Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
menunggu Hafis


__ADS_3

Pras sangat kagum melihat Fatia, Pras semakin gugup melihat Fatia cantik sekali malam ini,sampai di rumah Pras Fatia di sambut oleh ibu Pras meski sudah aga tua tapi masih terlihat cantik, ayah Fatia kaget melihat rumah Pras yang sangat besar sekali,"maklum biasa tinggal di ruko sempit ketika melihat rumah sebesar ini kaget dan bingung,"pikir ayah Fatia dalam hati.pertemuan dua keluarga malam ini sangat mengesankan,


"selamat malam Fatia ibu sangat penasaran pada mu,mangkanya ibu mengundangmu kesini untuk makan malam,Pras sering cerita tentang mu." ucap ibu Pras yang membuat aku binggung dan bertanya-tanya bicara tentang ku,?apa yang dibicarakan Pras tentangku kepada ibu,


Fatia di ajak ibu Pras ke sebuah ruangan dekat kamar ibu Pras mengambil sesuatu di kamar,


"Fatia,,sini nak,,ini ibu punya sesuatu untuk mu,ini adalah perhiasan yang sangat berharga untuk keluarga kami,ini perhiasan turun temurun dari keluarga ibu,mungkin kamu akan menjadi turunan ketujuh pemilik perhiasan ini"


ibu Pras menunjukan sebuah perhisan kuno tapi tetap terlihat elegan dan cantik,


"ini akan ibu berikan kepadamu, dengan harapan ibu,kamu mau menerima Pras,Pras sering bercerita tentang mu,belum perna ia curhat sebegitu seringnya pada ibu tentang Fatia,sepertinya Pras sangat menyukaimu,tolong nak jangan sakiti anak ibu ya"permintaan ibu Pras membuatku berat untuk berfikir.


"hemm,,,baik bu sebisa mungkin aku, untuk tidak menyakiti hati Pras." Fatia bingung harus menjawab apa,


mereka kembali bertemu bersama di ruang makan yang sudah di persiapkan,Fatia dan ayahnya mendapatkan sambutan yang hangat dari keluarga Pras,mereka sama-sama berdarah keturunan dari jawa barat, mangkanya obrolan mereka begitu hangat.


malam semakin larut selesai sudah pertemuan dua keluarga Fatia dan Pras,mereka pun pulang diantar Pras hingga kerumah,


"nak pras trimakasi atas jamuannya dirumah tadi,bapa jadi ga enak ga bawa oleh-oleh untuk ibu nak Pras,"


"hemm ga papa pak,jangan sungkan-sungkan kan Pras yang ngundang Bapak ke acara ibu"


"terimakasi ya nak bapak masuk dulu,maklum udah tua jam segini udah ngantuk banget."


"baik pa"


tak lama Pras pun berpamitan dengan Fatia,

__ADS_1


"Fatia,,aku pulang dulu ya,trimakasi


sudah mau datang ke rumah ku untuk makan malam bersama ibu ku,dan trimakasi juga sudah mau berdandan secantik bidadari untuk malam ini, kamu sungguh cantik malam ini, seperti bidadari yang turun malam ini hanya untukku,"ucap Pras sambil meggenggam tangan Pras


"ha,,,ha,,,ha"Fatia tertawa "malam ini jadi bidadari besok pagi jadi upik abu lagi."dibalas senyuman Pras dan cubitan di pipi Fatia.


"ucapan ibu Pras membuatku bingung itu tandanya aku tidak boleh mengecewakan Pras,menurutku Pras pria yang sangat baik,ia tidak pernah menuntut ku atau memaksaku untuk membalas cintanya pada ku, padahal aku sudah menggantung cintanya,tapi ia masih saja baik pada ku." pikir Fatia sambil memandangi gelang pemberian ibu Pras yang berlapis berlian,gelang ini pasti mahal harganya.


