
pagi yang indah bagi Fatia,berharap ada kabar baik hari ini, Dokter akan memeriksa ku siang nanti
Ayah pamit pulang inggin menyiapkan barang dagangannya pagi ini.aku sendirian lagi.
tapi Hafis tiba- tiba saja datang menemaniku pagi ini,Hafis membawakan baju ganti yang di beli tante Nindi kemarin.
"Fatia aku kesini pagi-pagi di suruh ibu bolos sekolah,ibu ga bisa datang pagi ini karna ada keperluan mendadak, gara-gara lo gw jadi bolos sekolah," ucap Hafis sedikit marah
"huu,,, gara-gara aku kamu bilang, seenaknya aj kalau bicara,justru gara-gara kamu aku jadi masuk rumah sakit,gara-gara kamu aku jadi seperti ini,jadi ketinggalan pelajaran."Fatia pun marah dan menangis karna kesal dengan Hafis tidak memiliki rasa kemanusiaan dan tanggung jawab.
"cewe ya begitu kalo habis marah ya nangis" Hafis meninggalkan Fatia pergi begitu saja.seakan tidak ingin melihat Fatia menangis lagi karna kemarahan Hafis.
"jahat sungguh jahat sekali karna kata-kata yang sedikit diucapkan Hafis membuat hati ku tergores hingga menangis,kemana perginya Fatia sang pemilik hati yang kuat, kenapa aku menangis ketika Hafis berkata seperti itu,ada apa pada ku aku terlihat lemah jika berada dekat dengan Hafis."
Fatia mengusap air matanya,dan berusaha lebih tegar,ia berusaha berjalan kekamar mandi sendiri tanpa meminta bantuan suster,
"aku harus terlihat sehat hari ini agar bisa segera pulang,"mencoba melangkahkan kakinya yang masih sedikit sakit,dan mengambil tas yang berisi pakaian dari tante Nindi.selama dirumah sakit Fatia tidak pernah mandi karna lutut dan kepalanya yang luka,
"segar sekali rasanya pagi ini,sudah 3 hari ga berani mandi,karena suster hanya membasuh tubuhku saja" sambil tertawa sendiri membayangkan berapa banyak kotoran yang menempel ditubuhnya selama 3 hari.
Hafis kembali ke ruangan Fatia, melihat Fatia yang sedang mengeringkan rambutnya dan sudah mengganti pakaian dari ibunya.Hafis kaget.
"lo udah bisa berdiri sendiri" Fatia menoleh ke arah Hafis,Fatia terlihat cantik sekali dengan rambut terurai panjang,Hafis hanya terdiam melihat wajah Fatia yang tiba-tiba membuat jantungnya berdenyut kencang.
__ADS_1
"iya agar aku bisa cepat pulang hari ini jadi aku harus terlihat sehat.Dokter datang untuk memeriksa Fatia melihat lutut Fatia ada sedikit darah.
karna Fatia memaksakan diri untuk berjalan.
"Fatia kaki kamu berdarah lagi,ga boleh dipaksakan dulu berjalan karna lukanya belum kering,suster mengganti perban pada lutut Fatia, Fatia hari ini sudah boleh pulang,Hafis mengurus biaya administrasi dan mengantar Fatia pulang.
"Hafis terimakasi ya maaf aku sudah banyak merepotkan mu" ucap Fatia
"nah begitu dong sekali-kali bersikap manis pada ku,"Ucap Hafis
sampai dirumah Hafis tak tega meninggalkan Fatia sendirian,
"ayah kamu kemana" tanya Hafis
Hafis masih tetap menunggu Fatia "kasian kalau ditinggal sendirian disini,penghasilan menjual ikan apa cukup untuk memenuhi kebutuhan Fatia sehari-hari, ingin rasanya membantu Fatia yang dalam kesulitan." pikir Hafis dalam hati.
" Fatia kenapa kamu ga jualan Online aj kan lebih luas penjualannya,lebih mudah lagi menjualnya ga harus berkeliling."
"aku ga punya ponsel canggih Fis,ponsel ayah pun hannya bisa untuk terima telpon saja sama denger radio."jawab Fatia
Hafis hanya terdiam,ibu nya menelpon,Hafis memberi kabar Fatia sudah ada dirumah.
ayah Fatia pun pulang Hafis mencium tangan ayah Fatia dan pamit pulang.
__ADS_1
" Nak Hafis ga masuk dulu kedalam,"
" terimakasih pak lain kali saja.saya sudah ditunggu ayah dan ibu di rumah"
Hafis menceritakan ide nya kepada ayah dan ibunya,"Hafis ingin membantu Fatia Yah, Hafis ingin membelikan Fatia hendphon buat ia jualan online biar ga keliling lagi jualannya."
" ide bagus itu Fis"ucap Doni
Nindi bangga Hafis sudah mau peduli dengan kehidupan orang lain.tak menyangka anak ku tumbuh dengan baik.
Doni mengajak Hafis untuk membelikan ponsel untuk Fatia, dipilihkannya ponsel yang canggih yang akan memudahkan Fatia berjualan online,tidak hannya itu Doni juga berniat memberi modal untuk Fatia.
sampai dirumah Fatia,
"aslmualaikum Fatia" fatia bergegas membukakan pintu,
" waalaikum salam Hafis,,silakan masuk,"ucap Fatia
" Fatia perkenalkan ini ayah Hafis,aku ingin memberikan ponsel untukmu dan ini modal usaha,kamu harus mencoba jualan online ya,semangat terus ya Fatia."
Fatia ga menyangka kalau Hafis mau membantunya," Fis aku ga bisa bicara apa-apa sungguh ini membuatku bahagia,terimakasi banyak Hafis, aku akan berusaha hingga mendapatkan hasilnya."terimakasi banyak Pak, dan nak Hafis." ucap ayah Fatia
aku seperti menemukan keluarga baru, ayah memang hidup sebatang kara
__ADS_1