
Pagi Hari yang cerah di sebuah ruangan terdapat gadis cantik dia adalah Serena Dharmawangsa putri pertama Keluarga Dharmawangsa. Serena telah menghabiskan waktu 30 Menit untuk melakukan ritual mandinya.Tidak membutuhkan waktu lama untuk bersiap,wanita itu hanya cukup memoles make up yang tipis di wajah cantiknya.Dengan memakai dres warna biru muda tas selempang dengan warna senada membuatnya menjadi terlihat sempurna.
Tok..Tok...Tok
"Serena ada apa denganmu.? tidak biasanya Mama harus membangunkanmu seperti Ini,jangan membuat Papa menunggu" ucap Saila yang tak lain Mama Serena.
"Maaf Maa hari ini aku sedikit terlambat" ucap Serena. Setelah membuka pintu kamarnya, sejak obrolannya dengan Helena semalam yang tak lain adalah Adik Kandung Serena ,membuatnya tidak bisa tidur hingga dini hari.Dan membuatnya telat bangun Pagi dari biasanya sekaligus ada banyak pertanyaan yang ingin Serena tanyakan namun sebisa mungkin ia tahan.
*flashback on
"Apa maksudmu dengan semua Ini Helen ?" tanya Serena. Sambil meletakan amplop coklat yang terdapat Foto seorang gadis kecil yang Imut yang tak lain adalah dirinya sendiri dengn depasang suami istri, yang membuatnya bingung pasalnya seorang pria yang tengah mengendong gadis kecil itu bukanlah Reza Papa yang selama Ini menjadi orang yang berjasa bagi Serena.Melainkan orang yang tidak Ia kenalinya.
"lihatlah baik-baik Kakak bukankah Kakak sangat mirip dengannya bukan mirip dengan Papa,Kak aku melakukan ini untukmu.Aku harap Kakak kan mencari tau kebenarannya atau kakak akan menyesal nantinya" Jawab Helena dengn senyum sinisnya.
Bukan tanpa alasan helena menunjukan Foto Itu,Helena menginginkan kehancuran sang Kakak.Rasa iri hati yang selama ini dia pendam, selain dari paras Serena lebih cantik darinya rasa iri itu muncul sejak Serena mencapai banyak pencapaian,yang membuat Helena muak dan berniat menghancurkan hati dan kehidupan Serena,alasan itu tentu membawa keberanian Helena untuk membuka jalan ang Kakak mencari tau kehidupan masa lalu Serena.Melalui Foto yang tak sengaja di dapatkan dari ruang kerja Reza sang Papa.
"Kakak tenanglah,kau masih punya banyak waktu untuk mencari tau tentang kehidupanmu.Aku harap kau merahasiakan ini dari Mama dan Papa karna kau tidak akan menemukan jawabannya jika mereka tau" Sambung Helena dengan senyum liciknya,lalu melangkah keluar meninggalkan kamar Serena.Dalam hatinya menyimpan sejuta rencana yang akan perlahan dia jalankan.
Sedang Serena masih mematung tanpa satu katapun keluar dari bibir mungilnya,hanya rasa penasaran dan rasa yang sulit di ungkapkan saat memandang Foto itu kembali.
Flashback off*
__ADS_1
Banyak pertanyaan yang ingin Serena tanyakan,namun bukan hal yang mudah untuk menanyakan masa lalunya.pasalnya terdapat banyak kejadian yang membuat Serena melupakan ny.
"Sudahlah ayo kita turun,Papa dan Helen sudah menunggumu di meja makan" ajak Mama Saila sambil menuruni tangga di ikuti Serena dari belakang.
"*Kakak apa yang aku tunjukan semalam hanyalah permulaan,maafkan aku! saat mereka tidak mau memberi taumu masih ada aku yang Aakan membantumu mencari tau siapa sebenarnya Serena Dharmawan**gsa***" Batin Helena dengan senyum sinis saat melihat Serena dan sang Mama menuju meja makan.
"Pagi Paa, pagi Helen" ucap Serena menyapa sang Papa dan Helena,yang di balas senyuman oleh keduanya.Keluarga Dharmawangsa memulai sarapan paginya,suasana di meja makan hening hanya ada suara dentingan sendok.
"Apa agenda kalian hari ini" Tanya Papa Reza mengajukan pertanyaan pada kedua putrinya,setelah menyelesaikan sarapan paginy.
Reza Dharmawangsa adalah salah satu pebisnis sukses Di Jakarta.Reza adalah seorang Ayah yng Tegas.Ketika sudah memutuskan maka tidak akan mau jika ada yang membantahnya.Namun dia sanggat menyayangi kedua Putriny.Dharma Group perusahaan besar yang di pimpin langsung Reza endiri. Reza adalah Putra kedua dari Prawira Dharmawangsa.Selama 18 Tahun di bawah pimpinannya Dharma Gruop mampu mengepak kan sayap lebarnya di dunia bisnis.Oleh karnanya tidak sedikit musuh-musuh di luar sana yang berlomba mencari kesempatan untuk menjatuhkannya.