_____***


pagi yang indah mata ku tersorot sinar matahari pagi,angin pagi yang menghembus lembut wajahku seperti memintaku untuk tidur kembali,tapi aku harus bangun karna pagiku selalu sibuk,aku pergi kedapur untuk membuat secangkir kopi mocca,yang dapat sedikit menyegarkan otak ku agar dapat beraktifitas kembali.


aku kembali ke toko meski anak buah ku sudah banyak tapi entah kenapa kalau tidak ke toko seperti ada yang lain dalam aktifitas ku.


seperti biasa aku sibuk pagi ini karna aku yang terjun langsung ke dapur untuk membuat kue,ada beberapa anak buah yang membantuku di dapur kue,hari ini aku ikut sibuk karena toko kue ku sedang kebanjiran order ,semua harus tetap ku syukuri,toko ku semakin maju karna setiap hari jum'at toko kue ku bagi-bagi kue gratis.


"lelah sekali rasanya hari ini,"Pras sampai dirumah lebih cepat pulang dari kantor ibu Pras menemui Pras


"Nak tumben kamu pulang cepat,"


"iya bu aku ingin istirahat dirumah,"


"Nak kenapa kamu tidak segera melamar Fatia,"Pras kaget mendengar ibunya berkata seperti itu.


"sudah pantas kamu memiliki pasangan Nak,ibu sudah tua,ibu ingin seorang menantu menemani ibu dirumah,"


"bu aku mengatakan cinta pada Fatia saja belum di jawab,aku pun tidak bisa memaksa seorang wanita yang aku sukai memblas cinta ku bu,"

__ADS_1


"besok ajak ia ke tempat liburan yang ia suka,dan ulangi kata-kata itu pada Fatia,insyaallah Fatia akan menerimamu Nak kalau kau benar-benar mencintainya,"ucap ibu meyakinkan Pras


Pras hanya diam saja,pikirnya"ibu benar cinta itu butuh perjuangan, jangan lembek menghadapi wanita aku harus meyakinkan Fatia bahwa aku juga inginkan kejelasan yang pasti agar tidak menggantung seperti ini.


_____****


esoknya pagi-pagi buta Pras pamit kepada ibunya untuk mengajak Fatia refresing.Pras sudah sampai di depan rumah Fatia, ayah Fatia memanggil Fatia yang masih ada di kamarnya.


"ya ampun Pras sepagi ini kamu sudah menjemputku,"ucap Fatia sambil tertawa,.


" Fatia aku ingin mengajakmu refresing sejenak ke bogor,tolong temani aku ya,, melepas penat sebentar besok kembali lagi bekerja"


"sebentar Pras aku informasikan dengan anak buahku dulu "ucap Fatia


akhirnya mereka pergi liburan sejenak tak lupa Fatia berpamitan dengan ayahnya.


Pras mengendarai mobil sport miliknya,yang jarang ia pakai.


sepajang jalan Fatia mengajak Pras ngobrol yang membuat Pras tidak kesepian,Fatia terlihat senang memang ini yang ia inginkan dari beberapa hari kemarin.


Pras mengajak Fatia ke taman bunga nusantara,Fatia terlihat senang sekali melihat pemandangan yang indah di sana,Pras mengajak Fatia ke taman Labirin,mereka mencari jalan keluar dari taman Labirin tak lama Pras memegang tangan Fatia


"Fatia aku mohon berhenti sebentar," kata-kata Pras membuat langkah Fatia terhenti,


"aku ingin mengulang kata-kata yang waktu itu ku ucapkan dan aku butuh penjelasan dari jawaban mu sekarang"


"aku sangat mencintaimu Fatia tolong jawab sekarang aku mohon"ucap Pras sambil menggengam tangan Fatia

__ADS_1


Fatia hanya terdiam dan terbayang akan ucapan ibunda Pras sesungguhnya aku belum mencintai Pras hingga saat ini,aku masih menunggu Hafis,tapi apakah Hafis setia pada ku disana,aku takut sakit hati apabila menunggu Hafis terlalu lama.


__ADS_2