Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor 11


__ADS_3

Sekarang Nindi berusaha tidak mau kalah dari Dian." iya mas tadi darahnya keluar terus mangkanya diperban oleh dokter.padahal cuma luka sedikit,"ayah khawatir banget sama Hafis,tadi ayah naik mobilnya ngebut," "Hafis ga papa ko yah,Hafis kan anak laki-laki Yah jadi ga boleh manja."


"Nin aku tidur disini ya takut Hafis panas,biasanya kalau habis jatuh suka panas,"iya mas"jawab Nindi.memang Nindi sengaja agar mas Doni menginap dirumahnya malam ini,sebenarnya malam ini waktunya mas Doni menginap di rumah mba Dian.selayaknya suami dirumah Istri muda disana pasti para suami dimanja agar betah.


mba Dian menyangka Nindi mengajaknya perang,"ok Nin aku juga akan mempertahankan hak ku,lihat saja nanti.mba Dian telpon seseorang, sepertinya sedang merencanakan sesuatu.


hari libur Vino dan Annya ketemuan di kafe,"Vin mau ku pesankan kopi kesukaan mu" Annya masih ingat kopi kesukaa Vino"boleh Nya,makasi ya,kamu gimana kabarnya?,"ya seperti ini"maaf kan aku yang ga pernah ngasi kamu kabar Nya"hemm,iya hidupku rasa digantung".


"ha,,ha,,bisa aja kamu Nya,"terus kamu udah punya pasangan belum Nya??tanya Vino," Vin maaf aku mau membayar pinjaman ku yang kemarin,trimakasi banyak ya,kamu udah mau menolong ku kalau ga ada kamu pasti aku sudah putus kuliah"Annya sama sekali belum menjawab pertanyaan Vino tadi.


"maaf Nya bukankah kemarin aku tidak mengtakan itu sebuah pinjaman tulus hati ku untuk membatu,"he,,he,, itu jumblah yang banyak Vin aku ga bisa menerimanya begitu saja."Vin aku pulang dulu ya.


Annya pulang meninggalkan Vino begitu saja.biar Vino tau bagaimana rasanya digantung,,mengakui punya setatus tapi ditinggalkan begitu saja.


Dian menyuruh orang bayaran untuk mengusik rumah tangga Nindi dan suami ku,"aku mau mengambil hak ku yang telah kau rebut Nin."kata Dian. sudah lama Dian merencanakan sesuatu agar apa yang ia miliki kembali.

__ADS_1


"mas kamu sudah kembali dari kantor" kata Nindi yang baru saja pulang dari toko,ternyata itu bukan mas Doni,Nindi dibekap masuk ke kamar,bibi sedang mengantar Hafis sekolah,mas Doni pulang dari kantor kaget ada pria keluar dari kamar Nindi pergi menggunakan motor.


Nindi yang baru saja sadar dari obat biusnya kaget melihat tubuhnya setengah telanjang hanya diselimuti sehelai kain,kemudian mas Doni kaget dan marah,"apa yang kamu lakukan Nin,kamu berselingkuh di belakang ku,siapa pria tadi yang baru saja keluar kamarmu,"Nindi kaget mencoba menjelaskan kejadian tadi,tapi mas Doni tak percaya.dan meninggalkan Nindi pergi.


Nindi menangis ketakutan,di benaknya bertanya-tanya siapa yang melakukan ini pada ku,harus bagaimana cara menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada mas Doni,aku benar-benar bingung.


aku tak bisa menjelaskan,mas Doni tak pulang ke rumah,no ku diblokir,aku belum bisa membuktikan apa yang terjadi,aku ingat punya cctv,aku segera mengecek cctv yang berada dilam rumah."alhamdulilah semua bukti ada di vidio.


aku mengirim vidio lewat no ponsel bibi.setelah beberapa hari mas Doni menghubungi ku,"Nin kamu dimana,sepertinya aku melihat pria dalam vidio itu,tapi aku melihat pria itu ada disekitar kantor ku.


