
" Seperti yang aku janjikan padamu , secepatnya aku akan melakukanya "Ucap Helena sedang bicara di ponsel dengan sekutunya.
"Bagus Helena . kau selalu bisa di andalkan, ini kesempatanmu menjalankan rencana itu. Serena sedang lemah sekarang ini saatnya bagimu menyerang. ini sudah waktunya kau bersinar Helena ." Balas seseorang itu.begitu rapi mengunakan gadis manja itu alat guna mencapai tujuannya.
Setelah mengatakan itu,seseorang itu mematikan pangilanya.
"Angga Dharmawangsa.di masa lalu kau menjadi penghalang diriku bersinar.di masa lalu aku pun kalah darimu.hingga di ahir hidupmu pun kau bahkan tidak membuatku tenang.tidak masalah kau bersinar di masamu , tapi lihatlah kau bahkan tiada sebelum diriku.Takdir berpihak padaku dan aku disini guna membalaskan apa yang terjadi di masa lalu.bukan Kepadamu tapi pada putrimu, Keturunanmu, darah dagingmu.lihatlah penderitaan putrimu dari Neraka.hahaha..." Ucap orang itu dengan kilatan kebencian di kedua mata elangnya.
***
Setelah penuh perjuangan ahirnya Serena sampai di pintu kamar miliknya.berjalan tertatih tatih menahan sakit yang di rasakannya sejak tadi.Penampilannya pun sanggat memprihatinkan.
Para pelayan hanya bisa melihatnya dengan tatapan tak berdaya.mereka harus berpura pura menjadi buta guna menghindari malapetaka yang akan mereka terima. bukan hanya keselamatan diri mereka sendiri yang harus mereka jaga. namun keselamatan keluarga mereka pun akan menjadi taruhannya , saat mereka melanggar aturan itu.
Menjadi Pelayan di Kediaman Dharmawangsa berarti harus menuruti segala peraturan yang di buatnya.salah satu peraturan itu adalah di larang turut campur urusan Keluarga Dharmawangsa.di Kediaman itu mereka hanya harus melakukan tugas dan tugas.melihat Nona Mudanya dalam keadaan seperti itu pun mereka harus menjadi orang yang buta dan tuli.
"Akkhhh..Kepalaku sakit sekali." Tangan Serena meraba raba berusaha mencari kotak obat.
Namun belum sampai menemukanya.tiba tiba tubuh munggilnya ambruk.sebelum tubuhnya menyentuh lantai.Ada sepasang Tangan Kekar yang menangkapnya.
"Serena Bangun Sayang..Serena "Ucap Ken Sendu.Kedua tangannya menepuk nepuk pelan pipi bengkak Serena.
Tanpa menunggu lama , Ken membopong Tubuh mungil itu ke ranjang.Dengan cekatan tangan kekar itu membersihkan darah yang sudah kering di bibir Serena.hati hati gerakan tangan kekar itu.
Terdapat rasa sesal di dalam hatinya.Ken tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri.sakit bagai ribuan belati menghunus jatungnya.melihat Wanita yang di cintainya seperti ini.
Kenan mulai mengoleskan Salep dingin di luka memar serena.Memberikan minyak kayu putih tepat di depan hidung Serena. Terlihat Pucat Wajah cantik di depannya saat ini.
Yah !! Setelah Nyonya Clara keluar dari ruangan itu dan membanting pintu.Kenan memutuskan untuk pergi ke Kediaman Dharmawangsa.pikiranya tidak bisa tenang gelisah, khawatir memikirkan Keadaan wanita yang di cintainya.
Dengan bantuan Pak Firman dan salah satu orangnya Ken berhasil memasuki kediaman itu dengan cara mengecoh CCTV yang berada di sudut sudut bangunan megah Kediaman Dharmawangsa.Ken harus memanjat pohon dan tembok menuju kamar yang di tempati Serena.benar benar Seperti pencuri yang sudah sangat terlatih.
Setelah menemukan kamar yang di carinya, Ken harus membuka jendela balkon yang terkunci.mencongkelnya dengan mengunakan kawat kecil.Ken pun berhasil masuk.namun Ken begitu terkejut melihat Serena hampir ambruk.
"Air..Air " Gumaman Serena begitu lirih. Aroma minyak kayu putih menyeruak di hidungnya.membuatnya cepat tersadar
Dengan sigap Ken mengambilkan segelas air putih hanggat dan meminumkanya.
