Cinta Seorang Pelakor

Cinta Seorang Pelakor
Cinta yang selesai


__ADS_3

malam yang dingin membuat aku kesepian dalam sepi,sedih rasanya melihat Hafis terus berjalan dengan Niken,mamah Nindi seakan tak mengijinkan aku bersama Hafis, entah ada apa aku sedikit cemburu pada Niken.


telpon Fatia berdering Pras mengirim pesan kepada Fatia,


"selamat malam Fatia,besok kita bisa ketemuan,temui aku di cafe dekat kantor pukul 7 malam."


Fatia tak membalas pesan Pras,


"aku takut Hafis marah,aku tak ingin membuat hatinya terluka karna ku." pikir Fatia dalam lamunan nya.


Fatia pergi tidur,karna kepalanya mulai pusing memikirkan apa yang terjadi sepanjang hari ini.


malam berlalu begitu cepat,tubuh masih terasa lelah tapi aku harus kembali lagi bekerja,melihat di jendela sudah ada Hafis yang menunggunya.


Hafis mulai menentang keinginan orang tuanya agar menjaga jarak pada Fatia,karna Fatia berasal dari keluarga miskin,"haii,,,cantik apa kabar pagi ini,," dengan wajah masih mengantuk Fatia menyapa Hafis


"pagi juga,,,Fis"balasan yang tak penuh semangat keceriaan Fatia menghilang dengan keadaan tubuh masih lelah,sejenak ia membuka vitamin dan menenggaknya agar tidak jatuh sakit.


Hafis tau Fatia sangat lelah hari ini,


ia mengajak Fatia bolos kerja dan mengajaknya pergi jauh dari kota, Hafis mengajak Fatia pergi ke puncak,Fatia sudah menolaknya tapi Hafis memaksanya,


"aku tau kamu penat bekerja tanpa henti mangkanya aku mengajakmu refresing sejenak agar penat mu hilang Fatia"ucap Hafis


"Fis kamu malah membuat keadaan smakin memburuk nantinya",Hafis mematikan ponsel punya ku dan dia, Hafis benar-benar mengajak ku pergi jauh dari Jakarta,aku tak mengerti mengapa Hafis seperti ini.


Hafis mengajakku ke tempat yang sangat indah,di sana Hafis memanjakanku,setelah lelah kami berkeliling di puncak kami pun beristirahat di sebuah warung di pinggir jurang Hafis membeli jagung bakar cuaca puncak yang dingin cocok makan jagung bakar,


hari menjelang sore mereka pun segera menyudahi perjalanannya dan segera kembali pulang,di tengah perjalanan hujan mengguyur Hafis dan Fatia,mereka berteduk di sebuah warung,


"bagaimana ini Fis hampir malam mau sampai kapan kita disini,"ucap Fatia sedikit cemas,Fatia tidak berani menyalakan ponselnya karna hujan bercampur petir saat ini.


"tenanglah Fatia ga usah gelisah"Hafis mencoba menenangkan Fatia sambil memeluknya,


_____****

__ADS_1


Nindi dan Doni mulai gelisah dengan keberadaan anaknya yang tak tau dimana,ponselnya pun tak aktif di hubungi.


____***


begitu juga ayah Fatia panik sudah malam Fatia belum pulang dan tak memberi kabar,ayah Fatia menelpon keluarga Hafis,


Doni mengangkat telpon dari ayah Fatia,yang menanyakan kabar Fatia


"oh iya pa Hafis juga belum pulang mungkin pergi dengan Fatia juga," Nindi merebut telpon mas Doni,


"hallo,,ini ulah anak bapak ya, biasanya Hafis anak saya tidak seperti ini,gara-gara anak bapak Hafis jadi sedikit membangkang pada orang tuanya"


"Doni merebut ponselnya, Nindi kenapa nada bicara kamu seperti itu, kita semua dalam keadaan panik Nin begitu pula Ayah Fatia,tega sekali kamu bicara seperti itu."


ayah Fatia kaget kenapa ibu Nindi bicara seperti itu tentang Fatia,


tak berselang lama Fatia menelpon ayahnya, memberi tau kabarnya, dan Ayah Fatia menyuruh Fatia segera pulang kerumah.


