Cinta Seorang Serena

Cinta Seorang Serena
Kemarahan Helena


__ADS_3

Prangg


"Akkkhh...Mengapa kau lakukan ini Kakak ? Mengapa kau selalu beruntung di bandingkan diriku." Teriak Helena,dia melepaskan amarahnya dengan barang-barang yang ada di dekatnya.


"Apa yang terjadi Helen ?" Tanya Saila,terkejut mendengar suara barang pecah dari kamar Putrinya.


Gadis manja dengan kilatan kemarahan itu pun,menoleh ke sumber suara.Dia melihat Mamanya menerobos masuk ke dalam kamar,yang sejak awal tidak di tutup rapat olehnya.


" Serena Ma....Serena...Hikss " Pekik Helena menangis,memeluk tubuh paruh baya di depannya itu.


Sebelumnya dia tidak terlalu dekat dengan Mamanya,kali ini karna sedang marah.Tanpa sadar Helena memeluk Mamanya.Tentu saja sikap Helena,membuat Saila tersentuh bibirnya melengkung ke atas.Membalas pelukan Putrinya dengan penuh kasih,dan mengelus punggung Helena.


"Katakan Helen...Apa yang membuatmu seperti ini ?" Tanya Saila lembut,dia juga penasaran.Sebenarnya apa yang membuat Putrinya seperti ini.


"Serena...Dia menikah dengan Tuan Muda Anderson." Cerita Helena marah,melepas pelukan itu.Mendongak menatap Saila.


"Apa...? Darimana kau mengetahuinya Helen ? Bukankah dia akan di jodohkan denganmu." Kaget Saila,bagaimana bisa gadis itu bisa selalu memdapatkan keberuntungan seperti ini.Alih-alih Helena,tidak Saira atau pun Serena.Mengapa mereka selalu beruntung pikirnya.


"Kanaya yang memberitauku,kekasih Kanaya adalah sepupu dari kerabat dekat Anderson.Dia memberitauku...Jika Pewaris tunggal Keluarga Anderson sedang melakukan pernikahan dengan Serena." Helena menjelaskan.


Beberapa saat lalu,Helena sedang melakukan panggilan video dengan salah satu sahabatnya.Yang secara kebetulan kekasih Kanaya, merupakan sepupu kerabat dekat dari keluarga Anderson.Dan tentu saja berita Pernikahan Ken dan Serena bocor.


Sebelumnya Helena tidak mempercayainya,tapi entah dari mana Kanaya mengirimkan foto pernikahan itu pada Helena.Bukti itu membuat Helena mau tidak mau untuk mempercayainya,tentunya dia sangat marah dengan semua ini.


Dengan segera Helena,mengobrak-abrik seisi kamarnya.Untuk melampiaskan kemarahannya itu.


"Ma...Mengapa dia selalu mengambil setiap miliku ? Aku tidak menyukainya...Papa...Rumah ini,posisi Putri pertama Keluarga Dharmawangsa ataupun menantu Keluarga Anderson..Hanya pantas menjadi miliku...Miliku saja." Ucap Helena mengebu.

__ADS_1


Dia tidak ingin membaginya dengan siapapun,itu sebabnya dia selalu mengunakan banyak cara untuk melawan Serena.Saat tau Serena keluar dari rumah Dharmawangsa,betapa bahagianya Helena.Namun apa yang justru terjadi,pada saat Serena tidak di sini pun,dia selalu lebih unggul dari ku.Helena tidak akan menerima semua ini,tidak akan.


"Tenangkan dirimu Helen...Jangan seperti ini,kita bisa memberi tau Papa dan Paman Faisal.Mereka akan mengurusnya untukmu Sayang." Bujuk Saila menenangkan,dia tau bagaimana perasaan Helena.Di masa lalu Saila juga merasakannya,bahkan di masa lalu Saila juga selalu kalah di bandingkan saudara kembarnya Saira.


Dengan penuh kasih,Saila menghapus lembut sisa air mata di pipi Putrinya.Di dalam hatinya bertekad,tidak akan membiarkan Helena merasakan hal yang sama yang di rasakannya.


"Mama akan melakukan segalanya untukmu Helen...Tidak peduli apapun yang akan terjadi." Batin Saila


***


Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi,sepasang Pengantin baru itu pun masih tertidur pulas di balik selimut tebal.Tubuh mereka masih sama-sama polos,tanpa sehelai benang pun.Mereka masih terlelap,tidak peduli jam berapa sekarang.Rasa lelah masih jelas terlihat di wajah Serena,betapa tidak.


