Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta seorang pelakor 8


__ADS_3

"sial ketemu laki-laki seperti itu,hidup ku jadi penuh dengan masalah,gaji ku bulan ini bisa habis buat bli jaket itu doang"haaaa,,,,Annya teriak tak sadar Vino ada di belakangnya,"ya ampun kasian sekali. mau ganti jaketku aja sampe mempertaruhkan gajimu sebulan,"


"gaji ku bulan ini sudah ku tata untuk kebutuhan hdup ku bulan depan,tapi kalo nanti habis untuk beli jaket,entah dengan apa aku memenuhi kebutuhan hidup ku nanti!.gumam Annya"udah ga usah lu ganti jaket gw,segitu beratnya beban hidup lu".


"ha,,,beneran," ye,,," Annya bersorak kegirangan aku seperti ketemu malaikat yang memberikanku kebruntungan hari ini.Vino meninggalkan Annya pergi.


akhirnya Vino sedikit punya rasa iba kepada Annya,Vino sedikit kagum dengan Annya dalam keadaan yang susah ia masih mempedulikan kehidupan mahluk lain,Vino pulang kerumah,melihat mba Dian yang bengong sambil melihat Vino,entah apa yang dipikirkannya.


"ada vino disini Dian berusaha untuk tidak bertengkar dengan suaminya padahal mas Doni tidak pulang-pulang kerumah telponnya pun tak dijawab,Dian menyusul.mas Doni kerumah Nindi.


sampai pintu rumah Nindi.Dian melihat mas Doni sedang dirawat, jarum infus menempel ditangan mas Doni. ternyata mas Doni sedang sakit,dengan telaten Nindi mengurus mas Doni,sedangkan aku tak tau suami ku sakit,."ada mba Dian,mari masuk mba"Nindi melihat mba Dian sedang termenung dipintu.


"mas kamu sakit kenapa ga ngabarin aku"Dian bertanya"aku ga tau mah tiba-tiba aku pingsan didepan rumah Nindi,"dengan tubuh masih lemas mas Doni berusaha duduk dibantu Nindi,"mag ku kambuh mah,aku sering telat makan,"aku baru sadar ketika dirumahku mas Doni jarang sekali ku pehatikan makannya.


aku sibuk pergi kesalon untuk mempercantik diri agar tidak kalah dengan madu ku, aku malu dengan Nindi."kenapa ga di rawat dirumah sakit mas,"tanya Dian"aku udah bosan mah harus bolak-balik kerumah sakit,aku udah mendingan sore ini infusnya mau di buka"

__ADS_1


entah kenapa aku merasa bersalah dengan mas Doni,maaf kan aku mas, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu mungkin aku terlalu banyak menuntut,Dian merenungi kesalahannya.


Dian kembali kerumah dijalan ia berpapasan dengan Vino," kamu sedang apa Vin"Dian membuka kaca mobil,"biasalah ka anak muda,"sambil menggaruk kepala tak berselang lama Annya lewat,Vino sengaja menunggu Annya memberi makan kucing di taman,Vino mengejar Annya,"ya ampun kelakuan ade gw,ternyata lagi nungguin cewe"Dian pergi meninggalkan Vino,seakan ga mau ganggu adenya lagi PDKT.


dirumah Nindi "mas mba Dian sudah pulang"Nindi sengaja meninggalkan mas Doni dan mba Dian ngobrol tadi."sudah' Dian meminta ku pulang setelah aku sembuh,"iya mas mungkin karna kamu sudah terlalu lama disini,"sambil menimang bayinya "ayah mau kembali ke rumah mba Syila de,kan nemenin dede udah lama disini"


Syila terlihat kangen sekali dengan papanya,mas Doni masih terlihat lemas,Dian menjadi lebih perhatiaan kepada suaminya,"jangan kerja dulu ya mas sampai benar-benar sembuh."ucap Dian yang masih mengkhawatirkan suaminya.


Dian mengurus mas Doni dengan sepenuh hati,mas Doni pun merasa Dian berubah,dia bahagia mempunyai 2 istri yang perhatian.


"kamu ngapain tadi de,jarang emba liat kamu duduk di taman kan biasany di kafe,seorangVino nungguin cewe ga kaya biasanya,"ha,,ha,,bisa aja mba aku nungguin temen yang biasa pergi ketaman, dia tuh seorang cewe yang menurut ku unik mba,baru kali ini aku bertemu perempuan yang ga naksir liat aku,"berasa dicuekin"


Dengan pede Vino mencari tau tentang kehidupan Annya,"gw penasaran sama ni cewe,Vino melihat Annya dihadang 2 orang pria,Annya memberikan amplop bewarna coklat,sabil bertanya-tanya di hatiya,Vino pun menghampirinya dan bertannya kepada Annya,"lu kenapa "Annya yang lemas hanya bisa diam berusaha menghapus air mata yang menetes di pipi,


"ga papa"Vino duduk disamping Annya,yang berusaha mencari tau apa yang terjadi tadi,"itu tadi gaji gw sebulan, abang gw dipenjara waktu itu karna kasus narkoba,gw minjem renternir buat nebus abang di penjara,karna abang sakit waktu itu,sekarang abang gw udah meninggal,kalo utang harus dibayar,kalo ga dibayar gw dikejer-kejar.

__ADS_1


"sabar ya"dengan menepuk pundak Annya"besok ajak gw ketemu renternir itu"tanda tannya besar di kepala Annya"mau ngapain lu,mereka tu mafia jangan coba-coba berurusan sama mereka",,"ngaco lu lama-lama Nya gw mau pulang,siapa juga yang mau ngajakin mereka berantem," Vino pulang meninggalkan Annya.


besoknya Annya mengajak Vino bertemu dengan renternir itu,dengan membawa uang seperti jumblah yang Annya ceritakan kemarin,"


"bos adenya Rian dateng tu"kata anak buah renternir,"eh Annya mau ngapain lu kesini,mau utang lagi,aduh Nya utang lu masih banyak,"ucap bos renternir"engga bang kenalin gw temennya Annya nama gw Vino mau ngelunasin utang nya si Annya bang,ni sesuai jumblah yang lu mau berikut bunganya,"dengan menyodorkan amplop yang berisi uang,"wiiihhh gw seneng gaya lu"


"lunas ya bang utangnya si Annya jangan lu kejar-kejar lg kasian kan" ok,,ok,,thank you ni"


Annya senang sekali hutangnya lunas" makasi ya Vin gw bakal cicil utang ini setidaknya gw ga dikejar-kejar lagi sama rentenir,"


"ga usah lu pikirin Nya,gw pengen lu tenang ngejalanin hidup lu,ngapain lu liatin gw"ga nyangka ternyata lu tuh baik,Vino berjalan pelan meninggalkan Annya,"makasi ya Vin"


Annya sampai dirumah,"bu hutang kita lunas bu,"utang yang mene Nya" "utang almarhum bang Rian bu" "beneran Nya lu duit dari mane,jangan bilng lu jalan sama om-om"Annay kaget mendegar ibu nya bicara seperti itu"ibu ni sembarangan kalo ngomong amit-amit deh,ada temen Annya yang bantu ngelunasin,tapi nanti tetap Annya bayar bu minimal Annya ga di kejar lagi sama tu renternir,"


"besok lu ajak tu temen lu,siape namenye,,,"Vino bu"naah,,iye Vino kerumah ibu, mau ngajak die makan malem kaye orang-orang beduit gitu,"Ah si ibu ada-ada aja jangan naro tempe ama sambel di meja."udeeeh,,ntar ibu bliin ayam,masak yang enak deh,"

__ADS_1


__ADS_2