"Helen ada janji dengan Marisa Pah.Kita akan menghabiskan uang Papa hari ini hehee" jawab Helena dengan suara manjanya.Helena memang pribadi yang sangat manja pada kedua orangtuany terlebih kepada Papanya dan lebih suka menghabiskan uang nya untuk berbelanja demi menyalurkan hobiny yang suka mengoleksi barang mewah seperti sepatu dan model baju keluaran terbaru.
"Tapi tidak tau dengan Kakak.Mungkin Kakak akan pergi menemui gadis kecil lusuh itu lagi."ucap Helena memandang Serena dengan tatapan remeh.
"Gadis kecil itu punya nama Helen.Namanya Mikhaila.Iya Pah aku akan berkunjung ke Panti untuk menemui Mikha." bantah Serena ada rasa ketidaksukaan dengan ucapan Helena.
Mikhaila adalah Bayi merah yang tidak sengaja di temukan Serena di pinggir jalan.Saat Serena menemukannya tepat di malam hari ketika ban mobil yang Serena tumpanggi kempes.Malam itu dia merasa kebingungan. Namun ahirnya Serena segera memutuskan untuk membawanya pulang ke Kediaman Dharmawangsa.
Tetapi mendapatkan penolakan dari seluruh keluarganya terutama Papa Reza sendiri.Alasan yang di berikan Papa Reza waktu itu takut jika suatu saat Bayi itu akan menjadi masalah di masa depan.Dan alasan yang lain nya mereka tidak mengetahui status Bayi merah Itu.Malam itu Papa Reza memberikan pilihan untuk Serena,di merbolehkan merawatnya namun tidak di perbolehkan membawa masuk ke Kediaman Dharmawangsa.
__ADS_1
Oleh karna itu Serena membawanya ke Panti Asuhan Cahaya Ibu.Panti Asuhan yang selama 6 tahun ini menjadi tempat Serena menyalurkan kasih sayang pada anak-anak yang kurang beruntung dan sejak Serena membawa Mikhaila hidupnya menjadi lebih berwarna dia bagaikan Ibu untuk Mikha.
"Tidak peduli siapa nama gadis kecil lusuh Itu Kakak ! Aku hanya takut suatu saat gadis lusuh itu akan membuat kami semua dalam masalah dan akan mencoreng nama Keluarga Dharmawangsa." Helena menambahkan. Helena sengaja memancing amarah sang Papa.Helena tau jika Papanya juga tidak menyukai gadis yang di temukan Kakaknya itu.
"Helena.."
"Cukup Serena jangan membuat keributan di pagi hari.Dan apa yang di katakan Adikmu benar, jangan sampai apa yang kau lakukan mapat membuat papamu malu" Bela Mama Saila memotong ucapan Serena.Sejak tadi Mama Saila hanya diam mendengarkan Putri dan Suaminya bicara.
"Tapi Maa,, Helena sudah.."
"Cukup. Sudah cukup pembicaraannya sampai di sini .Jangan ada yang membahasnya lagi.Ayo Helen ikuti Papa Ke Kantor hari ini ada yang ingin Papa tunjukan padamu setelah itu kau bisa berbelanja sesukamu. Dan kau Serena jaga setiap tindakanmu jangan sampai apa yang kau lakukan dapat merusak citramu sebagai Putri tertua Keluarga Dharmawangsa." Titah Papa Reza sambil berlalu keluar. Yang di susul Helena dengn senyuman bahagia.Pasalnya dia berhasil memojokan Serena pagi ini.
"Mahes kita berangkat sekarang."Perintah Papa Reza pada asistennya. Yang sudah siap membukakan pintu mobil untuk majikanya.
Sedang di meja makan Mama Saila masih marah pada Putri pertamanya itu.Namun hanya di balas jawaban singkat saja oleh serena.
"Maa aku berangkat." Pamit Serena , segera berjalan keluar.Tidak mau semakin menunda kepergiannya karna omelan sang Mama yang selalu terjadi ketika mereka sedang membahas Mikhaila.
Saat ingin masuk mobil Ponsel mahal Serena berdering.Yang membuatnya terkejut adalah siapa si penelfon itu pasalnya nama yang tertera di layar ponselnya dari Panti Asuhan. Yang sangat jarang menghubungginya jika tidak keadaan yang darurat.Dengan perasaan tak menentu Serena mengeser layar berwarna hijau.
"Halloo...Apaa." Teriak Serena Panik.
__ADS_1
TBC
Haiiii... Selamat Membaca Ini Novel Pertamaku,Mohon Dukungan like Dan Komenya ya Maaf Bila Masih Ada Salah Kata dan Banyak Taypo Nya Mohon Di Maklumi 🙏🙏🙏