Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
jatuh ke pelukku


__ADS_3

jiwa Nindi terasa menggantung ketika di khianati mas Doni untuk kedua kalinya,lebih banyak termenung


Hafis datang menengok ibunya pagi ini.


"bu makan dulu yuk nanti ibu sakit" dengan membawa tiga bungkus bubur ayam yang beli dijalan, Hafis merasa tak tega melihat ibunya bengong terus.


"Hafis kuliah dulu ya bu,ibu makan ya"


"iya nak hati-hati,ibu ga apa-apa ko, kamu yang rajin kuliahnya"ucap Nindi yang masih bersedih.


setelah Hafis berangkat Doni datang "Nin kenapa kamu ga pulang semalam,percaya lah pada ku,itu semua ulah Dian yang menaru obat tidur di minumanku dan Syila.cctv d yang berada di rumah akan menjelaskan semua apa yang dilakukan di rumah."Doni berusah memperjelas kejadian waktu itu.


"trus kenapa kamu ga pernah cerita bahwa Dian datang dimalam ulang tahun mu,kamu berusaha menyembunyikan semua ini dari ku mas."jawab Nindi dengan nada tinggi


"karna aku pikir untuk apa aku cerita dengan mu kalau nantinya akan membuat hatimu terluka "


"sekarang yang timbul lebih dari luka dihati ku mas,rasa kecewa sekali gus luka yang dalam."ucap Nindi yang seakan-akan belum mau memaafkan Doni.


Doni pergi tidak ingin melanjutkan penjelasan nya pada Nindi karena Nindi masih terlihat marah padanya.


Doni kembali kekantor untuk menghadiri rapat hari ini,esok harus pergi keluar kota,niat hati ingin mengajak Nindi tapi.keadaan sekarang lain,Nindi belum mau berdamai dengan hatinya.

__ADS_1


sore ini iya berpamitan pada Nindi,


"Nin aku ingin pergi ke Bali,apa kamu mau ikut,aku ingin mengajakmu," dengan jawaban Nindi yang hanya diam saja Doni sudah mengetahui jawabannya Nindi pasti tidak mau ikut deganku.


Doni pun pulang Nindi belum ingin pulang kerumah karna masih ada kekecewaan dalam hatinya,tapi ia kasihan dengan Hafis yang sendirian dirumah,


malam ini Hafis datang ke toko, ia ingin menginap di toko bersama ibunya,tapi toko hanya memiliki satu kamar itu saja Fatia harus tidur di tikar,


"baiklah mah Fatia pulang ya karna sudah ada Hafis di sini,"ucap Fatia sambil melirik ke arah Hafis.


tapi Nindi ingin Fatia menemaninya malam ini"mamah besok malam pulang ko Fatia,jadi kamu harus temani mamah satu malam lagi ya" ucap Nindi yang tak dapat ditolak Fatia.


Hafis keluar sebentar dan kembali dengan membawa kasur lipat no 2


pagi yang indah aku bahagia semalam mamah sudah mau tertawa karna tingkah Hafis yang lucu,tak berselang lama aku mendengar suara ketukan di rolling door,aku pun membukakan satu rolling door ternyata bapak Hafis datang dengan penampilannya yang keren pagi itu, "eh,,, bapa ibu masih tidur pa,"pa Doni pun masuk kedalam membangun kan mamah Nindi.


dengan lembut Doni membangunkan Nindi "Nin,,,aku mau berpamitan berangkat ke Bali pagi ini,nanti pulang kerumah ya aku di Bali agak lama senin depan baru kembali,"


Nindi pun mencium tangan mas Doni dibalas dengan kecupan lembut yang membekas di kening Nindi,dan mengantar Doni ke depan pagar,


"maaf kan aku ya apabila aku ada salah,"dibalas dengan anggukan kepala Nindi yang hatinya mulai melunak,aku percaya mas Doni tidak melakukan apa-apa pada Dian,

__ADS_1


mantan istrinya lah yang sengaja melakukan kejahatan ini,dan aku korban dari ini semua,kecemburuan ini yang membakar pikiran ku sehingga membuat ku marah besar,kenapa Dian masih mengusik keluarga ku, padahal ia sudah berpisah.


Doni senang Nindi sudah mau membuka pintu maafnya untukku, ia seorang istri yang memiliki hati yang lembut,tidak pernah memiliki rasa dendam.


_____****


Syila terus membujuk mamah nya untuk meminta maaf pada ibu Nindi, "aku tidak ingin ke Jakarta,biarkan klinik di Jakarta Dokter Alin yang mengatur semua,"Alin adalah teman sekaligus orang kepercayaan Syila,


"apa maksud mu Syila,mamah ingin tinggal di Jakarta,mamah tidak betah tinggal disini,"


kali ini Syila tidak menuruti keinginan mamahnya,Syila menyembunyikan pasport mamahnya agar tidak bisa kembali ke Jakarta.


_____***


Doni kembali ke jakarta membawa banyak oleh-oleh untuk Nindi,Hafis dan Fatia,kali ini ia membawakan oleh-oleh untuk Fatia karna sudah mau menjaga Nindi,bahagia Doni kembali ketika melihat keceriaan Nindi,senyum nya yang manis membuat ku lupa akan lelah selama bekerja di Bali.


"apa kabar sayang,kamu canti malam ini,wajah manis mu yang ga bisa aku lupakan,di Bali aku selalu terbayang kamu Nin."ucap Doni sambil merayu Nindi,


"selalu pandai merayu,aku bukan wanita yang mudah di rayu mas,"goda Nindi menunjukan keasliannya.


"jangan lagi marah pada ku sayang, aku sangat mencintai mu,kalau aku disuruh memilih antara kamu dan perusahaan,aku memilih kamu sayang,aku ga mau berpisah dengan mu Nin."

__ADS_1


mas Doni terus merayu ku,sambil mendorong ku ke ranjang karna ku bersikap cuek,padanya tanpa pikir aku mau atau tidak ia meniduri ku dengan sedikit memaksa,itulah aku yang tidak ingin suamiku marah,dan aku pun takut dosa apabila tidak memenuhi keinginannya.


bagaimanapun seorang istri ya beginilah tempat keluh dan kesah sang suami.


__ADS_2