
Niken bergegas masuk ke kelas,Hafis memperhatikan Niken sambil terheran-heran " kenapa Niken masuk ke kelas,apakah Niken pindah kuliah disini,"tanya Hafis dalam hati.
di kelas Niken menjadi anak baru dalam kampus Hafis,suasana baru bagi Niken tapi Niken hanya ingin belajar dengan Fokus,masalah merubah penampilan,itu keinginan Niken yang merubah penampilannya agar terlihat lebih smart dan bukan Niken yang cengeng lagi,
"aku ya aku,apa pun yang ku inginkan ya itu keinginan ku bukan orang lain, jadi masalah merubah penampilan itu memang keinginan ku"Niken takut apabila tiba-tiba tante Nindi memutuskan kerja samanya kepada Niken untuk menjaga Hafis di sini, akhirnya Niken mencari pekerjaan paruh waktu agar studynya tidak putus ditengah jalan,uang hasil bekerja ia tabung untuk biaya kuliah nanti apabila ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
lain halnya Hafis anak orang kaya yang hanya mengandalkan uang dari kedua orang tuanya,tidak tau apa yang harus diperjuangkan.
saat Niken sedang melamun tante Nindi menelpon Niken,
"Niken apakah Hafis baik-baik saja di sana"tanya tante Nindi.
"ya seperti biasa tante sedang asik berbincang dengan teman wanitanya"
"ya sudah ga papa Niken kamu pantau saja terus jangan sampai Hafis melakukan hal yang tidak-tidak,yang dapat menghancurkan masa depannya,Hafis anak tante satu-satunya,"ucap Nindi cemas
Niken pun mengiyakan apa yang di ucapkan Nindi.tak berselang lama ketika Niken sedang duduk di taman kampus,tiba-tiba ada yang menarikku.
"Hafis jangan kasar pada ku,tolong lepaskan genggaman tangan mu ini sakit sekali Hafis."
"kenapa kamu belajar dikampus yang sama dengan ku,apa maksud mu sudah cukup besar uang yang diberikan ibuku,sehingga kamu mampu kuliah di sini,kamu kan yang ditugaskan ibu untuk memata-mataiku,"
"tolonglah Hafis jangan bicara seperti itu,apa aku tak boleh belajar di kapus yang menjadi impianku untuk meraih cita-citaku,tugas ku juga mulia Hafis hanya untuk menjaga mu disini,"
"aku itu sudah besar Niken,kalau kamu terus mengikuti ku aku akan berontak "
"ok,,,,aku gak akan lagi mengikutimu, tapi dengan satu syarat kamu gak boleh merusak impianmu disini,ingat akan tujuan kita datang kesini untuk apa,dan kembali jadi apa nanti,yang jelas aku gak mau menyia-nyiakan pendidikan yang sudah di biayai keluarga mu Hafis"
"kamu beruntung Fis biaya kuliah di biayai orang tua mu,tanpa harus berkerja keras dan memikirkan biaya yang harus dibayarkan nanti."
__ADS_1
"aku pergi dulu karna ada yang harus aku lakukan,"ucap Niken dan meninggalkan Hafis pergi.
Niken kembali bekerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang,untuk saat ini semua kehidupannya ditanggung tante Nindi,tapi esok Niken tak tau.
____***
Fatia memulai bisnisnya yang baru ia menyewa sebuah toko untuk usaha fashion,ia berusaha membiayai adik-adik Pras dengan hasil toko nya,agar Pras tidak curiga,dan Fatia tidak ingin uang belanjanya berkurang banyak,itu kemungkinan besar Pras akan mengetahuinya.
toko kue saat ini sudah di ambil alih ayah Fatia,Fatia hanya memantau toko dari jauh,penghasilan dari toko kue diserahkan semua untuk ayah,
"aku harus bisa,aku tidak ingin menganggap ini sebuah beban memang di sebagian harta yang ku punya ada hak anak yatim disana, anggap saja aku membuka usaha untuk menghidupi anak yatim piatu, ini ku anggap sebagai kewajiban ku" ucap Fatia yang terlihat lebih bersemangat dengan pikiran positifnya.