__ADS_1
"Ken.."pangilnya lirih. Serena Tau sosok orang yang menangkapnya tadi Adalah Ken.
"Tetaplah berbaring Serena. kau harus istirahat." Ucap Ken suaranya begitu lembut.kedua matanya berkaca kaca.kedua tangannya mengengam lembut tangan munggil yang tengah lemah ini.
"Ken.."Tangis Serena pecah , seketika bangun menghambur memeluk tubuh kekar di depannya ini.
Ken membalas pelukan itu.Air mata yang di tahannya sejak tadi pun seketika keluar.Sesak di dadanya begitu terasa.melihat Gadis kecilnya telah rapuh.
berkali kali tangannya mengusap lembut punggung mungil yang tengah bergetar hebat itu.berkali kali bibir Ken mengecup pucuk kepala Serena.
Kemeja yang di pakainya terasa basah karna air mata Serena pun Ken tidak peduli.
"Maafkan Aku ... Maafkan aku mengingkari janjiku. Maafkan Aku tidak bisa melindungimu Serena " bisik Ken suaranya terdengar bergetar.
"Tidak...hikss...hikss" ucap Serena mengeleng.Air matanya mengalir semakin deras. semakin menengelamkan kepalanya ke dada bidang Ken.Aroma Maskulin itu membawa ketenangan tersendiri untuknya
Setelah beberapa Saat tanggis Serena mulai berhenti.Serena melepaskan pelukan itu.kepalanya mendongak menatap Wajah tampan Ken yang tenggah menangis itu.
"Kau Menangis ?" Tanya Serena polos.Semenjak mengenal pria tampan ini Baru pertama kali Serena melihatnya menangis.
Tangannya bergerak pelan menghapus Air mata di wajah tampan itu.Namun bukannya menjawab.Pria tampan itu malah mengajukan pertanyaan untuknya.
"Hem..Tapi lebih terasa Sakit disini ?" Jawab Serena.tangannya menunjuk tepat di hati serena sendiri.
"Selama hidupku .Aku tidak pernah melihat Papa mengangkat tangan padaku ...Aku Merasa bahwa aku ini bukan putrinya.Papa selalu membanggakanku saat aku mencapai sesuatu.tapi Papa juga akan memarahiku saat aku melakukan hal yang tidak Papa sukai."
"Ini pertama kali Papa memukulku.saat itu dengan tidak sengaja. aku mendengar bahwa aku ini hanya di besarkan untuk di jadikan alat mencapai tujuanya. hatiku sakit mendengarnya,tapi di sisi lain aku menolak percaya itu.dia membenciku. tapi tidak bisa di pungkiri bahwa hatiku mencintainya.Seburuk apa pun dia tetaplah Papaku. Ken Apa benar Aku bukan Putri Reza Dharmawangsa ?" Tanya Serena.mengeluarkan isi hati yang selama ini di pendamnya.
"Mungkin ini sudah waktunya bagimu tau Serena." ucap Ken dalam hati.mencoba memantapkan hati mengatakan kebenaran yang selama ini di jaganya.
Terlepas dengan resiko yang akan di terimanya nanti.Kenan sudah siap menghadapinya.
"Ken.." Pangil Serena menyadarkan Ken dari lamunanya.
"Huhhh " Kenan Menghela nafas panjangnya.berharap semua akan baik baik saja.Ken menyandarkan punggung Serena di Ranjang.kemudian tangan nya bergerak menyelimuti kaki Serena.
"Serena .dengar baik baik , berjanjilah setelah kau mendengarnya kau harus menguatkan dirimu.Kau harus menjadi Lebih kuat lagi , menjadi Wanita yang lebih tangguh.ingat ini apapun yang terjadi ada aku yang akan selalu bersamamu." jelas Kenan dengan lembut.
__ADS_1
"Ya..Ken Aku berjanji." ucap Serena perasaanya tidak menentu saat ini.
"Kau benar Serena Kau bukan putri Kandung Reza Dharmawangsa.Kau Adalah putri kandung Angga Dharmawangsa dan Saira Admaja.Tante Saira adalah Saudara Kembar Nyonya Saila Admaja . Tante Saira dan Paman Angga mereka saling mencintai dan mereka menikah lebih dulu saat mendapat restu dari Tuan Prawira."
"Dua bulan mereka menikah kemudian tante Saira mengandung dirimu. mereka sangat bahagia terutama Tuan Prawira. hanya satu orang saja yang tidak bahagia melihat itu .dia adalah Paman Reza.