Doni pergi ke ruangan Dian"maksudmu apa mah menjebak Nindi seperti ini,aku tidak menyangka kamu sejahat ini mah,amarah Doni meledak"aku seperti ini karna kamu mas yang sudah menyakitiku,sudah lama aku menyuruh mu menceraikan Nindi,tapi tidak juga diceraikan hingga saat ini'.aku marah mas,harusnya kau tak memperlakukan ku seperti ini.setelah papa ku meninggal kamu semakin tega kepada ku mas.


Dian menangis sebenarnya hati ini tidak ingin menyakiti Nindi,tapi aku cemburu mas Doni masih mempertahankan Nindi hingga sekarang.mas Doni pulang kerumah Nindi,Doni bertemu Nindi dan langsung memeluknya,"aku takut mas,aku takut mba Dian berbuat jahat lebih dari ini,tolong aku,"


hati Nindi berkata apakah aku harus membalas perbuatan mba Dian atau aku harus mengalah dari drama rumah tangga ini,aku bingung'" aku masih mencintai mas Doni,rasanya sulit mencari laki-laki yang seperti dia.

__ADS_1


akhirnya Nindi pergi untuk menenangkan pikiran,jauh dari pusingnya kehidupan yang ia alami,meninggalkan mas Doni pergi,yang aku inginkan hanya keheningan,ketenangan,dan kenyamanan.


masa bodo dengan mereka yang bertengkar karna ku,masa bodo dengan penilaian orang lain selama ini yang sudah cukup memengangkan telinga ku.aku pergi tanpa kabar untuk membuka cabang baru ku disini.


aku sibuk membuka toko baru ku di SEMARANG . ibuku tinggal disini sekarang bersama adikku. ada tanah sepeninggalan kakek dan nenek.yang sudah ku bangun menjadi rumah untuk ibu,aku membeli sebuah toko dipinggir jalan, indah rasanya tinggal disini.


sesekali aku menelpon bibi ,karena bibi masih tinggal disana ia juga ikut membantuku mengawasi toko.bibi bercerita mas Doni sering mengunjungi toko dan rumah mencari mba Nindi.aku menyuruh bibi berbohong tidak mengetahui keberadaan ku.biarlah aku ingin tenang,.


Doni sering bertengkar dengan Dian,tapi kali ini tidak ada tempat mengadu,biasanya Nindi menjadi tempat curahan hati Doni,padahal Nindi sudah pindah tapi Dian masih saja cemburu dengan Nindi,itu yang membuat Doni pusing setiap hari Dian maunya marah-marah terus.


seperti kekesalan yang tak tersampaikan,Nindi pulang untuk menengok tokonya dijakarta sesungguhnya omset dijakarta lebih menguntungkan,kepulangan Nindi diketahui oleh mas Doni,ia langsung kerumah Nindi seakan ingin menghilangkan kerinduan yang tak terbendung lagi.Nindi dan mas Doni bertemu. karna masih setatus suami Nindi pun menerima mas Doni masuk kerumah.mas Doni menanyakan Hafis."Hafis berada ditempat yang aman mas,aku hamil sudah 4 bulan.


mangkanya aku datang kesini,ingin memberi kabar untuk mu.Doni senang sekali mendengarnya,Dian sudah mengetahui Nindi kembali kejakarta.Dian masih dendam kepada Nindi,karna Nindi tidak menepati janjinya,Dian kembali menyuruh seseorang untuk menculik Nindi,malam yang sepi ini Nindi pulang hingga larut malam,ketika Nindi baru saja pulang dari toko ada segrombolan laki-laki turun dari mobil membekap mulut Nindi.


belum sempat Nindi berteriak akhirnya Nindi tak sadarkan diri pengaruh obat bius.

__ADS_1


__ADS_2