
besoknya Annya mengundang Vino makan malam,kebetulan Vino ada di kafe,Annya mengantarkan kopi untuk Vino,"Vin ibu ngundang lu kerumah malam ini,mau ngucapin makasi katanya",Vino melihat Adel datang,"iya uda buruan pergi dari sini Nya"Annya segera pergi dan kembali melanjutkan pekerjaannya,"mungkin perempuan yang mendorong ku kemarin itu pacar Vino,"pikir Annya.
"hai Vin,ngapain tu cewe buat ulah lagi"ucap Adel,"nganterin kopi yang gw pesen Del,ada apa lu ngajak gw kesini"tanya Vino"temen-temen ada rencana touring ke bandung,lu mau ikut ga"ajak Adel."ga ah gw males,besok mau ngajak Syila jalan-jalan."jawab Vino,"ga asik lu vin."Adel marah.
Vino ada janji kerumah Annya malam ini,Vino menunggu Annya pulang,"Vin lu nungguin gw dari tadi"iya Nya katanya mau ngajak makan"
sampai di rumah,ibu langsung menyambut Vino di depan rumah,"sini masuk nak Vino," ibu menarik tangan Vino,"biasalah ibu selalu banyak cerita kalo ketemu temen aku yang ia sukai.
Annya mengantar pulang sampai depan pintu,"Nya besok ikut gw yu mau ngajak Syila jalan-jalan,lusa gw mau balik ke belanda biasalah liburan dah selesai,gw jemput ya pagi jam 7."ok siap"Annya sedih baru aja gw bertemu temen baik,udah mau pergi lagi.
Annya udah sibuk nyiapin bekel pagi-pagi,Vino datang melihat bawaan Annya banyak banget."lu mau kemana Nya bawaan lu banyak banget,cukup bawa baju ganti aj,"Annya cuma bisa bengong,"udah yu brangakat gw bawa motor jadi semua bawaan lu tinggal aja ya.
mereka pergi ke taman hiburan,"Syila senang sekali k Annya orangnya lucu." sepanjang waktu mereka bercanda terus,sampai -sampai Vino dilupakan.,Syila sampai tertidur kelelahan,Vino mengantar Syila pulang,"mba Syila tidur ni,seharian ini seneng bgt,aku antar Annya pulang dulu ya,Annya mencium tangan mba Dian untuk pamit pulang,.
__ADS_1
dijalan Annya bersandar ke bahu Vino karna lelah tak sadar Annya memeluk Vino dari belakang."pinjem punggung lu ya Vin."Vino menarik tangan Annya agar lebih erat memeluknya,"gw suka sama lu Nya".Annya tertidur,Vino hanya bisa tertawa mendengar Annya tidur mendengkur.
"Nya udah sampe"dilepasnya tangan Annya"aduh pegel bgt badan gw," "maaf Vin gw ngantuk banget,"Nya makasi ya,udah nyeningin Syila hari ini.sambil menguap "sama-sama,gw juga suka sama lu vin"gw ga salah denger Nya"Annya menganggukan kepala.Vino sangat senang,
akhirnya Vino berpamitan dengan Annya,gw ga tau masalah hubungan gw sama Vino jadinya ngegantung gini,,setelah kemarin ga ada lagi ucapan gw suka,kita pacaran apa apalah gitu,ya Vino cuma berpamitan gitu aj.hampa rasanya.
kembali ke Nindi,pikir Nindi,mas Doni sekarang menjadi lebih sayang ke mba Dian mungkin karna posisi aku yang istri kedua,jadi aku terima tapi masalah nafkah mas Doni tetap memberi tiap bulan. jadi keuntungan jualan online bisa ku tabung agar usaha ku bisa melambung tinggi,posisi mba Dian memang tidak ingin digantikan oleh ku.mungkin aku harus mengalah,tapi mas Doni yang selalu menahanku,
mas Doni datang menengok anaknya yang sudah 4 bulan,"Mas gimana kabarmu"Nindi tidak pernah marah dengan suaminya," aku baik-baik saja keluarga Dian mengetahui masalah rumah tangga kita,untuk sementara aku di pintanya pulang ke belanda,dan berpindah tugas di sana,perusahaan itu memang milik keluarga Dian,jadi Doni tidak bisa menolaknya.
"baiklah mas kalau itu memang takdir ku aku siap menjalaninya,"tangis Nindi."aku tetap suamimu sayang aku tak akan melupakan mu,ini ada uang untuk mu membuka usaha online.
mas Doni meninggalkan aku dan anak ku,kini aku berjuang sendirian untuk menghidupi anakku.mas Doni jarang sekali menelpon atau menanyakan kabar kami,aku membuka sebuah toko yang hasilnya lumayan,masalah nafka aku tidak kebingungan,
__ADS_1
tapi aku bingung kalau Anakku selalu menayakan kapan Ayah pulang,Hafis anakku kini sudah berumur 4 tahun,iya selalu bertannya tentang ayah nya,karna selama ini cuma bisa bertemu lewat ponsel.dengan menarik nafas panjang,"sabar ya nak Ayah pasti pulang.
Nindi membuka toko yang terbilang sukses dan kini ia sudah memiliki 3 cabang,Nindi berusaha selalu membahagiakan keluarganya dengan hasil kerja kerasnya.Mas Doni pulang ke indonesia karena ada proyek yang harus dikerjakan,"rasa nya tak sabar aku ingin menengok Hafis anak ku."
"Hafis ayah pulang nak,"rasanya kangen yang tak bisa terbendung kepada Hafis dan Nindi istri ku,seminggu mas Doni di indonesia,cukup untuk melepas kangen untuk Hafis,"mas gimana kabar mba Dian"tanya Nindi"baik Nin sepertinya mereka ga mau lagi tinggal di indonesia,aku sudah mengajak mereka kembali ke indonesia tapi ditolaknya,"
"kamu ceraikan saja aku mas,agar hidupmu tenang disana"ucap Nindi dengan berat hati seakan tidak menginginkan kata itu keluar dari mulutnya." kamu ga boleh bicara seperti itu Nin,sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu,aku sayang dengan kalian berdua.
"tapi kamu harus adil mas,aku kasian dengan Hafis,ketika dia rindu dengan ayahnya,tapi ayahnya jarang sekali pulang"Nindi marah"besok akan ku usahakan pulang setiap 6 bulan sekali,"sebenarnya Dian menyuruh ku ke jakarta untuk menceraikan Nindi.tapi ketika melihat Hafis hati ku berat sekali untuk meninggalkannya,pikir Doni.
mas Doni kembali ke Belanda cukup untuk Hafis yang menikmati kebersamaan bersama ayah nya.sebenarnya aku tak menginginka mas Doni pergi,yang aku inginkan mas Doni menceraikan mba Dian dan hidup dengan ku menjalankan usaha ku yang sedang berkembang.tapi aku tak dapat berbuat banyak,mba Dian jahat pasti dia akan menghancurkan usaha ku nanti.
di Belanda"bagaimana mas apa kamu sudah menceraikan Nindi"tanya Dian
__ADS_1
"belum mah aku mohon jangan memaksa ku untuk menceraikan Nindi,kasian Hafis dia masih menginginkan sosok seorang ayah.Nindi sudah mengalah,dia masih menerima ku dengan baik padahal aku sudah meninggalkannya selama 4 tahun.
"pokoknya aku ga mau tau kamu harus menceraikan Nindi mas"Dian bersikeras untuk memisahkanku dengan Nindi,entah ada apa dengan Nindi sehingga dia begitu tega,padahal Nindi selalu berbuat baik padanya.