Fatia membuka toko barunya di sebuah tempat yang cukup ramai benar saja karna di niatkan untuk memenuhi kebutuhan anak yatim piatu, toko Fatia langsung banyak dikunjungi orang yang mau membeli, sebagai penarik pembeli Fatia membuka toko dengan diskon yang membuat pelanggan cukup puas,
"lumayan juga untuk omset kali ini," Fatia langsung memasukan sebagian dari keuntungannya ke rekening yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan adik-adik Pras.
"aku bahagia bisa melakukan sesuatu untuk mereka,aku akan terus melakukan ini apabila berhenti membiayai adik-adik Pras pun aku akan tetap melakukan ini,karna ini sebagian kewajiban ku juga"
"mas kamu sudah pulang,"
"sugar pie ku,panggilan sayangmu membuat hati ku lumer,"ucapan Pras membuat Fatia tertawa.
suasana pun menjadi penuh canda pada sore itu.
____***
Doni mendapatkan kabar dari Syila bahwa mamahnya mengalami sakit parah di rawat di rumah sakit Belanda tempat Syila bekerja,Doni meminta ijin kepada Nindi untuk menjenguk Dian di Belanda.
"Nin,,,,apakah kamu mengijinkan aku menengok Dian yang sedang sakit keras di Belanda"ucap Doni
__ADS_1
"kamu saja dulu mas aku mengijinkan biar bagaimanapun dia pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupmu ,nanti apabila kehadiran ku di harapkan oleh mba Dian aku akan datang kesana"
"baiklah Nin aku akan berangkat besok pagi,mungkin aku akan kembali esoknya,"
Nindi hanya menganggukan kepalanya,"belum bisa rasanya aku memaafkan apa yang mba Dian lakukan dulu kepada ku,untuk mengingatnya saja masih terasa perih apalagi untuk memaafkannya," pikir Nindi dalam hati yang masih menyimpan trauma paska kejadian dimasa lalu,ketika mengingatnya Nindi masih suka menangis tiba-tiba,dimana pun dia berada.
"sudahlah sayang aku mengerti perasaan mu oleh karena itu aku tak ingin kamu mengingatnya lagi"ucap Doni menenangkan Nindi
akhirnya Nindi tertidur pulas, setelah minum obat penenang,melihat Nindi tertidur Doni merasa kasihan kepada Nindi,Doni membelai kening Nindi dan mengecupnya.
____***
"esoknya,,,, "pagi ini Doni berangkat ke Belanda.
sampai di Belanda Doni melihat Syila sedang menangis meratapi kondisi ibunya yang sedang terkapar tak berdaya,
"papah,,,ibu Nindi mana pah,,dari pagi ini mamah memanggil nama ibu Nindi terus mungkin ada yang ingin disampaikan padanya."
"ibu Nindi tidak ikut bersama papah nak,ibu sedang kurang sehat mangkanya tidak bisa ikut bersama papah ke Belanda."
lewat vidio call Syila menangis dan memohon kepada ibu Nindi untuk datang ke Belanda,
"bu Syila mohon ibu datang ke Belanda ada yang ingin mamah sampaikan pada ibu,mungkin ini permintaan terakhir mamah bu Syila mohon"
"Nindi menangis mendengar Syila memohon,baiklah nak Ibu akan berangkat ke Belanda sekarang"
Nindi pun berangkat ke Belanda sekarang,sore nya Nindi sampai di Belanda.
"melihat keadaan Dian,Nindi tak kuat menahan tangis Dian menggenggam tangan Nindi dengan erat, badannya semakin kurus,di tangannya ada jarum infus yang masih menempel,dengan benda-benda di sekelilingnya yang terus memantau keadaan mba Dian,dengan nada suara yang lirih seakan ingin berusaha sekuat tenaga mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
"Nindi maafkan segala kesalahanku dimasa lalu,aku mengira kau tidak mau memaafkan perbuatannku yang sangat jahat kepadamu,aku benar-benar jahat tapi aku memohon dengan sangat maaf kan aku,sebelum ajal menjemputku"