____***


sampai di Jakarta Hafis mengantar Fatia terlebih dahulu Fatia takut ayahnya marah Hafis mengantar Fatia sampai depan rumah,


sampai di rumah Hafis sudah di tunggu ibunya yang cemas,


"Hafis sudah berani membangkang pada ibu,kenapa kamu pergi engga berpamitan pada ibu,biasanya kamu tidak seperti itu nak,semenjak kamu berpacaran dengan Fatia kamu jadi lebih membangkang"ucap Nindi marah


"Hafis cuma ingin pergi berdua dengan Fatia bu seperti ibu berpacaran dengan ayah dulu,salah Hafis ga pamitan terlebih dahulu,kalo saja Hafis berpamitan mungkin ibu tidak menyetujuinya" ucap Hafis


"Hafis cape bu mau istirahat dulu"Hafis masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.


"sudahlah Nin biarkan ia belajar dewasa dengan sendirinya kita cukup memantau dari belakang,"ucap Doni menenangkan Nindi,"Hafis sudah dewasa bukan anak-anak yang dapat ku atur seperti dulu lagi" pikir Nindi dalam hati.


_____****


"Fatia tolong dengarkan ayah,ada hubungan apa kamu dengan Hafis, ayah mohon jauhi Hafis ayah tidak mau dengan kedekatan mu dengan Hafis akan membawa dampak buruk untuk keluarganya." ucap ayah Fatia tegas.

__ADS_1


"baik yah kalau itu mau ayah aku akan menurutinya"


"bukan ayah membatasi langkah mu itu semua karna ayah peduli pada mu anakku"ucap ayah Fatia maaf kan ayah nak,ayah hanya inginkan yang terbaik untukmu.


Nindi mencari cara agar Hafis dan Fatia putus hubungan,Nindi tidak menyukai hubungan mereka berlanjut,


____****


esoknya Nindi mencoba buka cabang baru,toko yang ini akan diserahkan Fatia Nindi menginginkan Fatia yang mengolahnya sendiri,


"Fatia ibu akan buka cabang baru kamu pegang toko yang ini ya,toko ini ibu berikan pada mu tapi dengan satu syarat kamu ga boleh lagi berhubungan dengan Hafis,ibu hanya menginginkan yang terbaik untuk kalian berdua agar lebih Fokus dengan kesibukan kalian masing-masing,"ucap Nindi


" baik mah,,,tapi mamah jangan memutuskan tali silaturahim dengan Fatia,maaf kan Fatia mah sudah lancang memasuki kehidupan Hafis," dengan menangis Fatia mengucap seperti itu,


mamah Nindi berpamitan pada Fatia.


"mamah ga akan meninggalkan mu Fatia mamah akan tetap menjadi mamah sambungmu."


Nindi memeluk Fatia dengan penuh kasih sayang,


"jaga toko ini baik-baik anggap ini kenang-kenangan dari mama"


Fatia masih tetap saja menangis akhirnya apa yang ia pikirkan terjadi, mamah pergi pelan-pelan untuk menjauhiku,aku tidak ingin seperti ini, maafkan aku Hafis mungkin ini jalan terbaik untuk kita.


Hafis ada kuliah pagi ini,ia bergegas mandi melihat di meja makanan sudah siap Hafis sarapan dan bergegas pergi ke kampus,pagi ini jadwal mata kuliah sangat padat, Hafis memikirkan Fatia dan menelponnya setelah kuliah selesai.


tapi Fatia tak mengangkatnya,


"ada apa dengan Fatia, kenapa ia tak mengangkat telpon ku"


Hafis mendatangi toko sore ini, tapi sudah tutup tidak seperti biasanya,


"Fatia kenapa kamu menghindari ku,apa kamu sakit" ucap Hafis cemas pada Fatia,


Hafis kembali pulang kerumah,di rumah sudah ada Niken,"Niken kenapa toko sore ini sudah tutup," ucap Hafis

__ADS_1


"ibu membuka cabang yang baru Hafis,toko FATIN bakry yang Fatia yang menjaga sendiri di sana"ucap Niken,


"ada apa ini mengapa ibu tidak mengabari ku"


__ADS_2