karna masih lemas.
"Nin beristirahatlah disampingku, temani aku di sini" mas Doni meminta ku menemaninya tidur disamping nya,tapi Nindi memilih istirahat di sova dekat dengan tempat tidur mas Doni.
mas Doni sudah tertidur aku pun mencoba menyandarkan kaki di sova, ingin melepas lelah sejenak, mas Doni tidur dengan pulas mungkin karena pengaruh obat tidur yang ada di obat itu,perut ku terasa perih sekali mungkin karena belum diisi makanan dari pagi.
aku pun turun kebawah meminta bibi menyiapkan makanan untuk ku,sedikit makan sudah membuat perutku kenyang,Nindi mengabarkan Hafis dan Ibu bahwa dirinya sudah sampai di jakarta.
setelah itu kembali ke atas melihat Doni masih tertidur pulas,aku duduk di samping tempat tidurnya sambil melihat nya tidur dan mencium tangan mas Doni.
__ADS_1
"semoga kita selalu bersama melewati masa tua,mas aku mencintai mu mas" Nindi menyandarkan kepalanya di samping tempat tidur Doni.
tak lama Doni terbagun melihat Nindi tertidur di bangku yang berada disamping tempat tidurnya.Doni membelai rambut Nindi yang menutupi mata,Doni memindahkan Nindi ke tempat tidur,dan mengajak tidur disamping Doni,ketika Doni memeluk Nindi baru tersadar,
"tetaplah dalam pelukan ku Nin, biarkan ini menjadi obat penawar sakit ku,aku sangat mencintaimu"Nindi hanya diam mematung aku juga mencintai mu mas,dalam hati Nindi bicara.
mas Doni sembuh dari sakitnya,aku akan segera pulang ke semarang apa kata tetangga kalau aku berlama-lama dirumah mas Doni.tapi mas Doni belum mengijinkan aku pulang. dengan alasan ingin mengajaknya belanja dulu untuk beli oleh-oleh.
kami pun ke sebuah mall di jakarta, mas Doni membeli hadiah baju untuk ibu,Hafis dan adik ku.tak lama mas Doni melihat sebuah perhiasan ia membelikannya untuk ku,aku suka dengan perhiasan yang dibeli mas Doni untukku.
"kamu terlihat cantik Nin" lagi-lagi mas Doni bilang
"aku mencintai mu, mau kah kamu menikah dengan ku" kali ini Nindi tidak menolaknya.
" mas aku mau menikah dengan mu untuk yang ke dua kali" mas Doni tersenyum,memeluk Nindi akhirnya aku di terima di sisi nya lagi.
________***
Nindi kembali ke Semarang ditemani Doni, ingin meminta restu kembali kepada ibu untuk menikahi Nindi. ibu dan Hafis senang mendengarnya.
pernikahan dilangsungkan pada hari sabtu,dengan acara yang sederhana pinta Nindi tidak ingin bermewah-mewah hanya dihadiri keluarga dan tetangga terdekat.
mas Doni memesan Vila di Semarang untuk menginap beberapa hari bersama Nindi, kali ini Hafis tidak boleh ikut,karna ibu mau honeymoon kata Hafiz.
__________***
bantu like ya karya baru ku mohon dukungannya
__ADS_1