Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
cinta seorang pelakor 16


__ADS_3

mas Doni bekerja di kantornya,yang sekarang di pimpin Vino,sebenarnya aga tidak enak,karna Vino tidak mengijinkan,mau gimana lagi melamar di kantor lain pasti tidak diterima dengan kondisi seperti ini.


Dian meminta Vino mengijinkan agar mas Doni bekerja kembali disini.


Nindi bekerja sama dengan Danu, semakin hari semakin akrab,Danu orang yang baik,setaun sudah kepergian istrinya yang meninggalkan banyak kenangan bagi Danu.


"aku senang mas bisa kenal dengan kamu ,kamu selalu pandai menghibur ku yang dalam kesunyian,menunggu seseorang yang pergi dan tak kembali.


4 bulan sudah Doni bekerja bersama Vino tapi Vino masih saja selalu sinis melihat Doni,sepertinya ia masih kesal dengan Doni.


"aku kangen dengan Nindi,tapi aku malu untuk bertemu dengan Nindi."


"apa yang kamu pikirkan mas,kamu memikirkan Nindi ya ,yang belum tau keadaan mu sekarang ini,kamu boleh menemuinya besok,tapi aku meminta kepada mu setelah itu tidak ada lagi pertemuan bersama Nindi.


Doni hanya terdiam sambil termenung,Dian pergi meninggalkan Doni.


aku pasrah dan harus memilih salah satu dari kedua istri ku,keadaanku seperti ini sekarang.


Nindi bekerja giat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anak dan ibunya,adik-adiknya sudah memiliki keluarga masing-masing,Nindi tidak memikirkan mas Doni lagi sekarang sudah ada Danu,yang semakin hari semakin dekat.


Nindi mengurus perceraian nya bersama mas Doni yang setatus pernikahan nya mengapung,ini semua membuat Nindi bosan.


"sudah cukup mas aku menunggu mu hingga bosan,ga ada kabar hingga saat ini,sampai nafkah pun berhenti sudah hampir 1 tahun ini kamu tidak memberi nafkah lahir dan batin,pikir Nindi dalam lamunan.


surat cerai sampai ke alamat rumah Dian,karna Nindi mengira mas Doni berada dirumah Dian.


"mas ada kiriman surat untukmu,dari Nindi,oh sekarang Nindi tinggal disemarang mas"


Dian memberikan surat itu kepada Doni tanpa ia baca terlebih dahulu.


Doni langsung membacanya.Dian menunggu apa isi surat tersebut.


"Doni kaget Nindi meminta cerai kepadanya,sebelum nya Nindi masih bisa bertahan meski cobaan dalam rumah tangga bersama Doni sangat hebat,tapi kali ini tidak,Nindi mengirim surat cerai yang harus ditanda tangani Doni.


Dian meminta mas Doni agar segera menanda tangani surat itu,tapi mas Doni belum bisa menanda tangani surat tersebut.

__ADS_1


"Nindi harus tau keadaan ku sekarang ini mah"


"untuk apa mas,agar Nindi iba dengan keadaanmu seperti ini dan kamu berharap belas kasihan agar Nindi tidak jadi menceraikan mu"


"tidak mah tidak seperti itu,aku hanya ingin berpamitan agar iklas meninggalkan mereka berdua"


Doni hanya diberi waktu 3 hari untuk bertemu Nindi,Doni datang ke Semarang bersama Syila.


sampai di Semarang,Doni memeluk Hafiz dengan erat.


"maaf kan ayah nak"


dengan jalan sedikit pincang Doni mendatangi Nindi yang terlihat sedikit acuh kepada Doni.


"maaf kan aku Nin bukannya aku lupa pada janji ku,saat aku ingin kembali ke jakarta memenuhi janji ku,dalam perjalanan aku kecelakaan,mobil ku di hantam truk hingga hancur bagian depannya,kaki ku terhimpit hingga remuk dan diamputasi"


Nindi menangis mendengar cerita mas Doni,ia berfikir


aku jahat dikeadaan seperti ini aku malah membuat mas Doni terluka hatinya, dengan mengirim surat cerai.


sambil mencium tangan mas Doni.


