Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor 13


__ADS_3

Masih sakit terasa penderitaan ini bagi Nindi tapi mas Doni meminta aku memaafkan mba Dian,rasanya tidak mungkin dan tidak adil.


"Entah,,,apa yang harus aku lakukan pada sidang pengadilan nanti,aku harus memberikan kesaksian seperti apa, berat rasanya kalau harus memikirkan hal ini lagi"


aku tidak ingin mengingat kejadian kemarin,kejadian itu membuat nafas ku sesak kemudian menangis dalam sesal,kenapa harus seperti ini,kenapa aku yang menjadi korbannya.


rasa ingin mati saja kalau harus mengingat perlakuan ketiga orang itu,kalau saja aku yang jadi hakimnya aku akan menghukum mati ketiga laki-laki itu.


Nindi pun menangis lagi ketika mengingat kejadian kemarin


"maaf kan aku Nin apa yang membuat kamu menangis"


Doni memeluk Nindi,


"baik aku tidak akan membahas ini lagi sampai kamu dan Dian benar-benar sembuh"


karna sudah agak tenang Dian dipindahkan keruangan lain,Syila senang mendengar mamah sudah mulai ada perubahan,dengan pelukan tulus yang penuh dengan rasa sayang Syila memeluk mamahnya.


Syila mengorbankan pendidikannya untuk mamah,berhenti melanjutkan kuliah sampai mama sembuh.


Doni datang menjenguk Dian,melihat Syila sedang menyisir rambut mamahnya.


"mamah cantik sekali hari ini"


ucap Doni memuji Dian yang tertawanya masi berlebih sedikit tapi sudah dapat merespon kata Doni,itu pun sudah membuat Syila dan mas Doni bahagia.


Pinkan teman Nindi waktu kerja di kafe,datang menjenguk Nindi Pinkan tidak membahas masalah Nindi.


"Hallo sobatku yang cantik,aku datang kesini mau minta pekerjaan,BETE ni dirumah terus"


karakter Pinkan yang pandai menghibur Nindi,ibu Nindi sengaja memanggil Pinkan agar ia terhibur bertemu dengan teman lamanya,Pinkan pura-pura meminta kerjaan agar bisa dekat dengan Nindi.


Nindi menyambut Pinkan dengan pelukan.


"kemana aja lu abis nikah ga ada kabar"


"ha,,ha,,pindah kekampung suami Nin, uangnya udah abis balik lagi kejakarta nyari duit lagi"


Nindi mengajak Pinkan ketoko nya.

__ADS_1


"udah lama nih ga dibuka,sekarang lu boleh tinggal disini sama suami lu,tapi bantu gw masarin barang ditoko ini ya"


berhubung suami Pinkan sedang pindah tugasnya dijakarta,Pinkan akhirnya ikut kejakarta semua serba kebetulan.


Pinkan pun tak menyangka bakal ketemu Nindi lagi tapi sayang bertemu dalam keadaan Nindi sedang bersedih,aku tak menyangka nasib Nindi akan seperti ini,Nindi sahabat yang baik menurutku.


Nindi belum bisa ceria seperti dulu,karna cobaan yang menimpanya berat sekali,tapi Nindi termasuk sosok yang kuat bagi ku,aku harus bisa mengembalikan keceriaanya kembali.


"Nin weekend nih,kita jalan-jalan dulu yu,ke mall deket-deket sini aj"


Nindi menolak tawaran Pinkan,karna masih pakai kursi roda.


"mending lu anterin gw check up yu,tiap 2 minggu sekali gw masi harus kerumah sakit.


Pinkan mengantar Nindi check up dijalan Nindi menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kemarin,Pinkan ga terbayang kalo dirinya berada di posisi Nindi.


"sabar ya Nin gw ga nyangka cobaan lu sehebat ini,tapi lu perempuan hebat yang pasti mampu lewatin ini semua"


"gw ga tau Pinkan, harus berbuat apa agar mba Dian ga dihukum berat,"


"kalo gw jadi lu biarin aja Dian dapet hukuman berat,itu juga kan karna perbuatannya yang harus mendapatkan hukuman yang setimpal.


