
" Serena.." Suara bariton Ken terdengar merdu.
" Ke Ken ." Mata Serena membulat, ada rasa tidak percaya . Di sengaja atau tidak ? bisa bertemu pria tampan ini lagi.
Semenjak pertemuan pertamanya dengan Ken , pria itu telah berhasil sedikit menempati ruang hatinya , entah mengapa setiap bersama Ken jantung nya berdetak sangat kencang. Rasa familiar , nyaman dan tenang. Membuat Serena yakin pria yang di depanya kini pernah menjadi orang terpenting di hidupnya. Terlepas ingat atau tidaknya namun rasa di hatinya tidak bisa di abaikan begitu saja.
"Kau .. " Ucapan Serena terpotong ,mendengar jeritan seseorang.
" Mommy...Mommy... "Si gadis nakal itu berteriak , berlari keluar , begitu mendengar suara mobil sang Mommy.
" Mikha jangan lari... " Serena panik melihat gadis nakalny berlari , segera merentangkan tangan nya untuk memeluknya.
Grreeppp
" Ahh " Serena terhuyung kebelakang, menerima pelukan itu.
"Sayang Mommy merindukanmu " Aroma shampo buah di rambut Mikha , membuat rasa rindunya semakin membuncah.
" Mikha juga sangat ,sanggat , sangat merindukanmu Mommy..." Celoteh Mikha yang masih betah di pelukan Serena. Bahkan semakin mengeratkannya.
"Eekkhhmm..." Ken berdehem , sejak tadi diam menyaksikan pemandangan di depannya . Melihat kedua wanitanya saling melepas rindu,tentu saja itu membuatnya bahagia.
" Hah " Seketika Serena tersadar jika sejak tadi masih ada seseorang di belakangnya.
" Waw... Mommy siapa om tampan ini ?. Apakah dia... Daddy ku ?.. " Seketika mata Mikha berbinar . Melihat om tampan di depan nya , otak nakal nocah itu seketika berkelana .
Bluss . Wajah Serena memerah semerah tomat saat mendengar bibir mungil Mikha memanggil Daddy.
" Di Dia..."
" Haii... Peri cantik , panggil om...Om Ken , Ya ! om adalah calon Daddy mu . " Ken membungkuk ,menyamakan tinggi bocah di depannya itu , tanpa minta persetujuan Serena,Ken memperkenalkan diri sebagai calon Daddy Mikha.Yang berarti calon suami Serena.
" Kau.." Serena melotot menatap Ken tak percaya , bagaimana bisa Ken dengan mudahnya mengiyakan ucapan bocah nakal itu.
" Benarkah... ?... Tapi mengapa Mikha baru melihatmu ?.. Mengapa Mommy tidak memberitauku sebelumnya ?." Cerosos Mikha bertanya tanpa jeda. Tangan mungilnya menyentuh dagu , mata tajamnya menatap Serena penuh intimidasi. Terlihat sangat mengemaskan.
" Hah it itu..." Serena kelabakan melihat bocah nakal tengah mengintrogasi dirinya.
"Peri kecil . Apa kau mau hadiah ?.. Om membawakanmu banyak hadiah di mobil, pergi dan ambil.. Berikan juga untuk semua temanmu . " ken mengalihkan perhatian Mikha , Ken paham jika saat ini Serena tengah sangat terkejut. Memberikan code supir pribadinya untuk mengeluarkan semua hadiah yang sudah di siapkan sejak tadi.
"Waww...Om Daddy memang yang terbaik , tentu saja aku ingin melihat semua hadiah itu . Trimakasih... Om Daddy aku sangat menyayanggimu.. " Mata kecil Mikha berbinar mendengar kata hadiah , seketika melupakan pertanyaan beruntun yang dia tanyakan tadi.
Mikha mengalungkangkan tangan di leher Ken dan memberikan kecupan sayang di wajah tampan Ken , langkah kecilnya berlari menuju mobil.
" Om Daddy " Serena mematung mendengar panggilan mesra Mikha.
" Nona... Lihatlah bahkan Putrimu sudah merestuiku , om Daddy... Terdengar sangat manis bukan ? " Ken menaik turunkan alisnya , menatap wajah cantik Serena yang sudah memerah.
" Ikut aku " Tanpa permisi Serena menarik lengan kekar Ken ,membawanya menuju taman Panti.
__ADS_1
Merasa tangan halus Serena menarik lenggan kekarnya, tentu saja membuat Ken mengembangkan senyumnya. Ken berasa memenangkan tander milyaran rupiah.
" Apa ini rencanamu...?" Tunjuk Serena tepat di depan wajah Ken. Kini jarak di antara mereka sangat dekat
" Hahaa tentu saja tidak . Putrimu sendiri yang memanggilku om Daddy , dan aku hanya mengabulkannya " Tawa Ken pecah melihat Serena dengan wajah garang,namun sangat menggemaskan.