"Kandungan tante saira menjinjak usia 7 bulan, Saat itu juga kesehatan Tuan Prawira tidak sedang baik baik saja.Tuan Prawira mengatakan kepada ke dua putranya jika ia berjanji akan membagi Harta peningalanya dengan sama rata. Namun karna Paman Angga lebih dulu telah menikah maka saham terbesar Akan di pegang olehnya. selain itu paman Angga juga merupakan Anak pertama . dan itu sudah menjadi haknya sejak lahir ."
"Tentu saja Paman Reza tidak menyukai Keputusan itu dan diam diam merencanakan Sesuatu.Tepat pada Saat kelahiranmu , Tepat pada saat itu juga Tuan Prawira menghembuskan Nafas terahirnya.Seluruh Kediaman Dharmawangsa berduka. Berbeda dengan Paman Reza yang siap melancarkan rencananya yang sudah dia susun sangat lama."
"Beberapa bulan Kemudian keluarga Dharmawangsa bangkit kembali , dari keterpurukan duka kehilangan Tuan Prawira. Kesibukan Paman Angga Semakin Bertambah, membuatnya Sulit membagi waktu, semakin jarang menghabiskan waktu denganmu dan dengan Tante Saira."
"Tepat pada kau berusia 8 bulan. Paman Reza menjalankan rencananya. Menculik Tante Saira dan mengantinya dengan Saudara kembarnya. Tante Saila. kesibukan Paman Angga membuatnya tidak menyadari Adanya kejanggalan Pada istrinya itu."
"Waktu berjalan begitu cepat kau pun Sudah berusia 1 tahun Saat itu. Tante Saila pun dengan lancar memerankan peran sebagai Mama bagimu.tidak Ada yang menyadarinya sama sekali."
"Tante Saila dan Paman Reza yang juga tinggal 1 Atap pun tanpa menyadari mereka saling jatuh cinta. Hubungan Paman Angga dan Paman Reza sangat dekat.itulah yang membuat Paman Angga tidak mencurigai Paman Reza Sedikit pun. Awalnya Paman Reza Hanya menjanjikan hidup mewah pada Tante Saila.menggingat Keluarga Admaja Sudah di Ambang kebangkrutan. Tentu saja itu semua sudah masuk dalam rencana Paman Reza."
"Karna Sibuk mengurusi Anak Cabang Dharmawangsa Group di luar kota membuat Paman Angga tidak mengetahui Kebangkrutan Keluarga Admaja.Karna tidak sudi kehilangan hidup mewahnya Tante Saila menerima tawaran dari Paman Reza. waktu semakin berlalu. lambat laun mereka saling jatuh cinta."
"Tepat pada Saat kau berusia 1 Tahun Tante Saila di nyatakan mengandung buah Cintanya dengan paman Reza. Tentu saja membuat mereka sangat bahagia. Namun Mereka juga gelisah karna takut Paman Angga mengetahuinya."
"Namun Dengan kecerdasan Paman Reza mampu dengan mudah mengelabuhi Paman Angga, Paman Reza mengatur rencana hingga mengirim Paman Angga Ke London selama 1 Tahun untuk mengurus masalah Di sana.Paman Angga Berniat membawamu dan tante Saila. Namun dengan berbagai alasan Paman Reza mampu mencegahnya.Dengan berat hati Paman Angga berangkat tanpa putri dan istrinya."
" Sembilan bulan telah berlalu dengan cepat, Tante Saila pun melahirkan putri kecilnya yang di beri nama Helena Dharmawangsa.Putri yang menjadi kesayangan Paman Reza.demi melancarkan rencana mereka bayi merah itu tidak di bawa pulang ke Kediaman Dharmawangsa."
"Paman Reza telah menyiapkan rumah mewah lainnya , lengkap dengan pengasuh dan beberapa pengawal.berat hati saat itu. tapi mereka tidak punya pilihan lain.
"Beberapa bulan Setelahnya pun Paman Angga kembali dari London.Rasa rindu teramat dalam tidak bertemu putri kecilnya dan istri yang di cintainya."
TBC...
Haaii....
Selamat Membaca...
Mohon Dukungan like dan komennya ya
__ADS_1
Mohon Maaf bila masih banyak salah kata dan Typo ini novel pertamaku 🙏🙏🙏
Dialog Di Atas Ken Masih Menceritakan Kebenarannya Kepada Serena ya 😊🙏🙏