"jangan meminta maaf Nin,itu semua memang aku yang salah,aku datang kesini untuk menandatangani surat cerai yang engkau kirimkan,aku sudah tidak pantas untuk mu lagi"


"jangan bicara seperti itu mas aku mohon"


Doni menandatangani surat cerai tersebut lalu pergi meninggalkan mereka,Hafiz sempat menahan dan memeluk ayah nya,tapi surat cerai sudah ditanda tangani.


tidak mungkin Doni balik arah kembali


ini sudah menjadi keputusan nya,aku harus meninggalkan Nindi.


rasanya sulit untuk meninggalkan mereka,tapi Dian sangat setia pada ku dalam keadaan ku seperti ini ia masih menemani ku.


Syila kembali ke Belanda meneruskan pendidikannya,pikirnya urusan mamah dan papah nya sudah selesai. dengan pikiran tenang ia terbang ke Belanda.

__ADS_1


Nindi meneruskan hubungannya dengan Danu,seperti anak muda yang sedang kasmaran,Danu menanyakan sesuatu pada Nindi.


"Nin apakah kamu mau menikah dengan ku"


"maaf mas aku masih butuh ketenangan hati ini masih ada rasa bersalah kepada mantan suami ku"


Nindi pergi meninggalkan mas Danu untuk menenangkan diri.


entah mengapa hati ini penuh dengan rasa bersalah,aku menelpon mas Doni tapi tak diangkat,maafkan aku mas aku menyesal kenapa bukan aku yang ditelpon saat mas Doni kecelakaan, sudahlah ini semua sudah terjadi mungkin ini sudah nasib ku seperti ini.


permintaan Dian dikabulkan mas Doni kali ini.akhirnya mereka berpisah setelah sekian lama ia menginginkan ini, mereka akhirnya berpisah.


aku senang sekali,aku bisa menjalani rumah tangga ku dengan bahagia bersama mas Doni tanpa ada seorang wanita perusak dalam rumah tangga ku,sayang mas Doni tidak terbagi hanya untukku.


Vino sudah mau menerima mas Doni kembali,karna melihat kakaknya lebih bahagia saat ini.


Nindi belum bisa menerima mas Danu di hatinya.masih larut dari rasa bersalah ,kepada mas Doni,tapi Nindi berfikir.


"mereka disana bahagia sedangkan aku disini merenungi rasa bersalah"


Nindi tidak ingin berlarut-larut memikirkan Doni ia pun memajukan usahanya kembali,saat itu mas Danu masih menunggu Nindi.


pagi itu Danu sudah berada dirumah Nindi,ingin mengajak Nindi pergi rekreasi melupakan penat yang ada. akhirnya Nindi pun mau.


mereka pergi ke tempat hiburan yang letaknya tidak jauh,di tempat yang tenang mereka menghabiskan waktu di kafe tepatnya di kaki gunung merbabu.


disana Danu masih melihat Nindi termenung.


"sudah lah Nin apa yang kamu masih pikirkan,biarlah mereka menghabiskan masa tua mereka dan kamu menata hidup yang baru bersama ku,jangan menunggu kembali yang sudah tak pasti,ucap Danu yang sedikit agak kesal dengan Nindi"


"iya mas"


aku tak tega pada mas Danu yang sedikit aku cuekin,harus nya aku menikmati liburan ini,tapi malah termenung dalam lamunan yang tak ada habisnya,aku masih belum bisa meninggalkan mas Doni dalam keadaan seperti itu,tapi sudah ada mba Dian yang menemaninya.


aku harus iklas melupakan semua.tapi ga bisa mas Doni masih harus memenuhi kebutuhan Hafiz.boro-boro diberi harta gono-gini mas Doni meninggalkan aku begitu saja,aku harus meminta hak anak ku,pikir Nindi yang ingin mengusik kebahagiaan mereka lagi.

__ADS_1


__ADS_2