Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
mertua Doni tiada


__ADS_3

pagi ini Nindi sibuk mempersiapkan segala kebutuhannya untuk membuat resep masakan,entah apa yang Nindi rasakan hati nya sedikit mengganjal "apa karna perlakuan Dian kemarin,tapi bukan itu entah ada apa pada diriku, berasa ada firasat tidak baik dalam hati.


dua hari berlalu Nindi masih saja merasa tidak baik dalam dirinya, akhirnya ia menelpon kekampung untuk sekedar menanyakan keadaan di kampung,tiba-tiba saja aku kangen pada ibu ingin pulang menengoknya di Semarang.tapi aku sedang sibuk menemani Hafis untuk menfaftar di kampus sekolah baru yang akan ditempuhnya setelah tamat sekolah.


"bu ada apa dari kemarin ibu terus melamun" tanya Hafis.


"entah Fis mengapa ibu ingin sekali menengok nenek di kampung"jawab Nindi yang kangen pada ibunya


setelah mendaftarkan Hafis di kampus Nindi ijin dengan suaminya untuk pulang ke kampung,esoknya Nindi dan Hafis pulang ke semarang.


_____***


di Semarang Nindi banyak menghabiskan waktu bersama ibu nya,melepas rasa kanget yang teramat dalam pada ibu." bu aku ingin mengajak ibu ke Jakarta,mau ya bu"tanya Nindi


"emangnya kamu mau pulang,? temani ibu dulu di sini sampai ibu pergi"


Nindi heran dengan jawaban ibu, "memang ibu mau pergi kemana,"


"ibu mau pergi ke makam bapa sendiri aj ga usah ditemanni, ibu sudah kangen Nin" jawab ibu


permintaan ibu semakin membuatku berfikir heran,kenapa ibu tiba-tiba bicara seperti itu,Nindi tak bisa berlama- lama di kampung,


_____***

__ADS_1


di Jakarta mas Doni kedatangan tamu Dian dan Syila datang untuk menyiapkan makan malam untuk ayah nya yang berulang tahun pada hari ini,Syila sengaja datang pada larut malam karna ia ingin sebgai orang pertama yang ingat hari lahir papah yang tak pernah di rayakan.


"Syila ga tau ibu ga ada dirumah pah,"


"ibu pulang kampung ditemani Hafis, mereka lagi kangen dengan kampung


kamu bawa kado apa untuk papah,?"


Dian dan Syila mempersiapkan pesta kecil untuk papahnya,hari semakin larut malam bahkan hampir menjelang pagi,Dian sengaja mencampurkan obat tidur kedalam minuman,"mah Syila ngantuk Syila tidur di atas sofa dan mas Doni di bawa kekamar atas di bantu Dian,


"kamu ga papa mas,boleh aku membantu mu ke kamar" Dian akhirnya merasa mendapatkan dekapan hangat Doni kembali dengan membantunya kekamar.


Dian menggeletakan mas Doni, di ranjangnya,Doni sudah tak sadarkan diri ia tertidur pulas,dengan leluasa Dian mencumbui Doni yang sudah tertidur pulas,hasrat kerinduan pada mantan suaminya semakin kuat untuk mendorongnya melakukan sesuatu pada Doni,Dian membuka baju Doni ketika selesai iya memakaikan lagi baju Doni dan turun ke bawah,tidur di sofa bersama Syila.


merekayasa seakan-akan tidak ada yang terjadi padanya.Dian merasakan hayalan nya slama ini dengan mas Doni terwujud malam ini,tak lupa menhabadikannya lewat vidio dan foto.


"bi inah tolong masak agak banyakan dikit,ada Syila disini


"iya baik pa saya segera masak sekarang"Bi inah yang baru saja datang kaget melihat ada dua wanita tidur di sova,tanpa pikir panjang bi Inah segera pergi ke dapur untuk memasak.


Syila terbangun lebih dulu


"ya ampun maaf pah,Syila ketiduran harus nya Syila langsung pulang tadi malam,mungkin karna lelah yang membuat Syla ketiduran malam ini.

__ADS_1


"bahaya juga nak mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk,untung lah kamu tertidur di sova malam ini,ya sudah mandi dulu sana,Bi inah lagi menyiapkan hidangan di dapur untuk makan siang,makan dulu sebelum pulang"ucap Doni


Syila segera membangunkan mamahnya,"ada apa Syil,mamah masih ngantuk,mah,,,mamah ayo bangun mamah, kita semalam tertidur dirumah papah,


"ya ampun Syil ko bisa kita tertidur disini" Dian pura-pura lupa dengan perlakuannya semalam." Dian pun segera numpang mandi dirumah Nindi Dian mandi sambil membayangkan memeluk tubuh mas Doni semalam, ia berhasil menciumi wangi tubuh mantan suaminya.


melihat rumah mas Doni yang luas Dian tergiur ingin tingggal disini, selesai mandi Dian ingin pulang,tapi mas Doni menyuruhnya makan siang terlebih dahulu,Dian dan Syila pergi keruang makan.


bi inah melihat Dian,sambil bertanya dalam hati nya,"apa dia yang bernama Dian yang pernah diceritakan non Nindi dulu,tapi mengapa ia kesini di saat ibu tidak ada."bi inah mencoba membuyarkan pikirannya agar pa Doni tidak curiga padanya.


_____***


Nindi mengajak ibunya pergi jalan-jalan ke mall Nindi membelikan baju,mukena,dan perhiasan untuk ibunya," andai ibu tiada nanti tolong semua ini di sedekahkan saja ya nak" ucap ibu Nindi


"aku membeli ini semua untuk ibu,kenapa ibu bicara seperti ini,masih ada uang yang lain untuk disedakahkan,sekarang ini untuk ibu,aku ingin membahagiaka ibu,aku sayang kepada ibu,Nindi mohon ibu jangan bicara seperti itu."


"ibu juga sayang kepada mu nak,kamulah anak solehanya ibu,jaga dirimu baik- baik ya nak"


Nindi tak tau apa yang ibu bicarakan semenjak ia datang kesemarang bicaranya tentang pergi terus, yang membuat Nindi menangis takut kehilangan ibunya.


esok Nindi akan kembali ke Jakarta karna Hafis sudah mulai masuk kuliah.sebenarnya Nindi belum mau pulang karna masih rindu pada ibunya.tapi ia tidak boleh terlalu lama disini karna harus mengurus mas Doni dan Hafis di jakarta.


esok nya Nindi sibuk mempersiapkan keberangkatannya ke Jakarta,Nindi melihat ibunya masih tertidur,Nindi mencoba membangunkannya untuk makan bersama sebelum ia pulang.

__ADS_1


"bu ayo makan dulu bareng aku,ibu,,," Nindi kaget membangunkan ibunya tapi tak kunjung bangun,ibu terkulai lemas tak bernafas Nindi berteriak di kamar yang membuat semua berdatangan ke kamar,semua anak-anak ibu sedang berkumpul waktu itu.


karna Nindi ingin kembali ke Jakarta. Nindi kaget bukan main melihat ibunya terkulai lemas,adik-adik Nindi menangis suasana senang terpecah menjadi kesedihan karna ibu telah tiada Nindi menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2