"Serena . Ayo kita menikah ?.. Dengan begitu bukankankah aku bisa menjadi Daddy sungguhan untuk Mikha ?, yang sah secara hukum dan agama. " Entah apa yang di pikirkan Ken ,dengan tiba-tiba mengutarakan keingginan untuk menikahi wanita di depannya.
" Apa..." Rahang Serena terbuka , memastikan apa yang baru saja di dengarnya.
" Tentu saja , mari kita menikah ?.. Aku sangat mencintaimu . Dengan menjadikanmu istriku akan lebih mudah untukku menjagamu . Serena aku telah lama menanti ini , aku akan melindunggimu, membahagiakanmu dengan kedua tanganku. Lalu .. Mengapa jika kau belum menginggatku ..? itu bukan masalah besar. Aku bisa membantumu menginggat secara perlahan, Serena aku tau banyak kebinggungan di hatimu , tapi aku juga tau kau nyaman denganku .." Ungkap Ken panjang lebar , berusaha menghilangkan keraguan di fikiran Serena.
" Bagaimana kau tau ?" Tanya Serena dengan polos.
"Haha . Tatapan matamu tidak bisa membohonggiku Serena , begitu aku menatap mata indahmu itu .Aku bisa mengetahui segalanya ,bisa mengetahui apa yang kau inginkan " Dengan bangga diri Ken menjawabnya
"Lalu mengapa kau baru menemuiku sekarang ?.. Kemana saja dirimu selama ini ?.. Jika benar kau mengerti diriku..Mengapa begitu lama kau membiarkanku sendiri dengan semua kepalsuan ini ?.. Mengapa ? Ken.. Mengapa ..? Tangis Serena pecah ,memukul dada bidang Ken.
Bukan tidak tau ,selama ini Serena mengerti jika ada banyak hal yang di sembunyikan darinya. Berpura-pura bodoh dan bertahan di Kediaman Dharmawangsa selama ini , adalah cara yang di gunakanya demi mencari tau satu persatu rahasia itu , Serena yakin jika semua itu berhubungan dengan dirinya. Serena sendiri belum tau jelas siapa musuh yang siap menumbangkanya setiap saat. Dan tujuan apa yang di miliki musuhnya selama ini . Musuhnya bergerak sangat hati-hati , hingga sulit baginya nenyadari itu. Begitu banyak hal yang selama ini Serena simpan sendiri. Saat ini Serena tindak mempercayai siapa pun.
Sejak pertemuannya dengan Ken , Serena merasa sedikit tenang . Rasa percaya perlahan sedikit muncul saat Ken menunjukan pasangan liontin itu .Pasalnya Serena delalu berpikir bahwa dia di takdirkan sendiri untuk menghadapi teka-teki ini. Andai Serena bisa sedikit saja mengingat masa lalunya , akan ada peluang besar untuk menemukan petunjuk. Namun saat ini keberuntungan belum berpihak padanya.
Greppp
"Maafkan aku..." Ken menarik Serena kepelukanya , melihat gadis kecilnya menangis,terisak membuat hati Ken sangat sakit.
Punggung Serena bergetar , membuat Ken mengeratkan pelukanya .
" Kau mengetahuinya ?.." Tanya Ken lembut, tangan kekarnya mengusap lembut punggung Serena yang masih bergetar hebat.
" Yaa aku mengetahuinya...Semua kasih sayang mereka palsu Ken , aku tidak tau apa tujuan mereka ?..Saat itu aku tidak sengaja mendenggarnya . Ken apa aku melakukan kesalahan ? yang membuat mereka melakukanya ? " Serena melepas pelukanya, menatap kedua mata Ken. Berharap mendapatkan jawaban.
"Tidak.. Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Serena serahkan semua padaku , aku yang akan mengurusnya...Percayalah padaku Serena. Jangan bebani dirimu dengan semua itu . Dan maafkan aku .
Aku baru menemuimu karna aku tidak ingin dirimu dalam bahaya .." Ken nenjelaskan panjang lebar, mengusap lembut sisa air mata Serena di pipi mulusnya.
" Dalam bahaya ?"
" Sudah . Jangan di pikirkan , perlahan aku akan memberitahumu segalanya. Tapi tidak untuk saat ini. Serena . Aku sudah membuat temu janji dengan Dokter , dia yang akan membantumu,menyembuhkan traumamu..Lusa aku ingin membawamu menemuinya.Aku harap kau siap ? " Senyum Ken menghiasi wajah tampannya. Menyelipkan beberapa helai rambut ke belakang telinga putih Serena.