Semalam dia bermaksud bangun untuk membersihkan diri,tapi suaminya menggodanya dan kembali membangkitkan gairahnya.Hingga ahirnya mereka melakukanya lagi,suasana romantis dan panas mereka lakukan sepanjang malam.karna terlalu lelah pengantin baru itu terlelap kembali.


"Ugh.." Serena mengerjapkan kedua matanya,wajah cantinya masih sangat kusut bau bantal.Helaian rambutnya sebagian menutupi wajahnya.


Dia segera terbangun saat merasakan berat di perutnya,benar saja saat dia membuka matanya.Ada tangan kekar di atas perutnya.


Bercak darah kental di atas sprei membuatnya semakin malu,wajah cantiknya semakin terlihat memerah.


"Selamat pagi istriku..." Sapa Kenan dengan suara serak khas bangun tidur,Ken memberikan ciuman di pipi dan kening istrinya.


Sebenarnya Kenan sudah terbangun sejak awal,tapi pura-pura tertidur.Menikmati wajah istrinya yang memerah,Ken bisa menebaknya jika istrinya tengah menginggat malam pertama mereka.


"Selamat pagi..."Balas Serena tersenyum,baru saja ingin bangkit.Namun tangan kekar menariknya kembali,membuat Serena terhuyung menabrak dada bidang polos suaminya.


"Ken..Kita harus bangun,kita sudah sangat terlambat.Mereka pasti sedang menunggu kita." Serena memberontak,dia ingin segera berendam.Badannya sangat lengket saat ini.

__ADS_1


"Lihat ini sudah jam 10 pagi Nona...Mereka pasti sudah tau kita akan terlambat,jadi mereka tidak akan menunggu kita.Lagi pun waktu sarapan pasti juga sudah terlewati sekarang." Kenan beralasan,tanganya membelai wajah cantik istrinya dan menciumnya.Ken sangat menikmati waktunya dengan istrinya.Wangi tubuh istrinya jadi candu baginya,tidak ingin berlama-lama jauh dari istrinya.


"Benar...Dan karna kau aku melewatkan sarapanku.Lihat aku kelaparan sekarang." Protes Serena cemberut,tidak habis fikir bagaimana suaminya mempunyai tenaga sebanyak itu.


"Oh baiklah Sayang...Maafkan aku,sekarang berhentilah cemberut.Atau aku akan melahapmu sebagai sarapan pagiku." Kenan tergelak,melihat bibir mungil istrinya maju kedepan.


"Ken.."Serena melototi suaminya,tanpa membuang waktu dia bangkit.Menutupi tubuhnya dengan selimut,menuju kamar mandi.


"sssttt.." Serena mendesis,meringis merasakan perih di bawah sana.


"Sayang...Masih sangat sakit." Tanya Kenan panik.


"Hemm" Jawab Serena mengangguk,mengigit bibir bawahnya.


Dengan segera Kenan,turun dari ranjang dan mengendong tubuh mungil istrinya,melangkah masuk kamar mandi.Serena merasakan tubuhnya melayang,tidak protes sama sekali.Justru mengalungkan tangannya di leher suaminya.


***


"Bagaimana ini Lex...?" Tanya Dinda panik,mondar mandir di depan kekasihnya dan mengigit kukunya.


"Apa kita akan memberitau Serena..Kita bahkan gagal mengurus masalah ini." Dinda semakin panik,matanya berkaca-kaca.


Melihat kekasihnya seperti ini,Alex hanya bisa menengankan.Bahkan dia pun merasa gagal melakukannya,Alex tidak tau bagaimana reaksi Serena saat mengetahui masalah yang mereka sembunyikan.


"Kita tidak akan memberitau Serena...Tapi suaminya." Ucap Alex memutuskan.Memejamkan kedua matanya,berharap keputusan yang di ambilnya benar.


" Suaminya...Kau yakin Lex..?" Tanya Dinda ragu.

__ADS_1


"Ya..Aku yakin,jika kita bicara padanya setidaknya dia akan memberi solusi untuk kita..Dia lumayan berkuasa." Jawab Alex meyakinkan.


TBC


__ADS_2