"tapi posisi Dian sekarang mengalami tekanan yang sangat berat ia mengalami sakit jiwa"


"Dian hari ini sudah boleh dirawat dirumah Nin,aku harus kesana kata dokter kesehatannya sudah mulai pulih,aku sudah membri kabar kepada pihak yang berwajib agar menunda dulu kasus ini,biarkan Dian benar- benar bisa menghadapi kasus ini lagi.


"ya sudah mas jemput lah mba Dian dulu,jangan pikirkan aku fokus lah dengan kesehatan mba Dian"


ucapan Nindi yang menandakan dirinya dalam posisi baik-baik saja,hati ini terus bicara bahwa aku tidak boleh memaafkan mba Dian,ia harus ditahan.


Dian dirawat dibandung,agar lebih tenang Syila menemani mamahnya disana,Doni datang menemui Dian dan menginap beberapa hari di Bandung,melihat kondisi Dian yang sudah membaik.


"mas gimana keadaan Nindi"


tanya Dian yang sudah mulai mengkhawatirkan Nindi.


"jangan pikirkan Nindi dulu mah dia disana baik-baik saja banyak yang menemani nya"


"mas aku ingin pergi keluar menikmati suasana alam pagi ini,aku ingin bersama mu."

__ADS_1


Doni pun menuruti apa mau Dian,meski lelah menempuh perjalanan dari jakarta kebandung subuh tadi.


" mas bagaimana kalau Nindi memenjarakanku apa kau masih tetap sayang dan tidak menceraikan ku"


tanya Dian dengan tenang sambil melihat pemandangan gunung di pagi hari.


dengan satu kali tarikan nafas Doni menjawab.


"aku tidak akan menceraikan kedua istriku yang sudah banyak berkorban untukku,mamah yang sabar ya aku akan tetap ada disamping mamah"


jawaban mas Doni dalam pertanyaan ini membuat ku tenang sekan ia tetap ingin membela ku meski aku salah.


"mas temani aku disini sampai aku benar-benar siap menghadapi hukuman yang akan diberikan pa hakim kepadaku."


"iya mah aku akan menemani mu disini"


Vino mencari pengecara terbaik yang bisa menangani kasus kakak nya.agar tidak dihukum berat,Vino menginginkan agar kakaknya tidak dipenjara karna kasus yang kemarin saja sudah membuat benturan kuat pada kakaku hingga mengalami stres.


Nindi mempersiapkan diri agar tidak gugup menjawab pertanyaan yang akan diajukan disidang nanti,Ibu dan Pinkan yang menguatkan ku selama ini,tapi Nindi masi ada rasa kasihan pada mba Dian kalau sampai ia dipenjara.


Pinkan dan Ibu menginginkan mba Dian dihukum karna mereka malihat penderitaan ku kemarin.


Sidang akan dimulai seminggu lagi,mba Dian datang menemui Nindi, Pinkan dan Ibu menunjukan wajah tidak senang kepada mba Dian,dengan diantar Syila dan Vino mba Dian bicara empat mata dengan Nindi.


"ada apa mba menemuiku,"tanya Nindi ketus."


"aku ingin meminta maaf kepadamu Nin"


"waktu sebelum aku di perkosa hingga aku keguguran,aku meminta maaf kepada mba Dian,apa aku dimaafkan,??


Dian hanya diam tidak menjawab.


"tidak kan mba hinga mereka tega melakukan hal yang ku anggap seperti binatang,karna itu semua mau mba"


"tidak Nin aku bukan orang yang menyuruh mereka melakukan itu,"


Dian hanya menginginkan Nindi jera karna telah mempermainkannya.


"sudahlah mba aku tidak ingin banyak bicara liat saja disidang nanti.

__ADS_1


Dian pun pulang bersama Syila dan Vino mas Doni tidak mengetahui Dian datang menemui Nindi sebelum sidang.


esok sidang akan di mulai Dian tidak tidur semalaman padahal ada Doni disampingnya.


__ADS_2