" Tapi..." Ucapan Serena terhenti mendengar dering ponsel di dalam tasnya.
"Mama " Gumam Serena ,mengetahui nama penelfon yang tertera di Layar benda pipih itu. Segera mengeser tombol hijau.
"Yaa Maa.... Ya aku akan segera kembali " Serena mengahiri pangilan itu.
" Aku.. Harus segera kambali "
"Dokter Faisal sudah menunggumu .." Tebak Ken. Dia yakin bahwa itu tujuan Mama Saila menghubungi Serena.
__ADS_1
" Bagaimana kau tau ?" Tanya Serena mengerutkan dahinya . Tentu saja binggung bagaimana bisa tebakan Ken benar.
" Aku mengetahui segalanya Nona..." Bangga Ken menaik turunkan alisnya.
"Kau..." Geram Serena , bagaimana bisa pria tampan di depannya yang beberapa menit yang lalu sangat serius ,sekarang dengan mudah bicara begitu Naifny.
" Kembalillah ...Biar aku yang memberi tau Mikha. Jika kau kembali untuk mengurus sesuatu . Jangan cemas , aku tau kau bisa menanganinya . Jangan khawatir , aku orang pertama kali yang akan datang jika sesuatu terjadi padamu , dan berusahalah tenang untuk menghadapi mereka. " Ken mencoba menenangkan Serena. Ken tau setelah Serena menerima pangilan itu mimik wajahnya tengah gelisah.
***
Suasana sore hari di jalanan Ibu Kota kini tampak ramai , banyak mobil berderetan menunggu giliran untuk berjalan. Kini mobil yang di tumpangi Serena pun tengah menunggu giliran itu.
Serena yang tenggah duduk manis di kursi penumpang,itu pun pikirannya masih melayang . Mengginggat Obrolannya dengan pria tampan yang tidak sengaja di temuinya tadi.
Ini merupakan pertama kalinya Serena bicara dengan orang asing begitu lama , sejak dia tak sadarkan diri. Serena belum bertemu lagi dengan sang Papa , entah mengapa hal ini membuatnya sangat cemas. Di tambah sekarang Dokter Faisal menunggunya , ingin membicarakan sesuatu . Kecemasanya pun semakin membuncah , Serena tau apa yang akan di bicarakanya itu tidak sederhana.
Kini tangan wanita berparas cantik itu sudah basah karna keringgat dingin. Walawpun sebelumnya Ken pernah mengatakan untuk tenang , tetap saja ia kini tidak bisa tenang.
Mobil mewah yang ditumpangi Serena telah memasuki pekarangan luas Kediaman Dharmawangsa. Langkah kaki nya pun berjalan masuk.
"Malam Paa , Maa , Paman , Helen ... " Sapa Serena basa-basi. Keempat orang yang sedang menikmati teh itu pun menoleh ke sumber suara.
"Segera masuklah ,bersihkan dirimu . Kami semua sudah lama menunggumu " ucap Papa Reza Tegas.
" Ya Paa " Jawab Serena , meningalkan ruangan itu.
" Paa . Apa Papa yakin Kakak akan menerima perjodohan itu " Helena Bertanya , saat punggung Serena menghilang.
"Helen. Serena tidak punya pilihan lain. Mau tidak mau dia harus menerimanya " Suara mutlak Reza terdengar begitu jelas.
"Paa .Kenapa harus Kakak ?. Marvin Ariston itu adalah pria yang sangat tampan . Kenapa harus Kakak kenapa bukan Helen saja Pa ...? " rengek Helena , merasa iri . Pria tampan itu bagaimana bisa memilih di jodohkan dengan sang Kakak bukan dirinya.
"Helen . Kau masih muda..Tentu saja tidak akan tau apa yang Papa pikirkan " jawab Reza tidak tahan melihat rengekan Putri manjanya itu.
" Tapi Paa "
"Helen " Suara Reza mulai meninggi , saat ini dirinya tidak ingin di bantah.
" Helen percayakan semua pada Papamu , yakinlah semua yang dia lakukan saat ini itu demi dirimu di masa depan. Jangan membantahnya. " Faisal angkat bicara , memberikan sedikit penjelasan. Faisal tau gadis di depan nya ini selain manja juga keras kepala. Tapi tidak dapat di pungkiri jika Faisal juga sangat menyayangi gadis itu.
" Baik Paman " lirih Helen dengan mimik wajah cemberut. Siapa yang tau jika di dalam hatinya mempunyai rencana,yang akan dia mainkan.Tentu saja tujuannya untuk menganggu ketenangan Serena.
TBC
Haii Semua...
Selamat Membaca..
Mohon dukungan like dan komennya ya, maaf bila masih banyak salah kata dan banyak typo
__ADS_1
ini novel Pertamaku 🙏🙏🙏